INDOPOSCO.ID – Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo (21) yang diduga dianiaya prajurit senior prajurit di kesatuannya terus mendapat perhatian publik. Bahkan DPR RI juga meminta kasus ini diusut tuntas dan memproses hukum semua yang terlibat.
Hal ini, menurut Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman, proses hukum terhadap para pelaku harus dilakukan secara objektif, akuntabel serta adil untuk memberikan rasa adil bagi keluarga Prada Lucky.
“Kalau bisa penyebab kematiannya diusut secara tuntas sebab-sebab kematian anggota TNI itu,” kata anggota Komisi III DPR RI, Benny Kabur Harman saat dihubungi wartawan, Jumat (8/8/2025).
“Siapapun yang terlibat harus diusut tuntas. Kita harapkan hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depannya,” sambungnya.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Putranto Novanto juga meminta agarbkasusbini diusut tuntas. Ia menilai peristiwa kematian Prada Lucky diduga akibat penganiyaan oleh seniornya adalah tamparan keras bagi militer di NTT.
“Menurut saya keadilan harus ditegakan, dan tidak boleh kompromi,” ujar dia.
Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, Gavriel Novanto menekankan, tindakan kekerasan dalam tubuh militer adalah praktik yang tidak dapat ditoleransi, terlebih ketika berujung pada hilangnya nyawa seorang prajurit muda yang baru saja mengabdikan diri kepada negara.
“Tidak ada alasan, tidak ada pembenaran atas kekerasan. Bila terbukti bersalah, para pelaku harus dihukum berat sesuai hukum militer dan hukum pidana umum. Institusi TNI harus menjadi pelindung rakyat, bukan tempat praktik kekerasan antar sesama prajurit,” tegas legislator Fraksi Partai Golkar tersebut.
Diketahui, Prada Lucky baru menjadi anggota TNI selama dua bulan. Usai sah menjadi anggota TNI dia langsung ditempatkan di Batalion Pembangunan 843 Waka Nga Mere di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, NTT.
Batalion itu merupakan Batalion yang baru mendarat di daerah itu kurang lebih satu bulan untuk membantu pembangunan masyarakat di daerah tersebut.
Sersan Mayor Christian Namo, selaku ayah darinalmarhum Prada Lucky mengungkapkan, kondisi sang putra sebelum meninggal dunia. Tubuh Prada Lucky dipenuhi luka lebam dan sayatan. Selain luka sayatan, ada juga luka seperti sulutan api rokok.
Bahkan, pada bagian punggung korban penuh bekas hantaman benda keras, sementara lengan dan kakinya terdapat luka bakar mirip sundutan rokok. Sersan Mayor Christian Namo menduga, putranya tewas akibat ginjal pecah dan paru-paru bocor. “Dianiaya senior,” kata dia. (dil)











