• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

ICW: Sebesar Apapun Anggaran Penegak Hukum Tanpa Independensi Sulit Tangani Korupsi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 19 Februari 2025 - 11:11
in Nasional
kpk

Kantor KPK, Jakarta. Foto: Dok Humas KPK

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia Corruption Watch (ICW) berpandangan, pemangkasan anggaran yang terjadi di penegak hukum akan berpengaruh secara kuantitatif terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebagai contoh KPK. Berdasarkan hasil analisis ICW terhadap Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2025 milik lembaga antirasuah itu diketahui pemangkasan sekitar 16 persen.

“Secara kuantitas, hal ini tentu akan melemahkan upaya penindakan kasus korupsi serta layanan aduan masyarakat yang dikelola oleh KPK,” kata peneliti ICW Wana Alamsyah dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (19/2/2025).

BacaJuga:

Pasca-Gempa Dahsyat di Jepang, WNI Diimbau Jauhi Pantai

Jepang Diguncang Gempa Dahsyat, KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI

Diduga Praktik TPPO, P3MI di Bekasi Dilaporkan ke Bareskrim

Dalam konteks penanganan perkara, misalnya. KPK sebelumnya ditarget dapat menangani 580 perkara, kini menjadi hanya 483 perkara. Pemangkasan anggaran juga dikhawatirkan terdampak terhadap penanganan aduan masyarakat.

“Sementara itu dalam penanganan aduan masyarakat yang sebelumnya KPK ditarget 88 aduan, pascaadanya pemangkasan berkurang menjadi 73 aduan,” ujar Wana Alamsyah.

Mengenai kualitas penanganan perkara, yang perlu dilihat dua aspek. Pertama, aktor yang terlibat. Kedua, kerugian negara yang ditimbulkan. Karenanya pemangkasan anggaran bakal berpengaruh terhadap hal tersebut.

“Sehingga, jika pertanyaannya adalah mengenai penurunan kualitas penegakan hukum karena anggaran dipotong, tentu terdampak, namun tidak signifikan,” ucap Wana Alamsyah.

Menurutnya, kualitas penegakan hukum yang mempengaruhi bukan karena terbatasnya anggaran, melainkan adanya political will dari pimpinan lembaga penegak hukum.

“Sebesar apapun anggaran yang diberikan kepada lembaga penegak hukum, tapi jika tidak independen dan bebas kepentingan dari eksekutif maupun legislatif, akan sulit untuk menangani kasus korupsi politik yang melibatkan kerabat atau anggota di partai politik,” kritik Wana Alamsyah.

Rekonstruksi anggaran KPK dilakukan sejalan dengan efisiensi APBN yang diperintahkan Presiden Prabowo melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025. Dampak efisiensi anggaran sebesar Rp201 miliar. (dan)

Tags: Anggaran Penegak HukumICWIndependensiIndonesia Corruption Watchkorupsi

Berita Terkait.

Indonesia Siap Guncang Sanya, 22 Atlet Bidik Podium Asian Beach Games 2026
Nasional

Pasca-Gempa Dahsyat di Jepang, WNI Diimbau Jauhi Pantai

Senin, 20 April 2026 - 23:51
Jepang Diguncang Gempa Dahsyat, KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI
Nasional

Jepang Diguncang Gempa Dahsyat, KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI

Senin, 20 April 2026 - 23:34
Tak Hanya Jadi Penonton, Alumni PMII Harus Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat 
Nasional

Diduga Praktik TPPO, P3MI di Bekasi Dilaporkan ke Bareskrim

Senin, 20 April 2026 - 23:24
Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai, Pengamat Soroti Peran UGM
Nasional

Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai, Pengamat Soroti Peran UGM

Senin, 20 April 2026 - 23:14
DPR: Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Jangka Panjang Bangsa
Nasional

DPR: Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Jangka Panjang Bangsa

Senin, 20 April 2026 - 23:04
Tak Hanya Jadi Penonton, Alumni PMII Harus Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat 
Nasional

Layanan Berkeadilan, Mendikdasmen: Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus 

Senin, 20 April 2026 - 22:32

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    857 shares
    Share 343 Tweet 214
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.