• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Ekonom: Potensi Umat Besar, Tapi Kekuatan Ekonominya Masih Loyo

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:11
in Headline
Rupiah

Ilustrasi uang. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Potensi ekonomi umat Islam dinilai sangat besar, namun hingga kini belum mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi global. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat posisi ekonomi umat tetap lemah di tengah persaingan geoekonomi dunia yang semakin ketat.

Pernyataan tersebut diungkapkan ekonom Muhammad Edhie Purnawan dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026). Menurutnya, dunia kini memasuki era baru ketika persaingan antarnegara tidak lagi bertumpu pada kekuatan militer, melainkan pada penguasaan sistem keuangan, rantai pasok, teknologi, hingga standar global.

BacaJuga:

Polisi Ungkap Detail Luka Tembak pada Jenazah Pilot AS Nicholas F. Goselin

Acceptance of Envelope From Kuantan Singingi Regent Could Constitute Criminal Offense, Legal Expert Says

Terima Amplop Bupati Kuansing, Raja Juli Dinilai Penuhi Unsur Pidana

“Ekonomi syariah harus diposisikan sebagai instrumen strategis geopolitik Indonesia, bukan sekadar sektor ekonomi. Kedaulatan ekonomi merupakan prasyarat bagi kedaulatan geopolitik,” ujarnya.

Anggota Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjelaskan, fragmentasi geoekonomi global semakin terasa akibat perang dagang dan meningkatnya kebijakan proteksionisme.

Perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, masih ujar dia, diproyeksikan turun sekitar 20 persen pada periode 2024-2029. Di sisi lain, tarif impor Amerika Serikat terhadap sejumlah negara melonjak hingga 145 persen, sementara kebijakan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa mulai memberi tekanan baru bagi negara berkembang.

Menurut Edhie, sistem keuangan internasional juga kini menjadi alat persaingan geopolitik. Pembekuan cadangan devisa Rusia sekitar USD300 miliar menjadi contoh bagaimana akses terhadap sistem keuangan global dapat dijadikan instrumen tekanan politik.

“Karena itu Indonesia harus memperkuat kedaulatan sistem pembayaran, memperluas penggunaan transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) dan mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan global,” tuturnya.

Upaya tersebut, lanjut Edhie, sudah mulai dilakukan melalui keanggotaan BRICS, proses aksesi OECD, peningkatan transaksi LCT yang tumbuh lebih dari 309 persen, serta pengembangan sistem pembayaran lintas negara berbasis QRIS.

Edhie juga menyoroti paradoks yang terjadi di dunia Islam. Negara-negara anggota OKI berjumlah 57 negara dengan populasi sekitar 2 miliar jiwa serta memiliki PDB nominal sekitar USD8,9 triliun. Namun, perdagangan antarnegara anggota OKI baru mencapai sekitar 19,2 persen sehingga integrasi ekonomi masih rendah.

“Pasarnya sangat besar, tetapi belum mampu dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi dan geopolitik yang signifikan,” ucapnya.

Indonesia, lanjutnya, menghadapi persoalan serupa. Aset keuangan syariah nasional telah mencapai sekitar Rp10.257 triliun dan Indonesia berada di peringkat kelima Global Islamic Economy Indicator. Namun pangsa pasar perbankan syariah masih sekitar 7,44 persen.

“Tingkat literasi keuangan mencapai sekitar 43 persen, sedangkan inklusi keuangan syariah baru sekitar 13 persen,” ungkap Edhie.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa kita masih kesulitan mengubah besarnya potensi ekonomi syariah menjadi kekuatan produksi, investasi, dan pengaruh di tingkat global,” imbuhnya.

Edhie menambahkan, untuk memperkuat kedaulatan ekonomi umat ada 3 langkah strategis. Di antaranya, meningkatkan nilai tambah melalui penguatan standar halal nasional, pembangunan kawasan industri halal, pengembangan halal value chain, dan hilirisasi industri halal.

Lalu, mengonsolidasikan modal pembangunan umat melalui zakat produktif, wakaf produktif, sukuk, Danantara, serta berbagai instrumen investasi strategis agar menjadi sumber pembiayaan pembangunan.

“Kita harus membangun blok ekonomi umat dengan meningkatkan perdagangan intra-OKI hingga sekitar 25 persen, memperluas transaksi mata uang lokal dan QRIS lintas negara, memanfaatkan pembiayaan BRICS dan New Development Bank (NDB), serta memperkuat diplomasi halal untuk memperluas pasar Indonesia ke kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan,” tutupnya.(nas)

Tags: Ekonomi SyariahEkonomi UmatMuhammad Edhie Purnawan

Berita Terkait.

Sebastian
Headline

Polisi Ungkap Detail Luka Tembak pada Jenazah Pilot AS Nicholas F. Goselin

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:03
Raja-Juli
Headline

Acceptance of Envelope From Kuantan Singingi Regent Could Constitute Criminal Offense, Legal Expert Says

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:47
Raja-Juli
Headline

Terima Amplop Bupati Kuansing, Raja Juli Dinilai Penuhi Unsur Pidana

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:47
Menhut
Headline

Raja Juli Beberkan Kronologi Pengembalian Amplop dari Bupati Kuansing, Meski Tertunda Seminggu

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:26
Raja-Juli
Headline

Raja Juli Explains Timeline of Returning Envelope to Kuantan Singingi Regent, Despite One-Week Delay

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:26
Raja Juli Akui Temukan Amplop usai Bertemu Bupati Kuansing, Sudah Dikembalikan Sebelum OTT
Headline

Raja Juli Akui Temukan Amplop usai Bertemu Bupati Kuansing, Sudah Dikembalikan Sebelum OTT

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:47

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2167 shares
    Share 867 Tweet 542
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    851 shares
    Share 340 Tweet 213
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1647 shares
    Share 659 Tweet 412
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Messi
Olahraga

Atasi Perlawanan Sengit Tanjung Verde 3-2, Argentina Melaju ke Babak 16 Besar

Editor Ali Rachman
Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:31

INDOPOSCO.ID - Tim nasional (Timnas) Argentina menang susah payah dengan skor 3-2 saat menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar...

SelengkapnyaDetails
Salah

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30
Ramos

Kroasia Gugur di 32 Besar, Zlatko Dalic Ngamuk Sebut Wasit Sangat Buruk

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:08
Pemain-Swiss

Hasil Piala Dunia: Swiss Hentikan Langkah Aljazair dengan Kemenangan Meyakinkan

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:05
Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi

Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:02
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.