• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Hilirisasi Butuh SDM Unggul, Menaker: Industrialisasi Tak Bisa Jalan Sendiri

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:13
in Ekonomi
pekerja

Ilustrasi pekerja perusahaan padat karya/Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hilirisasi dan industrialisasi yang tengah digenjot pemerintah tidak akan menghasilkan nilai tambah maksimal tanpa didukung tenaga kerja yang kompeten. Di tengah upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi industri di dalam negeri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam. Kemampuan mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah sangat bergantung pada kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

BacaJuga:

Wamenkop Farida Farichah Dorong Koperasi Aji Tera Klaten Tembus Pasar Global

Harga Ayam Harus Seimbang, Mendag: Peternak Untung dan Daya Beli Konsumen Terjaga

Aturan Pengangkutan Barang Impor dan Ekspor Berubah, Pelaku Usaha Perlu Ketahui 5 Poin Ini

Karena itu, menurutnya, pembangunan pekerja yang kompeten menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mendorong hilirisasi, memperkuat industrialisasi, sekaligus meningkatkan daya saing bangsa. “Tidak ada hilirisasi tanpa manusia yang mampu mengerjakannya, tidak ada industrialisasi tanpa pekerja yang kompeten, dan tidak ada kemandirian ekonomi tanpa kekuatan tenaga kerja Indonesia,” ujar Yassierli dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).

Menurut Yassierli, momentum kemerdekaan memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menentukan arah pembangunan secara mandiri. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh potensi dan sumber daya nasional dapat dikelola oleh tenaga kerja dalam negeri sehingga mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

“Kami (Kementerian Ketenagakerjaan/ Kemnaker) menetapkan 4 fokus utama, yakni membangun pekerja yang kompeten dan siap menghadapi perubahan, menciptakan pasar kerja yang adaptif, mewujudkan dunia kerja yang inklusif, serta memperkuat hubungan industrial yang harmonis,” ujarnya.

Dia menegaskan, pembangunan kompetensi tenaga kerja tidak boleh tertinggal dari perkembangan industri yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, Kemnaker terus memperkuat pelatihan vokasi, program pemagangan, sertifikasi kompetensi, serta memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.

Menurutnya, sistem pelatihan juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi, kecerdasan artifisial (AI), otomatisasi, transisi energi, hingga munculnya berbagai industri baru.

“Kita harus semakin mampu membaca perubahan kebutuhan industri agar sistem pelatihan kita tidak selalu datang terlambat. Sebab pada akhirnya, kedaulatan industri membutuhkan kedaulatan kompetensi,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas SDM, masih ujar dia, pemerintah juga terus memperkuat ekosistem pasar kerja melalui layanan informasi ketenagakerjaan, program pencocokan kerja, pemagangan, hingga peningkatan kompetensi melalui program upskilling dan reskilling.

Berdasarkan data Sakernas Mei 2026, jumlah penduduk yang bekerja telah mencapai sekitar 148 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen. Yassierli menilai, pasar kerja harus mampu mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan industri secara lebih cepat dan tepat.

Dia menambahkan, keberhasilan industrialisasi tidak hanya diukur dari bertambahnya kapasitas industri. Lebih dari itu, industrialisasi harus mampu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta mendorong kesejahteraan pekerja. (nas)

Tags: hilirisasiindustrialisasimenakersdm unggulYassierli

Berita Terkait.

wamenkop
Ekonomi

Wamenkop Farida Farichah Dorong Koperasi Aji Tera Klaten Tembus Pasar Global

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:12
mendag
Ekonomi

Harga Ayam Harus Seimbang, Mendag: Peternak Untung dan Daya Beli Konsumen Terjaga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:40
bc
Ekonomi

Aturan Pengangkutan Barang Impor dan Ekspor Berubah, Pelaku Usaha Perlu Ketahui 5 Poin Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:36
ibma
Ekonomi

Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional, Indonesia Kini Punya Indonesia Bullion Market Association

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:06
Purbaya
Ekonomi

Seluruh Fraksi Setuju, RUU Pertanggungjawaban APBN 2025 Melaju ke Paripurna

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:47
Eko-Waluyo
Ekonomi

BTN dan Revolusi Talenta, Mendorong SDM Jadi Mesin Pendapatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:35

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.