INDOPOSCO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola pelaksanaan program internsip dokter di Indonesia menyusul meninggalnya sejumlah peserta internship pada periode Maret hingga awal Mei 2026.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui, bahwa saat ini masih banyak aspek dalam pelaksanaan program internsip dokter di berbagai rumah sakit di Indonesia yang perlu segera dibenahi.
“Kita melihat masih banyak yang harus dibereskan dari pelaksanaan program internship di rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia,” kata Budi di Jakarta dikutip Jumat (8/5/2026).
Pemerintah ditegaskannya tidak ingin ada lagi dokter muda mengalami tekanan akibat budaya kerja yang tidak sehat selama proses pendidikan dan pemahiran profesi di rumah sakit.
“Budaya kerja yang tidak baik tidak boleh lagi terjadi, baik dalam program internship, maupun Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Perbaikan budaya kerja pembelajaran dan pendidikan dokter muda harus dilakukan secara serius,” ujar Budi.
Kemenkes membentuk tim investigasi gabungan yang terdiri dari Inspektorat Jenderal Kemenkes, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), serta Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Langkah itu dilakukan ntuk memastikan penanganan berjalan objektif dan transparan,
Investigasi dilakukan dengan mendengarkan langsung keterangan peserta internship, dokter pendamping, manajemen rumah sakit, hingga keluarga almarhumah.
“Pemerintah sangat serius memperbaiki tata kelola pendidikan dan pemahiran dokter di Indonesia. Karena itu investigasi dilakukan secara terbuka, objektif, dan transparan,” imbuh Budi.
Seorang dokter peserta program internship bernama dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia diduga karena beban kerja. Myta merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI) yang sedang menjalani program internship di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi.
Tiga dokter internship lainnya yang meninggal yakni dokter di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akibat komplikasi campak; dokter yang bertugas di Rembang, Jawa Tengah, dengan dugaan anemia; dan dokter di Denpasar, Bali, akibat komplikasi demam berdarah dengue.(dan)











