• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

RUU Pemilu, Golkar Bidik Parliamentary Threshold Ideal 4-6 Persen Demi Demokrasi Berkualitas

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 22 April 2026 - 12:07
in Politik
Ahmad-Doli-Kurnia-Tandjung

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Foto: Dokumen Fraksi PG DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Partai Golongan Karya (Golkar) menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penyederhanaan partai dan keterwakilan rakyat dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Umum (Pemilu). Terkait parliamentary threshold (PT), Golkar berkomitmen mencari titik tengah agar angka yang ditetapkan tidak memberatkan partai politik namun tetap menjaga kualitas demokrasi.

“Dalam menetapkan angka parliamentary threshold, kami mempertimbangkan dua unsur yang harus dijaga keseimbangannya,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

BacaJuga:

Sokong Sektor Pendidikan hingga Kesehatan, DPR: Muhammadiyah Ringankan Beban Pemerintah

Gerindra Puncaki Elektabilitas, PDIP dan Golkar Terus Membuntuti

Ekonomi Syariah Dinilai Masih ‘Main di Lapangan Ping-pong’, PKS Siapkan Terobosan

Golkar menyatakan penetapan angka PT harus berpijak pada dua sisi mata uang: keterwakilan rakyat (representativeness) dan efektivitas pemerintahan. Sehingga aturan baru ini tidak akan menggerus suara sah pemilih.

“Pertama adalah unsur representativeness, yaitu bagaimana sistem pemilu kita tetap menjaga adanya keterwakilan yang kuat dari rakyat. Semaksimal mungkin, kita harus menempatkan suara rakyat betul-betul bermakna,” kata Doli.

Ia menegaskan seluruh pihak harus berupaya untuk memenuhi prinsip One Person, One Vote, One Value (OPOVOV) dalam sistem pemilu.

“Kita juga harus mempertimbangkan unsur governability: bagaimana pasca-Pemilu, semua produknya, yaitu pemerintahan, dapat berjalan dengan baik,” ucap anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu.

Oleh karena itu, perlu penciptaan kestabilan politik melalui konsolidasi kekuatan politik yang relatif tidak rumit guna memperkuat sistem presidensial dan menciptakan peta politik lebih stabil.

“Apalagi sistem pemerintahan kita adalah sistem presidensial, di mana memang harus didukung oleh sistem parlemen yang multipartai sederhana,” jelas Doli.

Dalam perdebatan mengenai RUU Pemilu, ia mengusulkan ambang batas parlemen di kisaran 4-6 persen sebagai jalan tengah agar tidak memberatkan partai politik namun tetap efektif secara sistem.

“Saya menilai angka 4-6 persen adalah angka yang ideal. Dengan catatan, parliamentary threshold diberlakukan bukan hanya untuk DPR RI, tetapi juga diberlakukan terhadap DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota secara berjenjang,” tutur Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI ini.

“Misalnya 5, 4 ,3. Maksudnya, 5 persen untuk DPR RI, 4 persen untuk DPRD Provinsi dan 3 persen untuk DPRD Kabupaten/Kota,” tambahnya.(dan)

Tags: ahmad doli kurnia tandjungDPR RIParliamentary ThresholdRUU Pemilu

Berita Terkait.

najib
Politik

Sokong Sektor Pendidikan hingga Kesehatan, DPR: Muhammadiyah Ringankan Beban Pemerintah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:11
Gerindra
Politik

Gerindra Puncaki Elektabilitas, PDIP dan Golkar Terus Membuntuti

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:05
Ekonomi Syariah Dinilai Masih ‘Main di Lapangan Ping-pong’, PKS Siapkan Terobosan
Politik

Ekonomi Syariah Dinilai Masih ‘Main di Lapangan Ping-pong’, PKS Siapkan Terobosan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:16
Mengakhiri “Pecah Kongsi” Pimpinan Daerah, Pakar: Sebaiknya Pilkada Tidak Pilih Wakil
Politik

Mengakhiri “Pecah Kongsi” Pimpinan Daerah, Pakar: Sebaiknya Pilkada Tidak Pilih Wakil

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:31
Usai Dipanggil Ditjen Pajak, Hensa Buka Fakta di Balik Siniar Bareng Ferry Latuhihin
Politik

Usai Dipanggil Ditjen Pajak, Hensa Buka Fakta di Balik Siniar Bareng Ferry Latuhihin

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:15
Aher
Politik

Komisi II Tegaskan Kualitas Demokrasi Ditentukan Pemilih Cerdas

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:08

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2465 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2204 shares
    Share 882 Tweet 551
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1997 shares
    Share 799 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.