INDOPOSCO.ID — Merah Putih berkibar di tengah kesibukan pengeboran. Di lokasi yang jauh dari hiruk-pikuk perayaan kemerdekaan, kru rig Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tetap berdiri tegak mengikuti upacara bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026).
Bukan lapangan upacara yang menjadi tempat mereka memperingati kemerdekaan. Para kru menjalankan upacara di berbagai lokasi operasional, di sela tanggung jawab menjaga aktivitas pengeboran tetap berjalan.
Seragam kerja dan perlengkapan operasional menjadi bagian dari suasana peringatan. Namun, pesan yang dibawa tetap sama: kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan semangat untuk terus bekerja dan memberikan manfaat bagi negeri.
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan, momentum kemerdekaan harus menjadi energi baru bagi seluruh perwira untuk meningkatkan kontribusi melalui kerja yang andal, profesional, dan berintegritas.
“Semangat kemerdekaan harus menjadi energi bagi seluruh perwira Pertamina Drilling untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia. Di mana pun berada dan dalam kondisi apa pun, termasuk saat menjalankan tugas di rig, kita harus tetap menjunjung tinggi semangat kebangsaan, profesionalisme, keselamatan, dan integritas,” kata Avep dalam keterangannya.
Menurut Avep, upacara yang dilakukan para kru di tengah aktivitas operasional menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada bangsa dapat dilakukan dari mana saja. Termasuk dari lokasi pengeboran yang menjadi salah satu bagian penting dalam menopang kebutuhan energi nasional.
“Menjadi bagian dari pembangunan bangsa tidak selalu dilakukan di ruang-ruang formal. Para kru yang bekerja di lapangan juga memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. Semangat inilah yang harus terus kita jaga dan wariskan,” jelasnya.
Semangat tersebut sejalan dengan peran Pertamina Drilling dalam mendukung agenda energi nasional. Perusahaan terus memperkuat keandalan jasa pengeboran untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas, sekaligus menjaga kegiatan operasional berlangsung aman, efisien, dan berkelanjutan.
Bagi para kru yang bekerja di lapangan, menjaga operasional tetap berjalan juga merupakan bentuk lain dari mengisi kemerdekaan. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan standar keselamatan, kompetensi, dan integritas menjadi bagian dari kontribusi untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Saat ini, Pertamina Drilling mengelola 58 rig yang mendukung kegiatan pengeboran dan jasa energi di berbagai wilayah Nusantara. Armada tersebut terdiri atas 53 rig onshore berkapasitas 150 hingga 2.000 horsepower (HP), tiga jack-up rig, serta dua offshore workover rig.
Namun, peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya berbicara tentang pekerjaan dan pencapaian. Di tengah semangat perayaan, Pertamina Drilling juga mengajak seluruh perwiranya mengingat saudara sebangsa yang sedang menghadapi bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Avep mengajak seluruh perwira untuk sejenak menundukkan kepala dan memanjatkan doa bagi masyarakat yang terdampak. Ia berharap mereka yang berada dalam situasi sulit diberikan keselamatan, kesembuhan, ketabahan, dan kekuatan untuk bangkit.
“Semoga saudara-saudara kita yang terdampak diberikan keselamatan, kesembuhan, ketabahan, dan kekuatan untuk bangkit, serta mereka yang berpulang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Avep.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama juga merupakan bagian dari makna kemerdekaan. Sebab, semangat kebangsaan tidak berhenti ketika upacara selesai, tetapi diwujudkan melalui kepedulian dan kesediaan untuk saling menguatkan.
“Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai semangat untuk berdiri bersama, saling menguatkan, dan hadir sebagai sesama anak bangsa,” tambahnya.
Dari darat hingga lepas pantai, dari lokasi pengeboran hingga berbagai titik operasional, merah putih pada akhirnya membawa pesan yang sama: kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata.
Bagi Pertamina Drilling, berdiri di bawah kibaran merah putih di tengah tugas operasional bukan sekadar memperingati perjalanan 81 tahun Indonesia. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga energi, bekerja dengan selamat, dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri adalah bagian dari cara para pekerja ikut menjaga masa depan Indonesia. (her)























