INDOPOSCO.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat layanan kereta bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) dengan menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang. Langkah ini tak hanya menghadirkan transportasi murah, tetapi juga membuka akses ekonomi bagi petani, pedagang, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga pekerja.
Sejak diterapkan kereta api (KA) Cikuray relasi Garut–Pasar Senen pulang pergi pada 11 Juni 2026, layanan tersebut telah melayani 10.448 pelanggan hanya dalam sepekan, tepatnya pada periode 11–17 Juni 2026.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, inovasi tersebut merupakan upaya menghadirkan layanan kereta yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat produktif.
“Kereta api menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, pendidikan, pasar, layanan publik, dan peluang ekonomi. Melalui layanan PSO, KAI bersama pemerintah ingin memastikan manfaat kereta api semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari pelanggan,” ujar Anne dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Tak hanya KA Cikuray, Kereta Ekonomi Kerakyatan sebelumnya juga dioperasikan pada KA Tambahan Lempuyangan–Pasar Senen saat Angkutan Lebaran 2026. Saat itu, layanan tersebut mengangkut 24.398 pelanggan.
“Secara keseluruhan, Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani 34.824 pelanggan,” katanya.
Anne menyebut tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa kereta ekonomi dengan kapasitas besar dan tarif terjangkau memang dibutuhkan, baik saat musim liburan maupun untuk mobilitas harian.
KA Cikuray sendiri menunjukkan tren penumpang yang terus meningkat. Setelah melayani 293.265 pelanggan pada 2022, jumlahnya naik menjadi 514.767 pelanggan pada 2023, kemudian 591.089 pelanggan pada 2024, dan mencapai 615.723 pelanggan sepanjang 2025. Hingga Mei 2026, KA Cikuray telah mengangkut 266.993 pelanggan, sehingga secara kumulatif telah melayani lebih dari 2,28 juta penumpang sejak pertama beroperasi.
Dalam formasi terbarunya, dikatakan dia, KA Cikuray menggunakan enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dengan total kapasitas 558 tempat duduk, ditambah satu gerbong khusus Petani-Pedagang berkapasitas 73 tempat duduk.
“Gerbong khusus ini dirancang untuk memudahkan petani dan pedagang membawa hasil pertanian, produk olahan, kerajinan, maupun barang dagangan dalam ruang yang lebih tertata tanpa mengganggu kenyamanan penumpang lain,” ungkapnya.
Sementara itu, masih ujar dia, layanan Kereta Petani-Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak juga mendapat respons positif. Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 17 Juni 2026, layanan tersebut telah dimanfaatkan 27.824 pelanggan.
Menurut Anne, kehadiran gerbong khusus ini membantu masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada perjalanan harian berbasis rel.
“Di lintas Rangkasbitung–Merak, Kereta Petani-Pedagang membantu masyarakat membawa hasil tani, olahan makanan, kerajinan, dan barang dagangan kecil dengan lebih tertib. Manfaatnya dirasakan oleh pelanggan yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada perjalanan harian berbasis rel,” katanya.
“Kami memastikan tarif tetap terjangkau berkat dukungan pemerintah melalui skema PSO. Tarif terjauh KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen dipatok Rp45.000, sedangkan Kereta Petani-Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak hanya Rp3.000,” bebernya. (nas)
















