• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bencana Bukan Sekadar Peristiwa, tapi Ujian Empati dan Cara Berkomunikasi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 22 Desember 2025 - 21:13
in Nasional
WhatsApp Image 2025-12-22 at 21.05.54

Suasana acara Good Talk Off Air dengan tema Merespons Bencana dengan Tepat dan Empatik yang diadakan di Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa, Jakarta, Rabu (17/12/2025). Foto: Dokumen Dompet Dhuafa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia mengalami rentetan bencana pada penghujung tahun 2025. Rentetan bencana ini menambah deretan energi pesimis kepada masyarakat yang mengalami tekanan dari sektor ekonomi hingga politik sepanjang tahun.

Tetapi di balik energi pesimistis, masyarakat Indonesia ternyata juga masih mengandung jiwa-jiwa optimis. Hal ini tertuang dalam survei yang dilakukan oleh Good News From Indonesia (GNFI) pada tahun 2025 ini.

BacaJuga:

BRIN Dorong Sains Lewat Keterbukaan Ilmu Pengetahuan

Dua Peserta SPPI 2026 Meninggal Saat Latsarmil, Kemhan Berduka dan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

“Kita ada survei optimisme. Kalau kita survei orang Indonesia selalu ada rasa optimistis. Kita tanya optimistis ekonomi membaik di tahun depan? optimistis. Optimistis Timnas Indonesia lawan Jepang? Optimistis. Optimistis gak emas SEA Games? Optimistis. walau hasilnya sebaliknya,” kata Chief Executive Officer (CEO) Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji dalam Good Talk Off Air dengan tema Merespons Bencana dengan Tepat dan Empatik yang diadakan di Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa, Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Aji menilai rasa optimistis ini muncul bukan karena masyarakat Indonesia hanya ingin menyenangkan orang-orang. Tetapi, jelasnya muncul dari upaya untuk mengatasi masalah yang muncul di hadapan.

“Optimis itu bukan rasa optimis tapi lahir dari orang-orang yang mau mengatasi masalah. Berpikir keras bagaimana mengatasi pengangguran,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut General Manager (GM) Marketing Communication Dompet Dhuafa, Suci Nuzleni Qadarsih mengatakan komunikasi ketika dalam kondisi bencana bukan hanya harus tepat dan bertanggung jawab, namun juga penuh empati.

“Informasi bukan hanya harus tepat bertanggung jawab tetapi penuh empati,” ucapnya.

Pakar Komunikasi Bencana dan Dosen LSPR, Muhammad Hidayat mengutarakan komunikasi ketika bencana itu ada tiga tahapan yaitu sebelum bencana, ketika bencana hingga pascabencana.

Tetapi, lanjutnya, selama ini komunikasi bencana yang dilakukan oleh stakeholder hanya ramai saat bencana terjadi. Padahal ucap Hidayat, saat bencana akan terjadi kepanikan sehingga informasi tidak akan sampai dengan baik.

“Jangan sampai pas darurat baru stand by. Karena ketika darurat itu serba bingung serba panik,” tegas Hidayat.

Karena itu, bagi dia, merasa pentingnya kehadiran juru bicara saat adanya krisis khususnya bencana. Hal ini supaya setiap informasi yang keluar tidak berbeda antara satu instansi dengan instansi lainnya.

Hidayat juga berharap pemerintah lebih jujur saat menghadapi krisis, sehingga masyarakat tidak berharap pada harapan palsu. Karena itu, dirinya juga meminta tidak adanya jarak informasi di lapangan ke pemerintah pusat.

“Jangan sampai ketidakpastian tinggi kita malah kasih harapan. Kalau ada masalah di lapangan kita jujur aja. Kita sama-sama tahu di lapangan seperti apa,” tuturnya.

Hal menarik juga disampaikan oleh Ketua Disaster Crisis Center Dompet Dhuafa, Udhi Tri Kurniawan yang menilai pemerintah selama ini tidak hanya beroposisi dengan lawan politik, tetapi lebih banyak beroposisi kepada realita.

Dirinya menyoroti pernyataan-pernyataan pejabat pemerintah yang tidak sesuai dengan di lapangan, seperti listrik yang sudah menyala, bencana yang dianggap lebih menyeramkan di media social hingga penanangan bencana yang dipuji oleh masyarakat dunia.

“Pemerintah itu beroposisi dengan realistis,” kata Udhi.

Karena itu, dirinya tidak heran muncul kemarahan baik secara individu hingga kelompok. Apalagi melihat lambatnya respon pemerintah menghadapi kondisi pasca bencana di tiga daerah yaitu Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.

“Pesan-pesan dari simbol grassroot yang muncul, pesimisme, kemarahan juga, di Aceh masyarakat memunculkan bendera putih. Di beberapa tenda memunculkan bendera negara lain,” papar Udhi.

“Ini ekspresi kemarahan. Bendera putih muncul ini upaya advokasi mereka. Berharap pemerintah punya tindakan apa yang perlu dilakukan segera,” tegasnya.

Pada sisi media massa, jurnalis senior Kompas Ahmad Arif mengatakan ketika bencana ada tantangan yaitu munculnya berita-berita bohong (hoaks). Tetapi hal yang paling miris, jelas Arif adalah hoaks ini tidak hanya muncul dari masyarakat tapi pemerintah.

“Menjadi masalah hoaks ini tidak disebarkan oleh publik saja tapi pemerintah. Ini jadi tantangan. Hoaks itu yg dipakai kalau dikeluarkan oleh masyarakat. Tapi bagaimana kalau hoaks itu dari pemerintah,” jelasnya.

Karena itu, Arif mendorong agar media massa tetap mengawal penanganan bencana. Arif menilai banyak media massa yang tidak lagi menyoroti bencana di suatu daerah usai kondisi darurat selesai.

Karena itu, dirinya menekankan bahwa peran media massa tidak hanya menarik traffic dari cerita bencana yang terjadi pada masyarakat. Tetapi juga sebagai pengawas atau watchdog yang perlu mengingatkan pentingnya mitigasi bencana hingga penanganan pasca bencana.

“Media cenderung gagal mengawal pascabencana. Bencana itu proses yg panjang. Kita ramai di awal-awal tapi lupa setelahnya,” sindirnya.(adv)

Tags: Banjir SumateraBencana SumateraDompet DhuafaEmpatiKomunikasi Bencana

Berita Terkait.

Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda
Nasional

BRIN Dorong Sains Lewat Keterbukaan Ilmu Pengetahuan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:45
Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda
Nasional

Dua Peserta SPPI 2026 Meninggal Saat Latsarmil, Kemhan Berduka dan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20
ASN
Nasional

DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:09
Kapolri
Nasional

Respons Kapolri Soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:47
Kekerasan
Nasional

Perempuan Disekap dan Disiksa di Bandung, DPD RI: Negara Jangan Kalah dari Pelaku

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:46
Dedi-P
Nasional

Wakapolri: Polri Fasilitasi 4.216 Buruh Korban PHK Kembali Bekerja

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:45

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Hasil Piala Dunia: Cetak Brace saat Argentina Tekuk Austria, Messi Pecahkan Rekor

    812 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda
Olahraga

Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda

Editor Dilianto
Selasa, 23 Juni 2026 - 20:09

INDOPOSCO.ID – Lionel Messi kembali menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia. Bintang Argentina itu resmi melampaui catatan gol legendaris...

SelengkapnyaDetails
amine

Hasil Piala Dunia: Comeback Atas Yordania, Aljazair Jaga Asa ke Fase Gugur

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:03
didier

Hasil Piala Dunia : Perancis Lolos ke 32 Besar, Didier Deschamps Bernapas Lega

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:52
haaland

Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Bawa Norwegia Bekuk Senegal, Pastikan Tiket 32 Besar

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:22
lionell

Hasil Piala Dunia: Messi Sebut Kemenangan Argentina atas Austria Bikin Tim Lebih Tenang

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:10
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.