• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

GEMPITA Sikapi Serius Polekmik Kementan Dengan Tempo

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 4 November 2025 - 19:17
in Nasional
GEMPITA

ilustrasi /istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) menyikapi serius polemik yang terjadi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Majalah Tempo. Langkah Kementan melayangkan gugatan perdata atas pemberitaan Tempo edisi  yang berjudul “Poles-Poles Beras Busuk” adalah langkah yang tepat, konstitusional, dan harus didukung.

“Kami melihat ini bukan sekadar urusan antara Kementan dan Tempo, tetapi telah menyentuh marwah dan kehormatan petani Indonesia,” ulas Ibrahim Asnawi, Koordinator Nasional GEMPITA.

BacaJuga:

Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Fungsional, Mendagri Tekankan Pentingnya Rotasi dan Penyegaran Organisasi

RPP Kesehatan Dituai, Kemenkes Dituding Abaikan Putusan MK

Biodiversitas Tak Bisa Diselamatkan Sendirian, ICTB 2026 Satukan Sains hingga Masyarakat

Judul berita yang provokatif dan isi pemberitaan yang dinilai tendensius tidak hanya menyerang institusi Kementan atau pribadi Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Lebih jauh dari itu, Pemberitaan tersebut secara tidak langsung menganggap Petani Indonesia tidak mampu menciptakan beras berkualitas untuk masyarakat indonesia, narasi seperti ini sama dengan menghina dan merendahkan warisan nenek moyang bangsa agraris.

“Bagi kami di GEMPITA, program bantuan (seperti pupuk, alsintan, benih) adalah instrumen negara untuk hadir membantu petani meningkatkan produksi dan kesejahteraan. Ketika media membingkainya dengan narasi “Poles-Poles Beras Busuk”, itu sama saja dengan menuduh bahwa apa yang dihasilkan oleh petani indonesia adalah beras yang tidak layak untuk di konsumsi. Ini adalah penghinaan terhadap kerja keras seluruh petani indonesia,” tuturnya.

Pihaknya mengaku sangat menghormati kebebasan pers. Pers adalah pilar keempat demokrasi yang wajib dijaga. Namun, kebebasan pers bukanlah kebebasan absolut untuk menghakimi. Kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab, objektivitas, dan keberimbangan sesuai amanat Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Sebagaimana yang kami pahami dari fakta yang ada, pihak kementerian telah memberikan 13 poin jawaban dan konfirmasi kepada Tempo. Namun, fakta tersebut tampaknya tidak disajikan secara proporsional dalam laporan investigasi mereka. Jika ini benar, Tempo telah gagal memenuhi prinsip cover both sides secara adil,” ujarnya.

Langkah Kementan menggunakan Gugatan Perdata dianggap langkah yang sangat elegan. Ini bukan pembredelan pers, seperti yang dituduhkan sebagian pihak. Ini adalah upaya uji kebenaran (verifikasi) secara terbuka, sesuai dengan mekanisme yang diatur oleh undang-undang.

Saat ini, sektor pertanian sedang berjuang keras di bawah ancaman krisis pangan global, dampak El Nino, serta krisis regenerasi petani. pemberitaan dengan narasi “Poles-Poles Beras Busuk” seperti ini sama saja ingin menghinakan hasil seluruh petani indonesia dan mematahkan semangat 160 juta petani indonesia, yang mana jika mereka ini dikorbankan efeknya adalah Regenerasi Petani yang akan semakin jauh dari harapan, jika itu terjadi maka Tempo sama saja ingin membunuh warisan nenek moyang kita, yang mana indetitas indonesia sebagai bangsa agraris hilang tak terdengar. Apa yang kami butuhkan adalah pemberitaan yang konstruktif dan optimisme, bukan narasi negatif yang justru mematahkan semangat juang petani dan menghilangkan minat anak muda untuk kembali menghidupkan lahan-lahan nenek moyang mereka.

“GEMPITA berdiri bersama Kementan dalam memperjuangkan kebenaran, ini sebagai langkah menjaga warisan sejarah nenek moyang kita semua. Kami meminta Tempo untuk lebih bijak dan objektif. Jangan korbankan kehormatan jutaan petani Indonesia hanya demi sebuah sensasi jurnalistik,” katanya.

“Kami menuntut pers untuk kembali ke khittahnya: menjadi mitra kritis pembangunan, bukan menjadi “algojo” yang meruntuhkan moral bangsa, terutama moral para petani yang menjadi garda terdepan ketahanan pangan nasional,” pungkas Ibrahim Asnawi. (srv)

Tags: GEMPITAPolekmik KementanTempo

Berita Terkait.

Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Fungsional, Mendagri Tekankan Pentingnya Rotasi dan Penyegaran Organisasi
Nasional

Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Fungsional, Mendagri Tekankan Pentingnya Rotasi dan Penyegaran Organisasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:43
joni
Nasional

RPP Kesehatan Dituai, Kemenkes Dituding Abaikan Putusan MK

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:08
bio
Nasional

Biodiversitas Tak Bisa Diselamatkan Sendirian, ICTB 2026 Satukan Sains hingga Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:07
Theddeus Octavianus Hari Prasetyono
Nasional

MGBKI Minta Revisi PP 28/2024 Dikawal Ketat, Ini Alasannya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:15
Siswa Sekolah
Nasional

Pendidikan Papua Barat Hanya Ramai di Kota, DPD RI: Kami Kawal Sasar hingga ke Pinggiran

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:15
HUT Ke-81 TNI
Nasional

HUT ke-81 TNI, Prabowo Tekankan Kekuatan Tentara Bukan Sekadar Senjata

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:49

OLAHRAGA

120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit
Olahraga

120 Bikers Gaspol ke Mandalika, Pertamina Bawa Semangat Komunitas hingga ke Sirkuit

Editor Ali Rachman
Senin, 5 Oktober 2026 - 17:17

INDOPOSCO.ID - Bukan sekadar perjalanan dari Jakarta menuju Lombok. Sebanyak 120 pengendara dari berbagai komunitas roda dua bersiap menempuh perjalanan...

SelengkapnyaDetails
Hadapi Thailand di GBK, DPR Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Buang Peluang

Hadapi Thailand di GBK, DPR Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Buang Peluang

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:05
bolaa

Final FIFA ASEAN Cup: Polisi Siapkan Pengamanan Ketat Indonesia vs Thailand di GBK

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:24
asian

Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Ungkap Kunci Sukses Tim Indonesia

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:32
diks

Kevin Diks Ungkap Modal Garuda Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3899 shares
    Share 1560 Tweet 975
  • Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2704 shares
    Share 1082 Tweet 676
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1190 shares
    Share 476 Tweet 298
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    962 shares
    Share 385 Tweet 241
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    767 shares
    Share 307 Tweet 192
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.