• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Satu Dari Lima Anak Indonesia Stunting, Pemerintah Luncurkan GENTING

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 5 Desember 2024 - 22:17
in Nasional
Genting

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd (enam dari kiri) melakukan launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting 'GENTING',. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran logo baru Kementerian, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (5/12/2024). (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, melakukan launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting ‘GENTING’,. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran logo baru Kementerian, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (5/12/2024).

Gerakan berbasis masyarakat ini menjadi gerakan gotong-royong seluruh elemen masyarakat, dan diharapkan dapat mengurangi jumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) secara signifikan. “Masyarakat secara perorangan atau berkelompok bisa ikut membantu KRS. Sebab, saat ini satu dari lima balita mengalami stunting, dan stunting dapat dicegah di periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” ujar menteri Wihaji.

BacaJuga:

Menkop Hidupkan Semangat Juang Bung Hatta Di Malam Koperasi Award 2026

Kisah Para Ibu Penopang Ekonomi Keluarga Lewat Bantuan ZCD UPPKA

Literasi HPV Diperkuat, Guru dan Siswi Diajak Tak Mudah Percaya Hoaks

Dalam acara yang dihadiri Menteri Sosial Drs. H. Saifullah Yusuf, menteri Wihaji mengatakan saat ini terdapat 8,7 juta KRS dari total 75 juta keluarga di Indonesia. Melalui GENTING, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menargetkan akan melakukan intervensi terhadap satu juta anak stunting. Konsentrasi intervensi pada Dasil 1 yang memiliki angka kemiskinan ekstrem tinggi (prasejahtera I) dan banyak terdapat KRS.

Menteri Wihaji optimis melalui Genting yang didukung para pihak, termasuk dunia industri, penurunan stunting pada periode 2022-2023 yang sebesar 0,1 persen (SKI 2023) dapat diperbaiki. “Kami akan turun ke banyak daerah, turun ke lapangan, untuk menyelesaikan masalah yang ada. Ini sesuai arahan presiden. Negara harus hadir di tengah masyarakat. Tugas kita mencegah dan menggerakkan. Untuk ‘treatment’ ada Kementerian lain,” urai Wihaji.

Bagi para pihak yang akan ikut melakukan intervensi atau menjadi orang tua asuh bagi KRS, Wihaji menyuguhkan empat menu yang dapat diintervensi. Yakni, nutrisi, non nutrisi, akses air bersih dan edukasi. “Instansi kami hanya menyediakan data “by name by address by photo” rumah KRS. Bantuan dari orang tua asuh langsung ke penerima bantuan KRS, difasilitasi oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK),” ujar Wihaji, seraya menambahkan informasi bahwa saat peluncuran GENTING terdata ada 11.207 anak asuh akan didampingi oleh 4.920 orang tua asuh.

“Ini bukan program pemerintah, melainkan gerakan masyarakat yang bertujuan membantu keluarga kurang mampu,” ujar Menteri Wihaji.

Program ini akan fokus pada data yang akurat. Setiap anak yang menjadi sasaran akan didata secara rinci, termasuk nama, alamat, dan kondisi kesehatannya. Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan efektif.

Kali ini, masyarakat dilibatkan secara aktif melalui program orang tua asuh. “Kami ingin melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya mengatasi masalah stunting,” kata Menteri Wihaji.

Program ini dinilai lebih efektif karena berbasis data dan melibatkan masyarakat secara langsung. Selain itu, program ini juga tidak membebani anggaran negara.

Menteri Wihaji memberikan tanggapan terkait fenomena childfree yang semakin marak. Ia menegaskan bahwa pemerintah menghormati pilihan setiap individu, namun tetap menekankan pentingnya keluarga dalam membangun bangsa.

“Kami memahami bahwa ada berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk tidak memiliki anak,” tutup Wihaji. (ney)

Tags: bkkbnGerakan Orang Tua Asuh Cegah Stuntingpeluncuran logo barustunting

Berita Terkait.

menkop
Nasional

Menkop Hidupkan Semangat Juang Bung Hatta Di Malam Koperasi Award 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:42
BAZNAS
Nasional

Kisah Para Ibu Penopang Ekonomi Keluarga Lewat Bantuan ZCD UPPKA

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:30
hpv
Nasional

Literasi HPV Diperkuat, Guru dan Siswi Diajak Tak Mudah Percaya Hoaks

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:06
truk
Nasional

Cengkeh Indonesia Kembali Tembus Pasar Arab Saudi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:03
pelajar
Nasional

Perkuat Fungsi Inti, DPR Desak Anggaran MBG Keluar dari Pos Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:11
wiyagus
Nasional

Wamendagri Wiyagus Ingatkan Kepala Daerah Terus Belajar Cegah Korupsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:28

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.