• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Usulan Rokok Murah untuk Masyarakat Miskin Dikritik, FKBI: Absurd dan Bertentangan dengan Filosofi Cukai

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 18 Juni 2026 - 17:17
in Nasional
rokok

Ilustrasi rokok. Foto: Dokumen Bea Cukai

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wacana pemberian ruang bagi industri hasil tembakau untuk memproduksi rokok dengan harga lebih murah khusus bagi masyarakat miskin menuai kritik tajam dari pegiat perlindungan konsumen. Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai usulan tersebut bertentangan dengan semangat perlindungan masyarakat dan filosofi pengenaan cukai terhadap produk adiktif.

Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Andi Yuliani Paris, dalam rapat kerja bersama Kementerian Keuangan di DPR RI menyampaikan pandangan agar pemerintah memberikan kesempatan kepada pabrik rokok untuk memproduksi rokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat miskin.

BacaJuga:

Kemendikdasmen: OSN Jadi Ruang Pengembangan Talenta Murid

Waspadai, Konflik Kepentingan Jadi Pintu Penyalahgunaan Wewenang

Reformasi Pajak Berbasis Bukti Jadi Kunci Kemenkeu Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

Menanggapi hal tersebut, Tulus Abadi menyebut gagasan tersebut sebagai usulan yang tidak sejalan dengan tujuan kebijakan cukai dan bahkan berpotensi memperburuk kondisi sosial-ekonomi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pernyataan itu sangat memalukan jika diusulkan oleh anggota DPR dari partai yang lahir dari rahim reformasi. Hanya sekelas dan selevel itu memahami regulasi dan kebijakan,” ujar Tulus melalui gawai, Kamis (18/6/2026).

“Sudah sangat gamblang bahwa rokok adalah produk adiktif yang dikenai cukai dan memang harus dibatasi serta dikendalikan konsumsinya, apalagi di kalangan rumah tangga miskin,” sambungnya.

Menurutnya, data yang selama ini dipublikasikan menunjukkan bahwa rumah tangga miskin justru mengalokasikan proporsi pengeluaran yang cukup besar untuk membeli rokok dibandingkan kebutuhan pangan bergizi.

“Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), rumah tangga miskin menggelontorkan sekitar 10 hingga 11 persen pendapatannya untuk konsumsi rokok, sementara untuk lauk-pauk hanya sekitar 3,5 persen. Fakta ini menunjukkan bahwa konsumsi rokok sudah menjadi persoalan serius yang seharusnya dikendalikan, bukan malah dipermudah,” tegasnya.

Tulus juga menegaskan bahwa dari sisi filosofi regulasi, produk yang dikenai cukai pada dasarnya memang dimaksudkan untuk dibatasi konsumsinya melalui instrumen harga.

“Merujuk pada filosofi dan aspek normatif Undang-Undang Cukai, produk yang dikenai cukai justru harus dijual dengan harga lebih mahal sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat. Bukan malah dijual murah dengan alasan daya beli. Ini usulan yang absurd, bahkan sesat nalar,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai gagasan menyediakan rokok murah bagi masyarakat miskin berpotensi merendahkan martabat kelompok ekonomi bawah karena seolah-olah memberikan akses lebih mudah terhadap produk yang berdampak buruk bagi kesehatan.

“Pernyataan tersebut merendahkan derajat masyarakat menengah bawah. Mentang-mentang mereka miskin lalu diberikan produk beracun yang justru bisa menyakiti, memiskinkan, bahkan membunuh mereka. Pernyataan itu sama artinya mendorong agar kemiskinan akut tetap langgeng,” tambah eks Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu.

Tulus pun berharap setiap kebijakan yang berkaitan dengan produk adiktif berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan, bukan justru membuka peluang yang dapat memperbesar konsumsi di kelompok yang paling rentan secara ekonomi. (her)

Tags: cukaiFKBIrokokRokok Murahtulus abadi

Berita Terkait.

bali
Nasional

Kemendikdasmen: OSN Jadi Ruang Pengembangan Talenta Murid

Kamis, 17 September 2026 - 16:06
pemilu
Nasional

Waspadai, Konflik Kepentingan Jadi Pintu Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 17 September 2026 - 15:19
ITC
Nasional

Reformasi Pajak Berbasis Bukti Jadi Kunci Kemenkeu Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

Kamis, 17 September 2026 - 13:05
Sakti-Wahyu
Nasional

Menteri Trenggono Beberkan Cetak Biru Pengelolaan Laut di Singapura, Targetkan Kawasan Konservasi 30 Persen pada 2045

Kamis, 17 September 2026 - 12:04
Mendagri
Nasional

Mendagri Dorong Pemda Terdampak Karhutla Segera Gunakan Bantuan Anggaran Penanganan

Kamis, 17 September 2026 - 11:03
Calon-Praja
Nasional

Jangan Sampai Gagal! Ini Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026 dan Rincian Soalnya

Kamis, 17 September 2026 - 08:10

OLAHRAGA

Pemain-Persib
Olahraga

Persib Bekuk FC Seoul Lewat Laga Sulit, Tolic: Seperti Inilah Caranya

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 17 September 2026 - 08:20

INDOPOSCO.ID - Persib Bandung membuka kiprahnya di AFC Champions League 2 (ACL Two) 2026/27 dengan cara yang meyakinkan. Bermain jauh...

SelengkapnyaDetails
Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Rabu, 16 September 2026 - 19:17
FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

Rabu, 16 September 2026 - 15:43
hardiyanto

Cetak Sejarah Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Jakarta Barat Banjir Bonus dari Kenneth

Rabu, 16 September 2026 - 09:30
Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Selasa, 15 September 2026 - 09:45

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    3486 shares
    Share 1394 Tweet 872
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1199 shares
    Share 480 Tweet 300
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1161 shares
    Share 464 Tweet 290
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.