• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Komisi VII DPR RI Minta KPI Desa Wisata Fokus Naik Kelas

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 22 Januari 2026 - 04:11
in Politik
Rahayu

Tangkapan layar - Pimpinan Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo memberikan arahan pada rapat Panja Standarisasi Pariwisata Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Pariwisata, di Jakarta, yang disiarkan langsung TVR Parlemen, Rabu (21/1/2026). ANTARA/Pamela Sakina

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi VII DPR RI mendorong perubahan indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) Program Desa Wisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) agar tidak lagi bertumpu pada penambahan jumlah desa, melainkan pada peningkatan kualitas dan kenaikan kelas desa wisata yang sudah ada.

Dorongan ini mengemuka dalam rapat Panja Standarisasi Pariwisata Komisi VII DPR RI dengan Kemenpar, di Jakarta, yang disiarkan langsung TVR Parlemen, Rabu (21/1/2026), sebagai upaya memperkuat dampak nyata desa wisata terhadap kesejahteraan masyarakat.

BacaJuga:

Pemilu Tinggal Klik, DPR Minta Anggaran E-Voting Masuk Rencana 2027

BEM Bersatu Sebut Dugaan Jejaring Politik di Balik Aksi Tolak MBG

Komisi II DPR Dorong Kajian E-Voting untuk WNI di Luar Negeri

“Berbicara desa wisata bukan soal kuantitas, tetapi kualitas. Harus ada target kenaikan status yang jelas dari tahun ke tahun,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty.

Evita menyoroti data Kemenpar bahwa dari total 6.185 desa wisata secara nasional, sebanyak 78,20 persen masih berstatus rintisan, sementara desa wisata mandiri baru mencapai 0,55 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya fokus pada hasil program, yakni bagaimana desa-desa tersebut bisa naik kelas secara terukur.

Hal senada disampaikan Pimpinan Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Ia menilai KPI desa wisata seharusnya diukur dari persentase desa yang berhasil naik kelas, misalnya dari maju menjadi mandiri, bukan dari bertambahnya desa wisata baru.

“KPI jangan berdasarkan bertambahnya jumlah desa wisata. KPI kita adalah berapa banyak yang naik kelas kualitasnya. Kita harus sepakati nanti harus kita sampaikan di rapat komisi.” kata dia.

Rahayu menekankan perlunya roadmap atau peta jalan yang realistis, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah pusat. Dalam pandangannya, pembagian peran antar-pemerintah daerah hingga pusat menjadi kunci, dengan desa rintisan didorong oleh kabupaten/kota, desa berkembang oleh provinsi, dan desa maju difokuskan oleh pemerintah pusat.

Komisi VII juga menilai tidak semua desa harus dipaksakan menyandang status desa wisata. Evaluasi berkala dinilai penting agar hanya desa yang benar-benar memiliki potensi dan tata kelola memadai yang dikembangkan lebih lanjut.

Dengan pendekatan ini, desa wisata diharapkan tidak berhenti pada label administratif, tetapi mampu menjadi alternatif destinasi pariwisata yang berkelanjutan.

Dorongan perubahan KPI ini dipandang sebagai penguatan arah kebijakan Kemenpar, agar program desa wisata ke depan lebih berdampak, terukur, dan berorientasi pada kualitas pengelolaan serta manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Diketahui, Kemenpar telah mengklasifikasikan kelas desa wisata menjadi empat kelas kategori, yakni Rintisan, Berkembang, Maju, dan Mandiri.

Rintisan yakni Desa Wisata atau kampung Wisata yang mempunyai potensi daya tarik wisata dengan ketersediaan sarana prasarana pariwisata masih terbatas, kunjungan wisatawan belum ada atau masih sedikit, dan kesadaran masyarakat setempat terhadap potensi pariwisata belum tumbuh, serta pengelolaannya belum berjalan.

Sementara kelas paling atas yakni Mandiri, adalah Desa Wisata atau kampung Wisata yang mempunyai daya tarik wisata dikenal pada tingkat nasional dan internasional, sarana prasarana pariwisata memenuhi standar, kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara sudah banyak, tingkat kesadaran masyarakat sudah sangat baik, pengelolaannya sudah berjalan baik dan berkontribusi terhadap pemasukan daerah, serta mendapatkan pengakuan dari tingkat nasional dan/atau internasional. (ney)

Tags: Desa WisataDPR RIKemenpar RI

Berita Terkait.

E-Voting
Politik

Pemilu Tinggal Klik, DPR Minta Anggaran E-Voting Masuk Rencana 2027

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:46
BEM
Politik

BEM Bersatu Sebut Dugaan Jejaring Politik di Balik Aksi Tolak MBG

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:33
Komisi II DPR Dorong Kajian E-Voting untuk WNI di Luar Negeri
Politik

Komisi II DPR Dorong Kajian E-Voting untuk WNI di Luar Negeri

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:31
tito
Politik

Jadi Benteng Integritas Pemilu, DKPP Catat 5.894 Aduan dan Pecat 815 Penyelenggara Pemilu dalam 14 Tahun

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:18
Festival-Etik-2026
Politik

Festival Etik DKPP 2026 Dibanjiri Jurnalis Muda, Tumbuhkan Optimisme Menuju Pemilu 2029 yang Lebih Berkualitas

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:27
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Politik

Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:49

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7132 shares
    Share 2853 Tweet 1783
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1107 shares
    Share 443 Tweet 277
Debut Pahit Uzbekistan di Piala Dunia 2026, Cannavaro: Pemain Saya Kena Mental
Olahraga

Debut Pahit Uzbekistan di Piala Dunia 2026, Cannavaro: Pemain Saya Kena Mental

Editor Nasuha
Kamis, 18 Juni 2026 - 20:33

INDOPOSCO.ID - Timnas Kolombia berhasil meraih poin sempurna setelah menaklukkan Timnas Uzbekistan 3-1 dalam laga Grup K Piala Dunia 2026...

SelengkapnyaDetails
ronaldo

Piala Dunia: Ronaldo Buka Suara Usai ‘Menghilang’ di Laga Portugal vs Kongo

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:13
tuchel

Tuchel Ungkap Rahasia Inggris Bangkit dan Tekuk Kroasia 4-2

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:11
Ronaldo

Portugal Diimbangi Kongo, Roberto Martinez Soroti Tumpulnya Lini Serang

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:40
Kane

Inggris Libas Kroasia, Ghana Tersenyum di Ujung Laga

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:49
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.