• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Estafet BI Beralih, Destry-Aida Ditantang Menentukan Arah Ekonomi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:32
in Ekonomi
Destry-Damayanti

Destry Damayanti saat menyampaikan pandangan dalam sebuah forum. Destry diusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Gubernur BI, melanjutkan estafet kepemimpinan bank sentral di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika pasar keuangan. Foto: Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan dua nama untuk mengisi pucuk pimpinan Bank Indonesia (BI) kepada DPR RI. Destry Damayanti diusulkan sebagai calon Gubernur BI, sementara Aida S. Budiman diajukan sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI.

Keduanya bukan wajah baru di panggung kebijakan moneter. Destry maupun Aida telah melewati perjalanan panjang di sektor keuangan sebelum berada di jajaran pimpinan BI. Jika mendapat persetujuan DPR, keduanya akan menjadi bagian penting dari estafet kepemimpinan bank sentral di tengah ketidakpastian ekonomi global.

BacaJuga:

Atasi Kendala Pasir, PHSS Dongkrak Produksi Sumur N-317L hingga 159 BOPD

38 UMKM Binaan Pertamina Unjuk Gigi di INACRAFT 2026, Bidik Pasar Lebih Luas

Bangun Kepercayaan dari Warung Sederhana, BRILink Agen Erni Permudah Akses Keuangan Warga hingga Layani 6 Ribu Transaksi per Bulan

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai tantangan yang akan dihadapi Destry dan Aida tidak ringan. Gejolak ekonomi global, dinamika nilai tukar, perang dagang hingga perubahan kebijakan negara-negara besar akan menjadi ujian sejak awal kepemimpinan mereka.

“Disaat dunia penuh gejolak, sejujurnya tidak mudah bagi keduanya untuk memimpin BI ke depan. Namun keduanya telah memiliki modal awal. Rekam jejak yang panjang adalah investasi kepercayaan dari para pelaku pasar, dan hal ini tidak mudah bisa dipenuhi,” kata Said dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Modal kepercayaan itu, menurut Said, tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Pengalaman dan rekam jejak menjadi penting karena pasar akan melihat sejauh mana pergantian kepemimpinan mampu menjaga kesinambungan kebijakan tanpa menimbulkan keguncangan baru.

Gambaran itu terlihat ketika Perry Warjiyo tidak lagi memimpin BI. Saat kepemimpinan sementara berada di tangan Destry bersama jajaran yang ada, pasar tidak menunjukkan gejolak berlebihan. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa kredibilitas dan kesinambungan kepemimpinan tetap terjaga.

Karena itu, pilihan Prabowo terhadap Destry dan Aida dapat dibaca sebagai keputusan yang menempatkan faktor teknokrasi di depan. Pilihan tersebut sekaligus mengirimkan pesan bahwa pemerintah tidak ingin mengganggu independensi BI, terutama ketika stabilitas pasar keuangan menjadi kebutuhan utama perekonomian nasional.

“Kita tidak ingin merusak independensi BI yang merupakan buah reformasi. Yang kita perlukan saat ini adalah peran masing-masing dengan kepemimpinan sektor keuangan yang jelas, terukur, serta memberikan kepastian arah kebijakan ke depan terhadap para pelaku pasar,” ujarnya.

Di depan Destry dan Aida, pekerjaan BI tidak hanya berkutat pada dua mandat klasik, yakni menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Perubahan regulasi membuat BI juga mendapat tanggung jawab lebih luas untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengembangkan sektor UMKM.

Namun di balik mandat yang semakin luas, ada pekerjaan mendasar: Indonesia dinilai belum memiliki “core kebijakan” yang benar-benar menjadi kompas arah kebijakan moneter. Di tengah perubahan ekonomi global yang cepat, bank sentral membutuhkan pijakan jelas untuk menentukan kapan harus menguatkan atau memberi ruang pelemahan rupiah.

Tiongkok dapat menjadi salah satu contoh. Negara tersebut cenderung menjaga Yuan tetap kompetitif terhadap dolar AS sehingga produk ekspornya semakin kompetitif di pasar global. Dampaknya terasa luas hingga Amerika Serikat merespons derasnya arus produk Tiongkok dengan berbagai hambatan perdagangan yang berkembang menjadi perang dagang.

Situasi berbeda terjadi di Amerika Serikat. Sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada 2022 dan memicu lonjakan harga berbagai komoditas global, AS menghadapi tekanan inflasi sekaligus persoalan defisit perdagangan. Dalam situasi itu, kebijakan yang mendorong penguatan dolar menjadi salah satu bagian respons ekonominya.

Dari dua pendekatan tersebut, Indonesia memiliki pertanyaan besar yang harus segera dijawab. Belum terlihat narasi kebijakan yang cukup kuat untuk mengerangkai hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter dalam satu arah ekonomi nasional. Karena itu, Menteri Keuangan dan pimpinan BI yang baru perlu duduk bersama merumuskan core policy sebagai pijakan bersama.

Apakah Indonesia ingin memperbesar ekspansi ekspor komoditas dan memperkuat daya saing produk nasional? Jika pilihan itu diambil, kebijakan nilai tukar membutuhkan ruang pelemahan rupiah yang tetap terukur agar tidak menjadi sumber tekanan baru terhadap inflasi.

Atau Indonesia justru ingin menempatkan pengendalian inflasi pangan dan energi sebagai prioritas utama? Mengingat sejumlah kebutuhan tersebut masih bergantung pada impor, pilihan itu membutuhkan rupiah yang relatif lebih kuat. Setiap opsi membawa konsekuensi berbeda terhadap pertumbuhan, daya beli, ekspor maupun stabilitas harga.

“Hal inilah yang perlu dirumuskan oleh Menteri Keuangan dan Gubernur BI ke depan. Orkestrasi ini penting, sekaligus untuk mengirim sinyal ke pasar tentang arah kebijakan moneter ke depan,” kata Said.

Menurut Said, koordinasi tersebut semestinya lebih mudah dibangun karena hubungan antara Purbaya, Menteri Keuangan, dan Destry telah terjalin cukup lama. Bahkan, ia menggambarkan keduanya memiliki kedekatan yang sangat kuat dalam hubungan kerja.

“Saya percaya, mengingat relasi Purbaya, Menteri Keuangan, dan Destry, calon Gubernur BI, sudah terjadi lama, bahkan bisa jadi mereka berdua sudah level soulmate. Harusnya tidak sulit bagi keduanya untuk bekerja bersama, merumuskan core kebijakan, dan berbagi peran,” tutupnya.

Bagi Indonesia, tantangan ke depan bukan sekadar siapa yang duduk di kursi Gubernur BI atau Deputi Gubernur Senior. Yang lebih penting adalah bagaimana Destry dan Aida, bersama Menteri Keuangan, mampu membangun orkestrasi kebijakan yang memberikan arah jelas kepada pasar. Di tengah dunia yang bergerak cepat, pasar membutuhkan kepastian, bukan sekadar pergantian nama di pucuk pimpinan.(her)

Tags: Aida S BudimanBank IndonesiaDestry DamayantiDPR RIPrabowo

Berita Terkait.

phss
Ekonomi

Atasi Kendala Pasir, PHSS Dongkrak Produksi Sumur N-317L hingga 159 BOPD

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:06
pertamina
Ekonomi

38 UMKM Binaan Pertamina Unjuk Gigi di INACRAFT 2026, Bidik Pasar Lebih Luas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:11
brii
Ekonomi

Bangun Kepercayaan dari Warung Sederhana, BRILink Agen Erni Permudah Akses Keuangan Warga hingga Layani 6 Ribu Transaksi per Bulan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:52
halal
Ekonomi

Pemerintah, MUI dan Ormas Islam Kompak Kawal Implementasi Wajib Halal 18 Oktober 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:32
tas
Ekonomi

Dari Aksara Lontara Jadi Produk Fesyen, UMKM Makassar Ini Tumbuh bersama Linkumkm by BRI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:12
bbri
Ekonomi

BRI Tawarkan Lebih dari 5 Ribu Aset dalam Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:18

OLAHRAGA

bri
Olahraga

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Editor Dilianto
Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19

INDOPOSCO.ID – Menjelang ajang MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melatih 500...

SelengkapnyaDetails
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    897 shares
    Share 359 Tweet 224
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.