INDOPOSCO.ID – Peran perempuan kini semakin strategis dalam menjawab berbagai isu nasional, mulai mengakselerasi penurunan angka stunting, memperkuat ekonomi keluarga lewat UMKM, hingga mendongkrak daya saing daerah.
Oleh karena itu, sinergi lintas daerah menjadi kebutuhan untuk memperkuat kapasitas perempuan sebagai motor pembangunan berbasis keluarga dan masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR Sri sekaligus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lahat mengatakan, perempuan memiliki peran penting sebagai ujung tombak berbagai program sosial di daerah.
Namun, pelaksanaan di lapangan kerap dihadapkan pada keterbatasan anggaran, ruang gerak, hingga tantangan sosial yang membutuhkan pendekatan lebih humanis.
“Perempuan di daerah dituntut memiliki dua modal dasar yang seimbang, yakni ilmu pengetahuan dan kasih sayang. Keduanya harus menyatu agar program yang dirancang dapat membumi dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Sri Meliyana dalam acara Women Program digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dikutip Sabtu (4/7/2026).
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Deli Serdang Jelita Siregar menyoroti persoalan stunting yang hingga kini masih menjadi salah satu agenda prioritas nasional.
Menurutnya, upaya menurunkan angka stunting tidak cukup dilakukan saat anak telah lahir, tetapi harus dimulai sejak masa pranikah melalui edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan usia dini.
“Keberhasilan pembangunan daerah mustahil tercapai tanpa keterlibatan aktif kaum perempuan. Penguatan kapasitas ini harus terlembagakan melalui penyusunan strategi bersama antardaerah,” ujar Jelita Siregar dalam kesempatan yang sama.
Langgam Batik Rafika Johani mengatakan pelaku UMKM perempuan perlu membangun pola pikir yang lebih inovatif agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kita jatuh karena pola pikir atau mindset kita, dan kita pun bangkit karena mindset kita sendiri. Pelaku UMKM perempuan harus percaya diri, berani mengambil risiko, dan memaksimalkan sumber daya lokal yang ada di daerahnya,” jelas Rafika.(dan)


















