• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Hensa: Muncul Tiga Golongan Penguasa di Indonesia Pascakejadian Politik di 2024, Jokowi Kategori Hybrid

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 1 Januari 2025 - 14:49
in Politik
Hendri-Satrio

Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga:

Golkar Dorong Pileg, Pilpres, dan Pilkada Digelar Terpisah, Ini 3 Alasannya

Puadi: Bukan Sekadar Lomba, Debat Penegakan Hukum Pemilu Jadi Ruang Mahasiswa Uji Teori dan Gagasan Demokrasi

Bawaslu Dorong Debat Mahasiswa VI Lahirkan Gagasan Penguatan Penegakan Hukum Pemilu

INDOPOSCO.ID – Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio (Hensa) berpendapat, kejadian-kejadian politik di tahun 2024 telah melahirkan tiga golongan penguasa yang berpotensi mempengaruhi peta politik Indonesia.
Menurutnya, golongan tersebut terdiri dari penguasa baru, mantan penguasa, dan penguasa hybrid.
“Dalam politik, pada tahun 2024 lahirlah tiga golongan penting di Indonesia. Yang pertama adalah golongan penguasa baru, yang kedua adalah golongan mantan penguasa, dan yang ketiga adalah golongan penguasa hybrid, yaitu gabungan antara mantan penguasa dan penguasa baru,” kata Hensa dalam keterangannya yang diterima indoposco.id, Rabu (1/1/2025).
Hensa menjelaskan, golongan penguasa baru mencakup partai-partai dan tokoh politik yang baru berkuasa, seperti Partai Gerindra dan Presiden Prabowo Subianto. Sedangkan golongan mantan penguasa diwakili oleh PDI Perjuangan dan Megawati Soekarnoputri.
Sementara itu, penguasa hybrid merupakan gabungan antara penguasa lama dan penguasa baru. Menurut Hensa, sosok yang mewakili golongan ini adalah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Penguasa hybrid ini melengkapi dua golongan sebelumnya, meskipun masa jabatannya akan berakhir, penguasa hybrid masih memiliki pengaruh besar melalui jaringan politik dan kepuasan publik yang tinggi” ujarnya.
Hensa menilai, terdapat tarik-menarik antara ketiga golongan ini. Ia berpendapat, interaksi antara penguasa, mantan penguasa, dan penguasa hybrid dapat menciptakan dinamika politik yang kompleks.
“Ketiga kelompok penguasa ini yang kemudian saya yakin mempengaruhi peta politik di tahun 2025. Apa contohnya? Saat ini, kita melihat adanya politik sandera yang terjadi, yang hanya bisa terjadi antara penguasa dan mantan penguasa yang sama-sama memiliki kartu truf,” jelasnya.
Mengenai posisi Jokowi, Hensa menyatakan bahwa meskipun secara hukum tidak lagi berkuasa, pengaruhnya masih sangat besar. Hal ini terlihat dari sebagian kabinet Prabowo merupakan mantan anggota kabinet Jokowi, serta putra sulung Jokowi yaitu Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden.
“Secara de jure, Pak Jokowi tidak lagi berkuasa, tetapi secara fakta, pengaruhnya masih ada melalui jaringan seperti mantan-mantan pengisi kabinetnya yang berada di Kabinet Merah Putih hingga Wakil Presiden-nya Prabowo adalah Gibran,” kata Hensa.
Ia menambahkan bahwa kepuasan publik terhadap Jokowi di ujung masa jabatannya juga masih tinggi, yang menunjukkan bahwa pengaruhnya tetap signifikan.
“Pak Jokowi di ujung masa jabatannya ternyata kepuasan publiknya juga masih tinggi. Jadi, kalau pertanyaannya masih berkuasa atau tidak? Secara pengaruh, beliau masih besar, tapi secara hukum, dia tidak lagi berkuasa,” ujarnya.
Hensa juga mencatat bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, ada komunikasi yang baik antara mantan presiden dan presiden saat ini. Sebelumnya, Hensa berpendapat, selalu ada gesekan antara presiden dengan yang digantikan.
“Belum pernah terjadi sebelumnya, dari Soekarno ke Soeharto, Soeharto ke Habibie, hingga Habibie ke Gus Dur, selalu ada gesekan yang membuat mereka tidak berkomunikasi dengan baik. Namun kali ini, komunikasi yang terjalin sangat baik, sehingga dengan adanya komunikasi yang baik, maka terlihat masih ada pengaruhnya” ungkapnya.
Dengan adanya komunikasi yang baik, Hensa berpendapat bahwa penguasa hybrid masih memiliki pengaruh dalam perpolitikan Indonesia.
Ia pun meyakini bahwa penguasa hybrid akan terus memainkan peran penting dalam dinamika politik Indonesia ke depan.
“Yang paling terlihat apa? Salah satunya adalah orang-orang dekat Jokowi masih berada di dalam kabinetnya Pak Prabowo. Ini merupakan citra yang terbangun bahwa Jokowi masih memiliki pengaruh hingga saat ini,” tuturnya.
Hensa mengatakan, masyarakat Indonesia diharapkan dapat menyaksikan bagaimana ketiga golongan ini berinteraksi dan mempengaruhi kebijakan serta arah pemerintahan di masa mendatang.terus berkembang.
Sebab, ia menilai, Interaksi antara ketiga golongan ini akan sangat menentukan arah politik Indonesia di masa depan.
“Saya harap rakyat dapat terus memantau bagaimana ketiga golongan ini berinteraksi karena ini akan mempengaruhi kebijakan serta arah pemerintahan ke depan, selamat Tahun Baru 2025, semoga banyak bagus di 2025,” pungkas Hensa. (dil) 
Tags: Analis Komunikasi Politikgolongan penguasaHendri Satriopolitik

Berita Terkait.

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Politik

Golkar Dorong Pileg, Pilpres, dan Pilkada Digelar Terpisah, Ini 3 Alasannya

Selasa, 22 September 2026 - 21:38
bawasluu
Politik

Puadi: Bukan Sekadar Lomba, Debat Penegakan Hukum Pemilu Jadi Ruang Mahasiswa Uji Teori dan Gagasan Demokrasi

Senin, 21 September 2026 - 19:19
bawaslu
Politik

Bawaslu Dorong Debat Mahasiswa VI Lahirkan Gagasan Penguatan Penegakan Hukum Pemilu

Senin, 21 September 2026 - 18:14
pemilu
Politik

Parliamentary Threshold Dibahas, Pengamat Soroti Suara Pemilih yang Berpotensi Terbuang

Minggu, 20 September 2026 - 12:28
BULD
Politik

BULD DPD Dorong Revisi UU Kebencanaan, Soroti Kesenjangan Penanganan di Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 10:32
Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13
Politik

Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen dalam Revisi UU Pemilu

Rabu, 16 September 2026 - 20:06

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.