INDOPOSCO.ID – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong Usaha Kecil, Menengah (UKM) dan koperasi di Magelang untuk mengembangkan berbagai produk turunan sawit, meski wilayah tersebut bukan daerah penghasil kelapa sawit.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Workshop Pemberdayaan UKM dan Koperasi Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 bertema “Inovasi Produk Turunan Sawit untuk Pelaku UKMK” di Magelang baru-baru ini.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan, industri sawit menawarkan banyak peluang usaha yang dapat dimanfaatkan pelaku UKM dan koperasi. Menurutnya, keterbatasan bahan baku tidak lagi menjadi hambatan karena rantai pasok sawit nasional telah terhubung dengan baik.
“Ada potensi-potensi di kelapa sawit ini yang bisa diusahakan oleh UKM dan koperasi, termasuk di Magelang. Walaupun di Magelang tidak ada kelapa sawit, isu keberadaan bahan bakunya karena kita sudah terkoneksi menjadi tidak relevan,” kata Helmi secara daring, Selasa (16/6/2026).
Helmi menyatakan, pengembangan UKM dan koperasi berbasis sawit sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.
“Salah satu yang bisa mendukung itu adalah ketika ekonomi rakyat kita bergerak. Oleh karena itu, kami ingin menginspirasi UKM dan koperasi di Magelang agar bisa berinovasi membangun ekonomi berbasis sawit,” jelasnya.
BPDP mendukung pengembangan UKM dan koperasi berbasis kelapa sawit melalui berbagai program, termasuk Inkubasi bisnis UMK dan koperasi perkebunan yang memberikan pendampingan mulai dari pengembangan produk, penguatan kapasitas usaha, hingga perluasan akses pasar.
Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui pelatihan dan workshop inovasi produk turunan sawit, seperti sabun, kosmetik, hingga kerajinan, serta fasilitasi promosi melalui berbagai pameran dan expo, etalase permanen di Gedung SMESCO Jakarta, dan katalog produk UKM dan koperasi kelapa sawit.(dan)











