INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan, jumlah keracunan akibat program makan bergizi gratis (MBG) hanya sedikit ketimbang dengan angka penerima manfaat yang berasal dari kalangan peserta didik tersebar di wilayah Indonesia.
Berdasar data yang dikantonginya ada 1.826 titik atau tempat untuk melaksanakan program makan bergizi. Sementara penerima manfaatnya hingga 5 Mei 2025, tercatat 3,4 juta orang.
“Hari ini memang ada yang keracunan, yang keracunan sampai saat ini dari 3 sekian juta, kalau tidak salah di bawah 200 orang (yang keracunan),” kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Sedangkan jumlah penerima manfaat yang menjalani rawat inap hanya lima orang. Maka persentase angka keberhasilan program tersebut cukup tinggi.
“Jadi bisa dikatakan yang keracunan atau yang perutnya nggak enak sejumlah 200 orang, itu 200 dari 3 sekian juta kalau tidak salah adalah 0,005 persen. Berarti keberhasilannya adalah 99,99 persen,” ujar Prabowo.
Ia yakin, bahwa suatu pekerjaan dalam bidang apapun jika dilakukan secara sungguh-sungguh bakal membuahkan hasil positif. Paling penting tidak mudah merasakan kepuasan atas pencapaian tersebut.
“Di mana ada usaha, usaha manusia di mana bidang kerjaan apapun, kalau 99,99 persen keberhasilannya, oke dong? Walaupun kita tidak boleh cepat puas, Pak Dadan (Kepala Badan Gizi Nasional),” imbuh Prabowo.
Data yang disampaikan Prabowo soal angka siswa keracunan akibat makan bergizi gratis tidak jauh beda, dengan data dikeluarkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengatakan, pihaknya telah mengunjungi pelaksanaan MBG di beberapa daerah yaitu Jakarta, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat sejak program MBG dilaksanakan 6 Januari 2025. Namun, sebagian siswa diduga keracunan.
“(KPAI) mencatat dalam kurun waktu 3 bulan sejak program MBG berjalan, tercatat sedikitnya 320 siswa diduga keracunan makanan dari paket MBG yang dibagikan kepada siswa di beberapa daerah,” beber Jasra terpisah dalam keterangannya seraya memperingati peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada, Jumat (2/5/2025).
Persentasenya hanya 0,0156 persen kasus, jika dibandingkan dengan penerima manfaat program MBG yang sudah mencapai sebanyak 2,05 juta anak sampai Maret 2025. (dan)
















