• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Emas Tak Lagi Seksi? Harga Acuan Ekspor dan Referensi Kompak Melorot

Nasuha Editor Nasuha
Rabu, 17 Juni 2026 - 02:20
in Ekonomi
Emas-Antam

Ilustrasi emas Antam. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kilau emas tampaknya mulai meredup. Melemahnya permintaan global terhadap logam mulia itu membuat pemerintah menurunkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) emas untuk periode kedua Juni 2026.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan HPE emas sebesar USD 143.190,64 per kilogram. Angka tersebut turun 3,51 persen dibandingkan periode pertama Juni 2026 yang mencapai USD 148.396,49 per kilogram.

BacaJuga:

Bukan Daerah dengan Potensi Sawit, Magelang Justru Didorong Jadi Pusat Inovasi

Pemilu Tinggal Klik, DPR Minta Anggaran E-Voting Masuk Rencana 2027

Soroti Pembentukan DSI, Apcasi: Cerminan Ketidakjelasan Arah Kebijakan Ekspor SDA

Tak hanya itu, HR emas juga ikut terkoreksi dari USD 4.615,65 per troy ounce (t oz) menjadi USD 4.453,73 per t oz.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1453 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Aturan itu berlaku untuk periode 15 hingga 30 Juni 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan penurunan harga emas dipicu oleh masih tingginya suku bunga di sejumlah negara maju.

“Penurunan HPE dan HR emas pada periode kedua Juni 2026 terjadi akibat kebijakan suku bunga di berbagai negara maju yang berada pada level tinggi sehingga menekan harga emas,” ujar Tommy dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, tingginya suku bunga membuat investor mulai mengalihkan dana ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih menarik dibanding emas. Akibatnya, minat terhadap logam mulia sebagai aset investasi mengalami penurunan.

Di sisi lain, aktivitas pembelian emas dunia juga cenderung melambat di tengah volatilitas pasar internasional yang masih berlangsung. Kondisi tersebut diperparah dengan pasokan emas yang relatif stabil sehingga memicu koreksi harga di pasar global.

“Pasokan emas tetap terjaga sementara permintaan melemah. Kondisi ini mendorong penyesuaian harga internasional yang kemudian berdampak pada penurunan HPE dan HR emas,” jelas Tommy.

Ia menambahkan, penetapan HPE dan HR emas dilakukan berdasarkan data serta masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).

Selain itu, lanjutnya, proses penetapan harga juga melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Perindustrian.

Menurut dia, turunnya harga acuan tersebut menjadi sinyal bahwa pasar emas global tengah menghadapi tekanan. Baik dari kombinasi tingginya suku bunga dan melambatnya permintaan investor terhadap aset safe haven yang selama ini menjadi primadona saat ketidakpastian ekonomi meningkat.(nas)

Tags: eksporemasKemendag RIlogam mulia

Berita Terkait.

Workshop
Ekonomi

Bukan Daerah dengan Potensi Sawit, Magelang Justru Didorong Jadi Pusat Inovasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:57
E-Voting
Ekonomi

Pemilu Tinggal Klik, DPR Minta Anggaran E-Voting Masuk Rencana 2027

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:46
Lahan-Sawit
Ekonomi

Soroti Pembentukan DSI, Apcasi: Cerminan Ketidakjelasan Arah Kebijakan Ekspor SDA

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:06
PTK Pacu Profit dan Transformasi, Siap Hadapi Era Digitalisasi serta Energi Rendah Karbon
Ekonomi

PTK Pacu Profit dan Transformasi, Siap Hadapi Era Digitalisasi serta Energi Rendah Karbon

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:04
Wamenkop Tekankan Profesionalisme Koperasi Pesantren agar Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi

Wamenkop Tekankan Profesionalisme Koperasi Pesantren agar Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:02
BMKG Catat 13 Gempa Susulan di Palu, Warga Diimbau Tetap Waspada
Ekonomi

PLN EPI Kembangkan Madu Kelulut di Kutai Kartanegara, Bidik Ekonomi Hijau Berbasis Warga

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:01

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7105 shares
    Share 2842 Tweet 1776
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    917 shares
    Share 367 Tweet 229
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.