• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Usulan Money Politics Dinilai Rentan Korupsi dan Penyakit Demokrasi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 17 Mei 2024 - 11:14
in Politik
Ilustrasi politik uang. Foto: Tangkapan layar Instagram/@bawaslukendal_jateng

Ilustrasi politik uang. Foto: Tangkapan layar Instagram/@bawaslukendal_jateng

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Usulan adanya pelegalan money politics atau politik uang sebagaimana yang diusulkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi II dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hugua mendapat pertentangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Bagi KPK, money politics merupakan salah satu penyakit yang menggerogoti kehidupan demokrasi, salah satunya aksi “serangan fajar” yang dilakukan oleh oknum peserta pemilihan umum (pemilu).

BacaJuga:

Hardiknas 2026, Presiden PKS Ajak Kader Jadi Pusat Keunggulan dalam Pendidikan

Pengamat Tantang Keberanian Penegak Pemilu soal Usulan Blacklist Politik Uang

DPR Minta Kemenkes Kerahkan Psikolog Klinis Tangani Trauma Korban di Pesantren Pati

“KPK selama ini konsisten mengkampanyekan Hajar Serangan Fajar, sebagai bentuk penolakan terhadap politik uang atau money politics. Esensi dari hajar serangan fajar ini ‘kan money politics yang kemudian itulah yang menjadi penyakitnya, menggerogoti demokrasi kita,” kata Juri Bicara Ali Fikri kepada wartawan, seperti dikutip, Jumat (17/5/2024).

Ali menuturkan, dalam paham yang menolak money politics termuat pendidikan politik agar masyarakat memilih calon pemimpin yang benar-benar sesuai dengan apa yang diperjuangkan.

Jika dalam pemungutan suara harus terjadi money politics, kata dia, maka sosok yang terpilih akan mencari keuntungan sebagai bentuk balik modal.

Ali menjelaskan, kajian KPK mengungkapkan seseorang yang menjadi kepala daerah harus mengeluarkan uang Rp30 sampai Rp50 miliar.

“Ketika menjabat nantinya dia harus mengembalikan modal, dan mengembalikan modal inilah yang menjadi pemicu untuk dia melakukan tindakan koruptif,” ujarnya.

Tak hanya KPK, kritikan juga datang dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang tegas mengatakan pernyataan yang keluar dari seorang anggota DPR tersebut patut dicurigai, apakah yang bersangkutan sebelumnya memenangkan kontestasi dengan mengandalkan kekuatan money politics.

“Pernyataan bahwa kalau tidak dilegalkan akan banyak yang melakukan itu (money politics) secara kucing-kucingan, ini logika berpikirnya sudah sangat berbahaya, karena berpotensi makin melanggengkan praktik korupsi,” ujar Peneliti ICW Seira Tamara sebagaimana dikutip dari Tempo.

Sebab, biaya politik yang tinggi pada saat pencalonan turut andil dalam lingkaran korupsi politik. Dengan logika yang sama, kata dia, korupsi yang dibatasi supaya tidak kucing-kucingan tak menjamin lebih mudah diawasi

“Makanya, sekali lagi, logika berpikir anggota DPR ini aneh sekali,” ucap Seira. (dil)

Tags: DPR RIICWKPKMoney PoliticsPDIPPolitik Uang

Berita Terkait.

Hardiknas 2026, Presiden PKS Ajak Kader Jadi Pusat Keunggulan dalam Pendidikan
Politik

Hardiknas 2026, Presiden PKS Ajak Kader Jadi Pusat Keunggulan dalam Pendidikan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:31
uang
Politik

Pengamat Tantang Keberanian Penegak Pemilu soal Usulan Blacklist Politik Uang

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:23
DPR Minta Kemenkes Kerahkan Psikolog Klinis Tangani Trauma Korban di Pesantren Pati
Politik

DPR Minta Kemenkes Kerahkan Psikolog Klinis Tangani Trauma Korban di Pesantren Pati

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:41
Teddy
Politik

Bursa Capres-Cawapres 2029 Dipanaskan, Pakar: Figur Muda dan Kuda Hitam

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:21
Amien-Rais
Politik

Kritik Seskab Teddy, GP Marhaen Sebut Amien Rais “Halu”

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:45
Amin-AK
Politik

Investasi RI Tak Efisien, DPR: Ini Alarm Keras buat Pemerintah

Kamis, 30 April 2026 - 10:41

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3701 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Tuduh Seskab Teddy Gay, Amien Rais Siap Hadapi Gugatan Hukum

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    659 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.