INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia segera menghentikan impor Bahan Bakar Minyak (BBM), seiring dengan target pencapaian swasembada energi dalam waktu dekat.
“Kita sudah swasembada pangan, dan sebentar lagi kita swasembada BBM. Kita tidak akan impor BBM lagi,” kata Prabowo saat meninjau kampung nelayan di Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya, Gorontalo, Gorontalo pada Sabtu, (9/5/2026).
Ia menegaskan pentingnya penguasaan dan pengelolaan kekayaan negara secara mandiri dan baik sebagai bangsa yang besar.
“Kita bangsa yang kaya, tapi yang penting sekarang kekayaan harus bisa kita kuasai, harus bisa kita kelola dengan baik,” ujar Prabowo.
Ia memperingatkan bahwa jika semua pihak bersikap lalai serta para pemimpinnya tidak amanah atau bertindak semena-mena, maka kekayaan bangsa akan dikuasai oleh bangsa lain.
“Kalau kita malas, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak jujur atau seenaknya, maka kekayaan kita akan diambil oleh bangsa-bangsa lain,” ucap Prabowo.
Pernyataan Prabowo soal upaya mencapai swasembada bahan bakar minyak (BBM) sempat disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
“BBM kita masih aman, berapa tahun lagi kita tidak lama lagi kita akan swasembada BBM, swasembada energi,” imbuh Prabowo.
Sekitar 50 persen hingga 60 persen kebutuhan bensin nasional masih dipenuhi melalui impor. Indonesia diperkirakan masih mengimpor sekitar 20 juta kiloliter (KL) bensin per tahun. Kebutuhan nasional diketahui mencapai 1,5–1,6 juta barel per hari, namun kapasitas kilang domestik hanya mampu mengolah 1,1–1,2 juta barel per hari. (dan)











