INDOPOSCO.ID – Transformasi digital kini bukan lagi sekadar tren global, melainkan telah menjadi fondasi baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing suatu negara. Indonesia pun berupaya mengambil peran strategis dengan mempercepat pembangunan ekosistem digital melalui penguatan infrastruktur, pengembangan kecerdasan buatan / Artificial Intelligence (AI), industri semikonduktor, hingga penciptaan talenta digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masa depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih berada pada jalur yang kuat. Berbagai indikator makro dinilai tetap stabil dan menjadi modal penting untuk menjaga optimisme di tengah dinamika ekonomi global.
“Ketahanan ekonomi Indonesia didukung oleh berbagai indikator makro yang tetap terjaga, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata global, inflasi yang terkendali pada level 2,88 persen, serta terus meningkatnya investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja,” kata Airlangga dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (6/8/2026).
Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga terus memperbesar ruang masuknya investasi melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk memperluas pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agar laju pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga.
“Pemerintah pun terus mendorong investasi melalui berbagai instrumen, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuhnya.
Menurut Airlangga, percepatan ekonomi digital tidak akan berjalan optimal tanpa fondasi energi yang memadai. Ketersediaan energi menjadi faktor utama yang menopang berkembangnya berbagai teknologi masa depan, mulai dari pusat data, quantum computing, hingga pemanfaatan AI dalam berbagai sektor.
“Indonesia memiliki keunggulan berupa sumber energi domestik, potensi energi surya, serta konektivitas digital yang terus berkembang sehingga menjadi modal penting dalam mempercepat transformasi digital nasional,” jelasnya.
Lebih jauh, Airlangga menyebut target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen membutuhkan mesin pertumbuhan baru yang bertumpu pada pengembangan data center, AI, industri semikonduktor, serta penguatan talenta digital. Indonesia dinilai memiliki keunggulan kompetitif berkat dukungan lahan yang memadai, pasokan energi, ketersediaan air, hingga jaringan konektivitas digital yang terus berkembang melalui serat optik maupun satelit.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk mempercepat pengembangan industri semikonduktor dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia digital. Salah satunya melalui kerja sama internasional yang mencakup rencana pembukaan kampus Indian Institute of Technology di Indonesia guna memperkuat ekosistem talenta digital nasional.
“Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama internasional di bidang ekonomi digital dengan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ditargetkan menjadi perjanjian multilateral ekonomi digital pertama di dunia dengan potensi mendorong nilai ekonomi digital ASEAN mencapai USD2 triliun pada tahun 2030,” tutur Airlangga.
Selain memperkuat kerja sama di tingkat regional, Indonesia juga telah bergabung sebagai negara pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbesar peran Indonesia dalam penyusunan tata kelola AI global sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang teknologi digital.
“Ini adalah the golden moment. Dan saya juga ingatkan golden moment ini tidak lama. Kita harus kejar dalam tiga sampai empat tahun ke depan, karena inilah kesempatan bagi Indonesia. Apakah Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan tersebut? Apakah Indonesia bisa menjadi terang dari sisi digital?” ungkapnya.
“Untuk mewujudkannya, kita membutuhkan energi. Dengan energi kita dapat memperkuat digitalisasi, mendorong manufaktur, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memastikan keamanan siber tetap terjaga,” tambahnya. (her)


















