• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

KPK Tersangkakan Hasto, Pengamat: Gibran dan Kaesang?

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 25 Desember 2024 - 10:42
in Nasional
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: ist)

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: ist)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus Harun Masiku. Keputusan lembaga antirasuah inipin dinilai janggal mengingat ini kasus lama.

Menurut Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu Muslim Arbi, kalau dilihat dari alasan KPK penetapan tersangka Hasto ini dikaitkan dengan kasus Harun Masiku, maka kasusnya berlarut sejak ditangkap dan dihukumnya Wahyu Setiawan, mantan Komisioner Komisioner Pemilihan Umum (KPUP).

BacaJuga:

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Menangkap Pergeseran Dunia

Muslim menjelaskan, tentunya sorotan publik atas kejanggalan penetapan Harun, mengingat Harun Masiku masih buron hingga saat ini.

“Setelah beberapa kali pergantian pimpinan KPK sampai era Firli Bahuri pun Masiku tetap hanya jadi bahan berita. KPK tidak sanggup menangkapnya. Anehnya saat pimpinan KPK baru dilantik KPK menggebrak. Dengan pemberitaan soal Harun Masiku. Belum juga ditangkap Masiku-nya. Hasto Kristianto ditetapkan tersangka,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (25/12/2024).

Tak hanya janggal dalam penetapan tersangka, saat Harun Masiku-nya masih buron, kata Muslim, kritikan publik bahwa KPK masih dianggap sebagai alat politik kekuasaan untuk menyerang para musuhnya juga hal yang wajar, alias politik tebang pilih.

“Publik bahkan PDIP mencurigai ini tindakan politis. Meski dibantah KPK, tapi publik memandang KPK masih tetap seperti dulu. Masih saja dijadikan alat politik untuk tekan lawan oleh kekuatan tertentu,” cetusnya.

Muslim pun mempertanyakan, apakah KPK masih dikendalikan oleh Jokowi yang sudah tidak berkuasa itu. Setelah PDIP memecat Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution.

“Apakah ini bagian dendam ke PDIP dan gunakan KPK untuk targetkan Hasto? Atau murni kasus korupsi? Publik tentu memahaminya seperti itu,” tuturnya.

Muslim menuturkan wajar ketika publik turut membandingkan dengan menyoroti kasus dugaan gratifikasi oleh Gibran dan Kaesang Pangarep yang dilaporkan oleh Ubaidillah Badrun.

“Kalau soal suap dan gratifikasi dalam besaran jumlahnya. Untuk tegakkan hukum tanpa pandang bulu. Publik menyoal tindakan KPK sampai saat ini belum memproses hukum laporan Ubaidillah Badrun. Jadi wajar saja pertanyaan publik di atas. Wajar saja,” tegasnya.

Atas dasar itu, lanjut Muslim, agar KPK tidak dicurigai bermain politik dalam kasus Hasto, segera saja KPK tetapkan juga tersangka Gibran dan Kaesang.

Kalau KPK tidak segera tetapkan status tersangka Gibran dan Kaesang. Publik anggap KPK hanya jadi alat keluarga Jokowi untuk lindungi anak-anaknya,” pungkasnya. (dil)

Tags: Gibran Rakabuming RakaHarun MasikuHasto KristiyantoHasto tersangkakaesang pangarepPDIP

Berita Terkait.

komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02
Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket
Nasional

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:05
Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Nasional

Menangkap Pergeseran Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:06
Meutya Hafid
Nasional

Menkomdigi Soroti Ilusi Algoritma: Linimasa Bukan Gambaran Utuh Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:04
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:47
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Campuspreneur Dibuka di IPB

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:21

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5050 shares
    Share 2020 Tweet 1263
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1489 shares
    Share 596 Tweet 372
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1535 shares
    Share 614 Tweet 384
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.