• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Ekonom: Potensi Umat Besar, Tapi Kekuatan Ekonominya Masih Loyo

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:11
in Headline
Rupiah

Ilustrasi uang. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Potensi ekonomi umat Islam dinilai sangat besar, namun hingga kini belum mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi global. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat posisi ekonomi umat tetap lemah di tengah persaingan geoekonomi dunia yang semakin ketat.

Pernyataan tersebut diungkapkan ekonom Muhammad Edhie Purnawan dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026). Menurutnya, dunia kini memasuki era baru ketika persaingan antarnegara tidak lagi bertumpu pada kekuatan militer, melainkan pada penguasaan sistem keuangan, rantai pasok, teknologi, hingga standar global.

BacaJuga:

Lagi, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22,3 Kg Emas Senilai Rp60 Miliar di Bandara Soetta

Gempa M6.1 Guncang Perairan Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

HUT ke-81 RI, Putin Sampaikan Pesan Khusus untuk Prabowo

“Ekonomi syariah harus diposisikan sebagai instrumen strategis geopolitik Indonesia, bukan sekadar sektor ekonomi. Kedaulatan ekonomi merupakan prasyarat bagi kedaulatan geopolitik,” ujarnya.

Anggota Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjelaskan, fragmentasi geoekonomi global semakin terasa akibat perang dagang dan meningkatnya kebijakan proteksionisme.

Perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, masih ujar dia, diproyeksikan turun sekitar 20 persen pada periode 2024-2029. Di sisi lain, tarif impor Amerika Serikat terhadap sejumlah negara melonjak hingga 145 persen, sementara kebijakan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa mulai memberi tekanan baru bagi negara berkembang.

Menurut Edhie, sistem keuangan internasional juga kini menjadi alat persaingan geopolitik. Pembekuan cadangan devisa Rusia sekitar USD300 miliar menjadi contoh bagaimana akses terhadap sistem keuangan global dapat dijadikan instrumen tekanan politik.

“Karena itu Indonesia harus memperkuat kedaulatan sistem pembayaran, memperluas penggunaan transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) dan mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan global,” tuturnya.

Upaya tersebut, lanjut Edhie, sudah mulai dilakukan melalui keanggotaan BRICS, proses aksesi OECD, peningkatan transaksi LCT yang tumbuh lebih dari 309 persen, serta pengembangan sistem pembayaran lintas negara berbasis QRIS.

Edhie juga menyoroti paradoks yang terjadi di dunia Islam. Negara-negara anggota OKI berjumlah 57 negara dengan populasi sekitar 2 miliar jiwa serta memiliki PDB nominal sekitar USD8,9 triliun. Namun, perdagangan antarnegara anggota OKI baru mencapai sekitar 19,2 persen sehingga integrasi ekonomi masih rendah.

“Pasarnya sangat besar, tetapi belum mampu dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi dan geopolitik yang signifikan,” ucapnya.

Indonesia, lanjutnya, menghadapi persoalan serupa. Aset keuangan syariah nasional telah mencapai sekitar Rp10.257 triliun dan Indonesia berada di peringkat kelima Global Islamic Economy Indicator. Namun pangsa pasar perbankan syariah masih sekitar 7,44 persen.

“Tingkat literasi keuangan mencapai sekitar 43 persen, sedangkan inklusi keuangan syariah baru sekitar 13 persen,” ungkap Edhie.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa kita masih kesulitan mengubah besarnya potensi ekonomi syariah menjadi kekuatan produksi, investasi, dan pengaruh di tingkat global,” imbuhnya.

Edhie menambahkan, untuk memperkuat kedaulatan ekonomi umat ada 3 langkah strategis. Di antaranya, meningkatkan nilai tambah melalui penguatan standar halal nasional, pembangunan kawasan industri halal, pengembangan halal value chain, dan hilirisasi industri halal.

Lalu, mengonsolidasikan modal pembangunan umat melalui zakat produktif, wakaf produktif, sukuk, Danantara, serta berbagai instrumen investasi strategis agar menjadi sumber pembiayaan pembangunan.

“Kita harus membangun blok ekonomi umat dengan meningkatkan perdagangan intra-OKI hingga sekitar 25 persen, memperluas transaksi mata uang lokal dan QRIS lintas negara, memanfaatkan pembiayaan BRICS dan New Development Bank (NDB), serta memperkuat diplomasi halal untuk memperluas pasar Indonesia ke kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan,” tutupnya.(nas)

Tags: Ekonomi SyariahEkonomi UmatMuhammad Edhie Purnawan

Berita Terkait.

Lagi, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22,3 Kg Emas Senilai Rp60 Miliar di Bandara Soetta
Headline

Lagi, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22,3 Kg Emas Senilai Rp60 Miliar di Bandara Soetta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:44
Gempa M6.1 Guncang Perairan Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Headline

Gempa M6.1 Guncang Perairan Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:56
putin
Headline

HUT ke-81 RI, Putin Sampaikan Pesan Khusus untuk Prabowo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:33
Kebaya Putih dan Selendang Hitam Ketua DPR, Simbol Duka di Hari Kemerdekaan
Headline

Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT ke-81 RI Jadi Sorotan, Begini Penjelasan Istana

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:01
Korban Meninggal Gempa NTT Jadi 68 Orang, 213 Luka-Luka
Headline

Korban Meninggal Gempa NTT Jadi 68 Orang, 213 Luka-Luka

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:22
bowo
Headline

Putih dan Harum, Melati di Leher Prabowo Bukan Sekadar Aksesori

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:08

BERITA POPULER

  • Dari Tengah Rig, Pertamina Drilling Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Jaga Energi Indonesia

    Bea Cukai Yogyakarta Awasi Pemusnahan Rokok HM Sampoerna, Pastikan Sesuai Ketentuan

    3454 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    3265 shares
    Share 1306 Tweet 816
  • Polisi Blokade Mahasiswa di Thamrin, Ini Lokasi Demo yang Diperbolehkan

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
  • METOO Dorong Kesadaran Kesehatan Mulut Lewat Inovasi Perfume Toothpaste

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3883 shares
    Share 1553 Tweet 971
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.