INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amin Ak mengingatkan, para menteri ekonomi mewaspadai tekanan yang dirasakan dunia usaha di tengah meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026.
“Pertumbuhan ekonomi tentu penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana pertumbuhan itu benar-benar dirasakan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya beli, dan keberlangsungan usaha,” kata Amin dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Amin menyoroti peringatan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terkait potensi PHK di sejumlah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan, mulai dari tekstil, plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.
Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan sepanjang Januari hingga Maret 2026 terdapat 8.389 pekerja terkena PHK. Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka PHK tertinggi, disusul Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional masih menghadapi tantangan serius di level industri dan ketenagakerjaan.
Ia menjelaskan, selain bertumpu pada konsumsi masyarakat pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 masih banyak ditopang oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh 21,81 persen.
Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya pertumbuhan yang berbasis sektor produktif dan aktivitas dunia usaha agar pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan.
“Stimulus pemerintah memang penting untuk menjaga momentum ekonomi. Tetapi ke depan, penguatan sektor industri dan dunia usaha harus menjadi perhatian utama agar pertumbuhan ekonomi tidak banyak bergantung pada belanja pemerintah,” ujar Amin.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diklaim mencatatkan performa gemilang pada kuartal I-2026 dengan angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year). Pencapaian itu menempatkan Indonesia sebagai negara dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara anggota G-20.
“Tadi pengumuman BPS di kuartal pertama baik, kita pertumbuhannya di 5,61. Dan pertumbuhan ini adalah di antara negara G-20 tertinggi. Jadi kita di atas China, di atas Singapura, Korea Selatan, Arab, bahkan Amerika,” beber Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta dikutip Rabu (6/5/2026). (dan)











