• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pinjol dan Judol Sebabkan Utang Masyarakat Capai 72 Triliun Hingga Agustus 2024

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 12 Desember 2024 - 11:20
in Nasional
Ucu-Rahayu

Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) Prof. Ucu Rahayu dalam kanal YouTube. Foto: Nasuha / INDOPOS.CO.ID & INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kemajuan era digital menghadirkan kemudahan, sekaligus tantangan yang bisa membawa dampak terutama bagi generasi muda. Fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) telah menjadi ancaman serius.

“Edukasi keuangan menjadi sangat penting, agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangannya,” ujar Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) Prof. Ucu Rahayu dalam kanal YouTube, Kamis (12/12/2024).

BacaJuga:

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tinggi, DPR Soroti Tekanan di Sektor Industri

Bentuk Tim AHWA, Kemenag: Siapkan Seleksi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

Kapolri Sebut Penguatan Peran Kompolnas Tak Perlu Undang-Undang Baru

Menurut dia, sebagai perguruan tinggi negeri yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan geografis, sosial, maupun ekonomi, UT komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa. “Ya salah satunya melalui isu-isu relevan, termasuk edukasi membangun keuangan sehat kepada masyarakat,” kata Prof Ucu.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Universitas Terbuka Muhammad Sulaiman menambahkan, fenomena judol dan pinjol sebagai jalan pintas yang merugikan. Mengutip ayat-ayat Al-Qur’an, ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, menghindari praktik riba yang merugikan diri sendiri.

“Yang menang dalam judi hanyalah bandar. Judi membawa kerugian besar, baik finansial maupun spiritual,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahaya pinjol ilegal yang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga menghilangkan keberkahan dalam kehidupan. Masyarakat harus kembali pada prinsip-prinsip keuangan yang sehat dan sesuai nilai-nilai spiritual.

Pada kesempatan yang sama, Business Research and Analyst Bank Muamalat, Novie Hesti menjelaskan, fakta mencengangkan terkait maraknya judol dan pinjol menjadi momok yang mengganggu kestabilan dan kesehatan keuangan orang banyak.

Menurutnya, nilai transaksi judol di 2023 menyentuh angka Rp327 triliun dan ironisnya lebih dari 80.000 anak-anak di bawah umur 10 tahun sudah kecanduan judi online. “Ini PR besar, bukan cuma bagi kami, tetapi juga para orangtua dan seluruh masyarakat untuk melindungi generasi alpha dari kecanduan judol,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut dia, pinjol turut menyumbang kerentanan finansial dengan utang masyarakat mencapai Rp72 triliun hingga Agustus 2024. “Ingat pinjol ilegal itu menawarkan kemudahan semu yang berujung bunga mencekik dan jeratan hutang,” tegasnya.

Ia juga membagikan strategi pengelolaan keuangan, seperti menghitung rasio utang yang sehat, tips menyelesaikan utang, serta pentingnya menyiapkan dana pensiun.

Sebelumnya, Universitas Terbuka (UT) bekerja sama dengan Bank Muamalat menggelar Webinar Nasional bertema “Membangun Keuangan Sehat: Menghindari Risiko Pinjol dan Judol”. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memberikan wawasan mengenai cara membangun keuangan yang sehat, dan memberikan solusi praktis menghindari jebakan pinjol dan judol yang berisiko. (nas)

Tags: digitalJudolpinjol

Berita Terkait.

pekerja garmen buruh
Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tinggi, DPR Soroti Tekanan di Sektor Industri

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:06
kemenag
Nasional

Bentuk Tim AHWA, Kemenag: Siapkan Seleksi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:23
sigit
Nasional

Kapolri Sebut Penguatan Peran Kompolnas Tak Perlu Undang-Undang Baru

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:03
belajar
Nasional

Temuan Pelanggaran dan Penyaluran PIP Tak Tepat Sasaran, Ini yang Dilakukan Kemendikdasmen

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:12
Ichsan-Marsha
Nasional

Jemaah Haji 2026 Dilarang City Tour Sebelum Armuzna, Diminta Fokus Jaga Kesehatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:46
Bob-Hasan
Nasional

Baleg DPR Dorong Pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat, Tekankan Kepastian Hukum dan Kearifan Lokal

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:06

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Mengasah Kompetensi dari Lapangan, PEP Sangasanga Buka Wawasan Mahasiswa Migas

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.