INDOPOSCO.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat implementasi keselamatan migas sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan infrastruktur gas bumi nasional dan mendukung ketahanan energi Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) dan budaya keselamatan di seluruh rantai bisnis perusahaan.
Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Audiensi Umum dengan Pembina Sektor Keselamatan Hilir Migas di lingkungan Subholding Gas PGN yang berlangsung di Kantor Pusat PGN, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas Kementerian ESDM, Joko Hadi Wibowo, yang memaparkan arah kebijakan pemerintah terkait penguatan regulasi keselamatan migas, implementasi SMKM, serta strategi mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Dalam paparannya, Joko menegaskan keselamatan merupakan salah satu fondasi utama dalam penyelenggaraan kegiatan usaha migas. Menurutnya, penerapan SMKM secara konsisten dan penguatan budaya keselamatan menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan pasokan energi sekaligus melindungi pekerja, masyarakat, serta lingkungan.
“Keselamatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan kegiatan usaha migas. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) yang konsisten serta penguatan budaya keselamatan menjadi kunci untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan, sekaligus menjaga keandalan instalasi serta keberlangsungan pasokan energi nasional,” ujarnya.
Joko menambahkan, sinergi antara regulator dan badan usaha perlu terus diperkuat agar budaya keselamatan menjadi bagian yang melekat dalam setiap aktivitas operasional sektor migas.
Audiensi tersebut juga dihadiri jajaran Direksi PGN, di antaranya Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta, Direktur Manajemen Risiko Eri Surya Kelana, Direktur Komersial Aldiansyah Idham, serta para pimpinan dan Kepala Teknik di lingkungan Subholding Gas.
Mewakili manajemen PGN, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis, Mirza Mahendra mengatakan keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan jaringan infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam menjalankan operasional Subholding Gas. Implementasi HSSE tidak hanya menjadi kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi budaya kerja yang terus kami perkuat agar seluruh infrastruktur gas bumi dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan dalam melayani kebutuhan energi nasional,” katanya.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN mengoperasikan infrastruktur gas bumi yang tersebar di 18 provinsi dan melayani berbagai segmen pelanggan melalui jaringan pipa maupun layanan beyond pipeline. Untuk menjaga keandalan operasional, perusahaan menerapkan HSSE secara menyeluruh mulai dari pengelolaan pasokan, transmisi, distribusi, LNG, CNG, hingga pengolahan gas bumi.
Penguatan budaya keselamatan dilakukan melalui implementasi SMKM, Management Walkthrough (MWT), CEO Safety Talk, Management on Duty (MoD), peningkatan kompetensi pekerja, pengelolaan risiko, serta evaluasi berkala terhadap keandalan aset dan instalasi.
Langkah tersebut juga tercermin pada capaian kinerja HSSE perusahaan. Hingga Mei 2026, PGN membukukan lebih dari 484 juta Safe Man Hours, melaksanakan 48 Management Walkthrough dan 23 Management on Duty, serta meraih berbagai penghargaan keselamatan migas, antara lain 15 Patra Nirbhaya dan 5 Patra Karya Raksa.
Di bidang lingkungan, sejumlah entitas Subholding Gas juga memperoleh 4 PROPER Emas dan 5 PROPER Hijau, sebagai pengakuan atas keberhasilan perusahaan dalam mengelola aspek lingkungan dan keselamatan secara berkelanjutan.
Melalui sinergi dengan Ditjen Migas, PGN juga memperkuat implementasi berbagai ketentuan keselamatan, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan budaya keselamatan, pengelolaan risiko, inspeksi dan pemeriksaan instalasi, hingga peningkatan keandalan infrastruktur gas bumi sesuai regulasi yang berlaku.
Ke depan, PGN menegaskan akan terus memperkuat implementasi HSSE melalui kolaborasi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga operasional perusahaan tetap aman, andal, efisien, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.(srv)


















