INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperkuat kapasitas operasionalnya untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional. Anak usaha Subholding Upstream Pertamina itu menambah empat unit mobile rig baru yang akan digunakan untuk mempercepat pencapaian target pengeboran sumur milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Penambahan armada tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasi pengeboran sekaligus mendukung agenda pemerintah memperkuat ketahanan dan swasembada energi nasional.
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan, empat rig baru tersebut memiliki kapasitas 350 horsepower (HP) dengan teknologi fully electric, menjadikannya rig pertama milik perusahaan yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.
Selain lebih ramah lingkungan, rig tersebut juga dilengkapi Joy Stick System yang meningkatkan fleksibilitas operasional serta mempercepat proses mobilisasi di lapangan.
“Rig baru ini berkapasitas 350 HP dengan tipe mobile rig, merupakan rig pertama yang fully electric, lebih ramah lingkungan, dengan menggunakan Joy Stick System sehingga lebih fleksibel dalam operasional. Mobilisasi rig menjadi lebih cepat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya,” ujar Avep dalam keterangannya, dikutip Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, penggunaan mobile rig memberikan keunggulan dibandingkan rig konvensional karena proses perpindahan dari satu lokasi pengeboran ke lokasi lainnya dapat dilakukan lebih cepat dan praktis. Efisiensi tersebut diharapkan mampu mempercepat siklus pengeboran serta meningkatkan produktivitas operasi.
Avep menambahkan, keempat rig tersebut diprioritaskan untuk mendukung pencapaian target pengeboran sumur yang dikelola Pertamina Hulu Rokan sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional.
“Keempat rig ini kami siapkan untuk mendukung pencapaian target pengeboran sumur milik Pertamina Hulu Rokan, sehingga produksi migas nasional dapat terus terjaga,” katanya.
Ia menegaskan, peningkatan kapasitas armada merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kemampuan nasional di sektor jasa pengeboran.
“Pertamina Drilling berkomitmen untuk terus mendukung kemandirian energi negeri melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas operasional,” jelas Avep.
Selama hampir dua dekade beroperasi, Pertamina Drilling berkembang menjadi salah satu perusahaan jasa pengeboran terbesar di Asia Tenggara. Saat ini perusahaan mengoperasikan 58 rig darat (onshore) dengan kapasitas mulai 300 hingga 2 ribu HP, dua rig offshore workover berkapasitas 550 HP, serta tiga jack-up rig hasil kolaborasi strategis dengan perusahaan internasional ADES.
Kapasitas tersebut memperkuat kemampuan Pertamina Drilling dalam menangani proyek-proyek pengeboran berskala besar dengan standar internasional.
Tak hanya menyediakan layanan pengeboran konvensional, perusahaan juga menawarkan lebih dari 16 jenis jasa associated drilling melalui skema Integrated Project Management (IPM). Model layanan ini mengintegrasikan berbagai teknologi dan keahlian untuk menciptakan proses pengeboran yang lebih cepat, efisien, aman, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Saat ini Pertamina Drilling menangani berbagai proyek strategis di lingkungan Subholding Upstream Pertamina yang tersebar di Regional 1 hingga Regional 4, mencakup wilayah operasi dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Dengan penambahan empat mobile rig generasi terbaru, perusahaan optimistis dapat semakin meningkatkan kapasitas layanan pengeboran sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap peningkatan produksi migas nasional.
Langkah tersebut juga makin menegaskan posisi Pertamina Drilling sebagai pemain utama industri jasa pengeboran di kawasan Asia Tenggara yang terus mengedepankan inovasi teknologi, efisiensi operasional, dan praktik bisnis yang berkelanjutan dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.(rmn)


















