• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Di Tengah Perang Dagang AS–Tiongkok, Indonesia Tetap Resilien

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 22 September 2025 - 15:15
in Ekonomi
as

Ilustrasi - Perang dagang AS–Tiongkok menciptakan ketidakpastian yang berdampak luas ke pasar global. Foto: ANTARA via REUTERS/Jason Lee/Illustration (REUTERS/JASON LEE)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Arah baru kebijakan moneter global memberi angin segar bagi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Perubahan sikap bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), menjadi sorotan utama setelah mulai memangkas suku bunga acuan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai langkah tersebut sebagai tanda positif bagi stabilitas dan prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.

BacaJuga:

Laba Bersih Melonjak, MedcoEnergi Raup USD67 Juta di Kuartal 1 2026

Menuju Kekuatan Ekonomi Dunia, Prabowo Andalkan Hilirisasi Berbasis Teknologi

Genjot Cofiring, PLN NP Tegaskan Posisi sebagai Motor Transisi Energi

“Dalam beberapa waktu terakhir, kami mulai melihat perkembangan positif dinamika perekonomian global. Paling update adalah stance kebijakan The Fed yang memangkas suku bunga acuan akibat perlambatan di pasar tenaga kerja,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin (22/9/2025).

Pada rapat FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) tanggal 17 September 2025, Purbaya menjelaskan bahwa The Fed menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen. Langkah ini diambil karena risiko pelemahan pasar tenaga kerja dipandang lebih besar ketimbang inflasi yang masih berada di atas target.

“Di sisa tahun 2025, The Fed diperkirakan masih akan melakukan dua kali pemangkasan. Keputusan ini penting untuk meredam tekanan eksternal, terutama di pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti kinerja ekonomi berbagai negara yang tetap tangguh hingga triwulan II-2025, meskipun AS memberlakukan tarif resiprokal yang tinggi. Indonesia, lanjutnya, termasuk dalam kelompok negara yang resilien menghadapi tekanan global.

Optimisme juga datang dari lembaga internasional. “Dengan berbagai latar belakang global tersebut, IMF (Dana Moneter Internasional) merevisi ke atas outlook ekonomi global. Indonesia termasuk negara yang mengalami revisi ke atas, dengan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan naik menjadi 4,8 persen pada 2025, dari sebelumnya 4,7 persen,” terangnya.

Meski begitu, Purbaya mengingatkan bahwa tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok masih menjadi faktor risiko utama. “Dinamika ini perlu terus dipantau dan dimitigasi,” tegasnya.

Dengan prospek yang kian positif, Indonesia diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global, sebuah peluang yang patut dimanfaatkan dengan penuh kehati-hatian. (her)

Tags: AS–TiongkokPerang DagangResilien

Berita Terkait.

Laba Bersih Melonjak, MedcoEnergi Raup USD67 Juta di Kuartal 1 2026
Ekonomi

Laba Bersih Melonjak, MedcoEnergi Raup USD67 Juta di Kuartal 1 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:06
Hari Buruh 2026, DPR Dorong Pemerintah Bentuk Satgas PHK yang Pernah Dijanjikan Setahun Lalu
Ekonomi

Menuju Kekuatan Ekonomi Dunia, Prabowo Andalkan Hilirisasi Berbasis Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:03
Genjot Cofiring, PLN NP Tegaskan Posisi sebagai Motor Transisi Energi
Ekonomi

Genjot Cofiring, PLN NP Tegaskan Posisi sebagai Motor Transisi Energi

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:04
PLN EPI
Ekonomi

Biomassa Naik Kelas, Kolaborasi PLN-ITB Dorong Desa Jadi Produsen Energi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:43
cilacap
Ekonomi

Hilirisasi Jadi Senjata Baru, Prabowo Ingin Kekayaan RI Tinggal di Dalam Negeri

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:06
PTBA
Ekonomi

Efisiensi dan Ketahanan Operasional Dorong Kinerja Stabil PTBA di Kuartal I 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:25

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2557 shares
    Share 1023 Tweet 639
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1558 shares
    Share 623 Tweet 390
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.