INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah tidak menolak bantuan dari luar negeri untuk penanganan bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu. Paling penting skema penyalurannya harus sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas,” kata Prabowo secara daring dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).
Sejumlah pihak yang memberikan bantuan terhadap korban terdampak bencana ditekannya harus tulus. “Harus ikhlas, karena kita pernah mengalami dibantu-dibantu, tapi ujungnya ada juga yang menagih, tapi kita harus berpikir positif,” ucap Prabowo.
“Kalau ada pihak yang tulus ikhlas membantu ya kita jelas sebagai manusia masak menolak bantuan, asal bantuannya itu jelas,” tambahnya.
Pemerintah menegaskan tidak akan mempersulit pihak yang hendak membantu korban bencana di Sumatera, baik bantuan secara langsung maupun melalui koordinasi dengan pemangku kepentingan.
“Kalau ada pihak yang memberi sumbangan silakan, monggo bikin surat ‘saya ingin menyumbang ini’, nanti dilaporkan ke pemerintah pusat, kita akan salurkan, kalau memang dia mau bantu,” tutur Prabowo.
Bantuan dapat datang dari berbagai pihak, termasuk perantau asal Aceh, Minangkabau, Batak, hingga dari luar negeri. “Seumpamanya ada diaspora Aceh di mana, merasa terpanggil membantu di Aceh, monggo, silakan,” jelas eks Menteri Pertahanan itu.
“Nanti kita salurkan. Ada diaspora Minang mau bantu ranah Minang, karena mungkin lebih banyak orang Minang di Jakarta daripada di Padang, enggak apa-apa, silakan nanti bantu,” sambungnya. (dan)











