• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Investasi RI Tak Efisien, DPR: Ini Alarm Keras buat Pemerintah

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 30 April 2026 - 10:41
in Politik
Amin-AK

Wakil Ketua BAKN DPR Amin Ak. Foto: Dok Fraksi PKS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua BAKN DPR Amin Ak memahami keluhan Presiden Prabowo terkait tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang berada di level 6,5. Angka tersebut jauh di atas nilai ICOR negara tetangga, seperti Singapura 3, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam yang nilai ICOR-nya berada di kisaran 4.

Prabowo sempat menegaskan kondisi tersebut menunjukkan, Indonesia perlu melakukan pembenahan struktural agar pertumbuhan ekonomi lebih berkualitas dan kompetitif.

BacaJuga:

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi

Bangun Ekosistem Ekonomi Kawasan, Ketua DPD RI: Sumbagsel Miliki Fondasi dan Potensi Besar

RUU Pemilu, Golkar Bidik Parliamentary Threshold Ideal 4-6 Persen Demi Demokrasi Berkualitas

Amin pun mendesak para pembantu presiden terutama jajaran anggota kabinet untuk menaruh perhatian serius dengan tingginya in-efisiensi dalam belanja pembangunan Indonesia. Tingginya nilai ICOR Indonesia juga diperkuat temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menilai belanja pemerintah selama ini sangat tidak efisien.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa perekonomian nasional masih membutuhkan modal yang jauh lebih besar untuk menghasilkan pertumbuhan dibanding sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara.

“ICOR yang tinggi menandakan efisiensi ekonomi kita masih rendah. Artinya, investasi yang masuk belum sepenuhnya mampu diubah menjadi output secara optimal. Ini harus menjadi alarm penting bagi pemerintah,” kata Amin di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, persoalan ICOR tidak bisa dipandang semata-mata sebagai masalah investasi. Akar persoalannya jauh lebih luas, mulai dari kepastian regulasi, kualitas birokrasi, biaya Logistik, produktivitas tenaga kerja, hingga efektivitas belanja negara.

“Masalah kita bukan sekadar kurang modal, tetapi bagaimana modal itu dikelola menjadi produktif. Kalau tata kelola lemah, birokrasi lambat, dan kebijakan tidak konsisten, maka biaya ekonomi akan terus tinggi,” tegas Amin.

Ia menambahkan, sektor-sektor strategis seperti ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga BUMN harus dibenahi secara serius. Jika tidak, anggaran besar yang digelontorkan berisiko tidak menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Program pangan harus didukung data yang akurat dan distribusi yang efisien. Pendidikan dan kesehatan harus menghasilkan SDM unggul. BUMN harus profesional dan tidak dibebani kepentingan di luar fungsi bisnisnya,” ujarnya.(dan)

Tags: DPR RIICORPrabowo

Berita Terkait.

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Politik

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi

Minggu, 26 April 2026 - 21:36
sutan
Politik

Bangun Ekosistem Ekonomi Kawasan, Ketua DPD RI: Sumbagsel Miliki Fondasi dan Potensi Besar

Minggu, 26 April 2026 - 14:14
Ahmad-Doli-Kurnia-Tandjung
Politik

RUU Pemilu, Golkar Bidik Parliamentary Threshold Ideal 4-6 Persen Demi Demokrasi Berkualitas

Rabu, 22 April 2026 - 12:07
I-Nyoman-Parta
Politik

DPR Desak Aturan Turunan UU PPRT: Jangan Mengulang Kesalahan!

Rabu, 22 April 2026 - 11:26
Abdul-Fikri-Faqih
Politik

Revisi UU Sisdiknas, DPR RI Dukung Pembagian Peran PTN dan PTS

Rabu, 22 April 2026 - 09:34
Teddy Berburu Buku Bekas di Blok M, Pengamat: Merawat Citra, Strategi Senyap Pejabat di Era Digital
Politik

Teddy Berburu Buku Bekas di Blok M, Pengamat: Merawat Citra, Strategi Senyap Pejabat di Era Digital

Rabu, 22 April 2026 - 07:54

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2554 shares
    Share 1022 Tweet 639
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1473 shares
    Share 589 Tweet 368
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.