INDOPOSCO.ID – PT PLN Indonesia Power memperkuat transformasi model bisnisnya dengan mengintegrasikan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan monetisasi karbon global. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) bersama DevvStream Inc. di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Kerja sama ini menjadi pijakan penting bagi PLN Indonesia Power (PLN IP) dalam mendorong Solar PV solution sebagai bagian dari portofolio beyond kWh strategi yang tidak lagi bertumpu semata pada penjualan listrik, tetapi pada solusi energi terintegrasi bernilai tambah.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernardus Sudarmanta, mengatakan proyek PLTS yang dikembangkan merupakan PLTS off-grid untuk kebutuhan sendiri (self-consumption), sehingga tidak terhubung ke jaringan listrik utama dan tetap selaras dengan ketentuan sektor lingkungan hidup dan pasar karbon.
“Pengembangan Solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih di sisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah,” kata Bernardus.
Melalui skema ini, PLN IP akan menghasilkan Verified Emission Reduction (VER) dari proyek-proyek PLTS di berbagai lokasi di Indonesia. Sertifikat penurunan emisi tersebut selanjutnya dipasarkan melalui DevvStream sebagai mitra global di pasar karbon.
Chief Executive Officer (CEO) DevvStream, Sunny Trinh, melihat model ini sebagai pendekatan inovatif yang memadukan manfaat lingkungan dan nilai ekonomi.
“Kami melihat potensi besar dari model Solar PV off-grid yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global,” jelasnya.
Konsep beyond kWh yang diusung PLN IP mencakup layanan energi terintegrasi, mulai dari penyediaan pembangkit energi terbarukan, pengelolaan emisi karbon, hingga optimalisasi aset energi pelanggan. Implementasi PLTS off-grid dirancang untuk mendukung kebutuhan energi pelanggan secara mandiri, meningkatkan efisiensi, dan menurunkan emisi gas rumah kaca tanpa mengganggu sistem kelistrikan eksisting.
Kolaborasi ini sekaligus mempertegas peran PLN Indonesia Power sebagai pelopor solusi energi berbasis pelanggan (customer-centric energy solutions) di Indonesia, sejalan dengan agenda dekarbonisasi nasional.
Ke depan, PLN IP akan memperluas implementasi Solar PV solution dalam strategi transisi energi, sembari mengoptimalkan peluang pasar karbon sebagai sumber pendapatan berkelanjutan di era energi bersih.(rmn)











