• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Rektor Universitas Pancasila: Penerapan AI Sangat Penting dalam Dunia Pendidikan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 7 Juli 2024 - 11:06
in Nasional
Rektor-Universitas-Pancasila

Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Ir. Marsudi W. Kisworo, IPU,. saat menjadi narasumber workshop nasional dengan tema “Kelas Masa Depan: Pendekatan dan Praktik untuk Kelas Internasional dan Kecerdasan Buatan” yang diselenggarakan oleh Yayasan Ummusshabri di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (5/7/2024). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Ir. Marsudi W. Kisworo mengatakan, di kampus yang dipimpinnya telah mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam berbagai aspek pembelajaran, mulai dari analisis data mahasiswa hingga pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar kerja.

“Kecerdasan buatan bukan hanya teknologi masa depan, tetapi juga merupakan alat yang sangat penting dalam pendidikan modern. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan personal bagi setiap siswa,” kata Prof. Marsudi, dalam workshop nasional bertajuk “Kelas Masa Depan: Pendekatan dan Praktik untuk Kelas Internasional dan Kecerdasan Buatan”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Ummusshabri di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (5/7/2024).

BacaJuga:

Kebutuhan Material Fluoresensi Terus Meningkat, BRIN Kembangkan GKDL Berbasis Biomassa

Gerak Hijau 2026 Dorong Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan, Wamen LH Soroti Pentingnya Kolaborasi

Prof Djohermansyah: Indonesia Tidak Kekurangan Kampus, Hanya Kekurangan Sistem Melahirkan Pemimpin

Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan seperti yang dilakukan oleh Yayasan Ummusshabri dan Universitas Pancasila adalah kunci untuk mengakselerasi inovasi dalam pendidikan. Dengan bekerja sama, dapat saling belajar dan tumbuh lebih cepat dalam menghadapi tantangan era digital.

“Sebagai universitas yang telah terakreditasi Unggul, Universitas Pancasila berkomitmen untuk mendukung pengembangan kelas AI di Yayasan Ummusshabri,” ungkapnya.

Prof. Marsudi percaya bahwa pemahaman mendalam tentang AI akan membantu para pendidik untuk lebih efektif dalam mengajar dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.

Kemudian, Prof. Marsudi turut menunjukkan rasa kagumnya terhadap Pondok Pesantren Ummushabri Kendari yang memiliki ribuan santri ini, penerapan konsep modern, dan bertaraf internasional dengan mengadopsi kurikulum Cambridge dan terdapat kelas khusus digital.

“Ke depan, direncanakan akan ada kelas khusus AI dan dimulai sejak Taman Kanak-kanak (TK) atau Diniyah sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Aliyah. Luar biasa visinya ini sebuah pesantren lho pemirsa bukan sekolah umum,” pujinya.

“Semoga Pesantren Ummushabri ini menjadi pelopor sekolah kecerdasan artifisial di Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ummusshabri Supriyanto menekankan pentingnya adaptasi dalam dunia pendidikan.

“Di lembaga pendidikan, pasti ada kontestasi dalam berbagai bidang termasuk mutu, citra, kelembagaan, dan pembiayaan,” katanya, saat membuka workshop.

Menurut Supriyanto, penyelenggara pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perubahan akan berfokus untuk memenangkan kontestasi tersebut. Penyakit yang paling akut dalam kontestasi adalah ketika guru merasa nyaman dan tidak ingin beranjak dari zona nyaman.

“Guru yang selalu ingin berkontestasi akan berusaha berada di zona baru untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” pungkasnya. (ibs)

Tags: AIartificial intelligenceKecerdasan BuatanMarsudi W. KisworopendidikanUniversitas Pancasila

Berita Terkait.

brin
Nasional

Kebutuhan Material Fluoresensi Terus Meningkat, BRIN Kembangkan GKDL Berbasis Biomassa

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:02
Mendagri Hadiri Pembukaan Piala Presiden, Harap Jadi Hiburan dan Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Nasional

Gerak Hijau 2026 Dorong Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan, Wamen LH Soroti Pentingnya Kolaborasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:09
un
Nasional

Prof Djohermansyah: Indonesia Tidak Kekurangan Kampus, Hanya Kekurangan Sistem Melahirkan Pemimpin

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:18
ANTAM Perkuat Komitmen ESG lewat Penanaman 5 Ribu Mangrove pada Gerak Hijau 2026
Nasional

ANTAM Perkuat Komitmen ESG lewat Penanaman 5 Ribu Mangrove pada Gerak Hijau 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05
Mendagri Hadiri Pembukaan Piala Presiden, Harap Jadi Hiburan dan Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Nasional

Mendagri Hadiri Pembukaan Piala Presiden, Harap Jadi Hiburan dan Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:47
Gerak Hijau 2026 Satukan Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat Peduli Lingkungan
Nasional

Gerak Hijau 2026 Satukan Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat Peduli Lingkungan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:16

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3199 shares
    Share 1280 Tweet 800
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1422 shares
    Share 569 Tweet 356
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2914 shares
    Share 1166 Tweet 729
  • Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.