• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemerintah Didesak Tinjau Ulang Regulasi Industri Kayu

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 9 September 2025 - 18:45
in Nasional
WAHY6824

Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) menyelenggarakan diskusi publik bertema “Ketelusuran Industri Kayu Indonesia: Tantangan dan Solusi” di Jakarta pada Senin, (8/8/2025).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Berbagai isu dalam industri kayu nasional, mencakup aspek regulasi, investasi hingga masalah deforestasi menjadi sorotan sejumlah pakar di bidang kehutanan dan ekonomi. Ini terungkap dalam diskusi publik bertema “Ketelusuran Industri Kayu Indonesia: Tantangan dan Solusi” yang digelar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) di Jakarta pada Senin, (8/8/2025).

Prof Sudarsono Sudomo, Ahli Kehutanan dari IPB, menyatakan bahwa berbagai regulasi di sektor kayu justru cenderung membebani pelaku industri, terutama di tingkat lapangan, karena manfaat yang diberikan tidak sebanding dengan biaya yang ditimbulkan.

BacaJuga:

DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

Respons Kapolri Soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa

Perempuan Disekap dan Disiksa di Bandung, DPD RI: Negara Jangan Kalah dari Pelaku

Salah satu contoh yang ia soroti adalah penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Menurutnya, sistem ini belum dirasakan secara nyata manfaatnya oleh petani atau pelaku kecil di sektor hulu.

“Setiap regulasi pasti membawa konsekuensi biaya. Bila manfaatnya lebih besar, tentu bisa diterima. Tapi kenyataannya, beban yang muncul seringkali justru melebihi nilai manfaatnya. Banyak petani hanya mengurus SVLK jika ada bantuan. Bahkan tak sedikit yang tidak tahu keberadaan sertifikatnya,” jelas Sudarsono.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa deforestasi tidak semata-mata disebabkan oleh aktivitas pengusahaan hutan alam, melainkan lebih sering terjadi akibat perubahan fungsi lahan untuk kepentingan lain seperti perkebunan atau pembangunan.

“Hutan alam itu bisa diperbaharui secara biologis, tapi belum tentu dari sisi keuangan. Dengan pengelolaan yang baik, hutan bisa pulih kembali. Sayangnya, insentif ekonomi di sektor ini sangat minim dibanding sektor lain seperti perkebunan atau perikanan,” tambahnya.

Ia juga memaparkan bahwa sejak 1990 hingga 2023, terjadi penurunan drastis pada jumlah perusahaan, luas konsesi, serta volume produksi kayu. Dari sekitar 600 unit usaha hutan alam, kini hanya tersisa sekitar 250 yang masih beroperasi. Minimnya investasi menjadi salah satu penyebab utama kemunduran ini.

“Tanpa investasi, sektor kehutanan tak akan bergerak. Saat ini, investasi PMDN di bidang ini sangat rendah. Satu triliun rupiah hanya mampu menciptakan sekitar 1.500 lapangan kerja. Padahal keberlanjutan industri sangat tergantung pada suntikan modal,” tegasnya.

Sementara itu, Petrus Gunarso PhD seorang pengamat kehutanan, turut mengkritisi isu ketelusuran kayu (traceability) yang sering diangkat oleh LSM internasional. Ia menilai, definisi deforestasi kerap disalahartikan.

“Apakah perubahan dari hutan alam ke hutan tanaman bisa disebut deforestasi? Menurut WWF, iya. Padahal secara produktivitas, hutan tanaman seperti eukaliptus bisa dipanen dalam waktu enam tahun, lebih efisien dari sisi produksi,” ungkap Petrus.

Ia juga menyayangkan narasi media asing yang kerap menyudutkan produk kayu Indonesia.

“Sebagian besar ekspor ke Amerika berasal dari kayu IPK (Izin Pemanfaatan Kayu) hasil pembukaan lahan HTI. Itu legal. Tapi seringkali diberitakan seolah-olah terjadi pembalakan liar masif,” lanjutnya.

Dari perspektif ekonomi, Nailul Huda dari Center of Economic and Law Studies (Celios) menyebutkan bahwa sektor kehutanan dan industri kayu kini tergolong sebagai industri matahari terbenam (sunset industry). Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menurun dari 0,7 persen menjadi 0,36 persen.

“Investasi domestik hanya sekitar 1 persen, sedangkan investasi asing bahkan lebih kecil lagi, hanya 0,02 persen. Ini mencerminkan rendahnya daya tarik sektor ini bagi investor. Padahal jika dikelola secara optimal, potensi ekonominya sangat besar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa walau produksi kayu meningkat, sektor hilir seperti industri gergajian dan plywood justru menunjukkan penurunan. Kinerja ekspor juga terus menurun dalam empat tahun terakhir, meskipun sempat tumbuh selama satu dekade sebelumnya.

Diskusi ini pun menyoroti perlunya evaluasi regulasi, penguatan investasi, serta pengembangan strategi baru untuk mendukung keberlanjutan sektor kehutanan. Para pembicara menyepakati bahwa kebijakan yang ada saat ini masih terlalu birokratis dan belum berpihak pada pengembangan industri maupun kesejahteraan masyarakat.

“Kalau hutan bisa memberi kesejahteraan, maka masyarakat akan menjaga dan melestarikannya. Yang dibutuhkan sekarang adalah regulasi yang solutif, bukan yang justru mengekang pertumbuhan sektor ini,” tutup Prof. Sudarsono. (aro)

Tags: forwatanHutanindustri kayu nasionalpertanianSistem Verifikasi Legalitas KayuSVLK

Berita Terkait.

ASN
Nasional

DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:09
Kapolri
Nasional

Respons Kapolri Soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:47
Kekerasan
Nasional

Perempuan Disekap dan Disiksa di Bandung, DPD RI: Negara Jangan Kalah dari Pelaku

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:46
Dedi-P
Nasional

Wakapolri: Polri Fasilitasi 4.216 Buruh Korban PHK Kembali Bekerja

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:45
DPO
Nasional

Komnas Perempuan Kecam Penganiayaan di Bandung: Ini Kekerasan Sistematis, Bukan Kasus Asmara

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:34
riset
Nasional

Dana Riset 4 Triliun Digelontorkan, Kampus Ditantang Tak Sekadar Produksi Jurnal

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:52

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Hasil Piala Dunia: Cetak Brace saat Argentina Tekuk Austria, Messi Pecahkan Rekor

    812 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda
Olahraga

Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda

Editor Dilianto
Selasa, 23 Juni 2026 - 20:09

INDOPOSCO.ID – Lionel Messi kembali menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia. Bintang Argentina itu resmi melampaui catatan gol legendaris...

SelengkapnyaDetails
amine

Hasil Piala Dunia: Comeback Atas Yordania, Aljazair Jaga Asa ke Fase Gugur

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:03
didier

Hasil Piala Dunia : Perancis Lolos ke 32 Besar, Didier Deschamps Bernapas Lega

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:52
haaland

Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Bawa Norwegia Bekuk Senegal, Pastikan Tiket 32 Besar

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:22
lionell

Hasil Piala Dunia: Messi Sebut Kemenangan Argentina atas Austria Bikin Tim Lebih Tenang

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:10
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.