• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Pengamat Tantang Keberanian Penegak Pemilu soal Usulan Blacklist Politik Uang

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 8 Mei 2026 - 23:23
in Politik
uang

Ilustrasi politik uang. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wacana pemberian sanksi blacklist bagi pelaku politik uang dalam Revisi Undang-Undang Pemilu menuai sorotan dari analis komunikasi politik, Hendri Satrio.

Pria yang akrab disapa Hensa itu menilai, persoalan utama praktik politik uang di Indonesia sebenarnya bukan terletak pada kurangnya regulasi, melainkan lemahnya keberanian dalam menegakkan aturan yang sudah ada.

BacaJuga:

DPR Minta Kemenkes Kerahkan Psikolog Klinis Tangani Trauma Korban di Pesantren Pati

Bursa Capres-Cawapres 2029 Dipanaskan, Pakar: Figur Muda dan Kuda Hitam

Kritik Seskab Teddy, GP Marhaen Sebut Amien Rais “Halu”

Menurut Hensa, setiap momentum pemilu selalu diikuti lahirnya aturan-aturan baru yang diklaim lebih kuat. Namun dalam praktiknya, politik uang tetap tumbuh dan terus menemukan pola baru.

“Kita ini sudah sangat jago bikin aturan. Tiap pemilu, tiap pilkada, selalu ada regulasi baru yang katanya lebih kuat, lebih tegas, lebih komprehensif. Tapi hasilnya? Politik uang masih subur, masih tumbuh, bahkan sepertinya makin kreatif,” ujar Hensa melalui gawai, Jumat (8/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan Hensa menanggapi usulan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Herwyn J.H. Malonda, terkait pengaturan sanksi blacklist bagi pelaku politik uang dalam RUU Pemilu.

Meski demikian, Hensa menganggap gagasan tersebut tetap memiliki nilai positif. Menurutnya, larangan mengikuti kontestasi pemilu dalam periode tertentu dapat menjadi efek jera yang lebih terasa dibanding ancaman pidana yang selama ini dinilai kurang efektif.

Namun, ia menekankan bahwa masalah terbesar justru terletak pada konsistensi penegakan hukum.

“Blacklist itu kedengarannya serem, tapi siapa yang mau di-blacklist kalau yang nangkap saja masih setengah hati? Ini bukan soal aturannya kurang keras, ini soal apakah kita punya nyali untuk menerapkannya kepada orang-orang yang punya kuasa dan uang,” kata Hensa.

Founder KedaiKOPI itu juga menilai publik sudah terlalu sering melihat regulasi pemilu yang tampak kuat di atas kertas, tetapi melemah saat berhadapan dengan kepentingan politik di lapangan.

Menurut dia, pola tersebut terus berulang dalam setiap siklus pemilu dan semakin mudah dibaca masyarakat.

“Jadi kalau sekarang Bawaslu usul blacklist, saya tidak bilang itu ide yang buruk, saya cuma tanya satu hal, berani enggak tindak langsung pelakunya, siapa pun itu, tanpa pandang bulu?” tuturnya.

Lebih jauh, Hensa menegaskan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu tidak ditentukan oleh banyaknya aturan baru, melainkan ketegasan dalam menjalankan penindakan.

Ia menyebut masyarakat kini semakin kritis dan tidak lagi mudah percaya pada jargon penegakan hukum tanpa bukti nyata.

“Masyarakat itu sudah agak lelah dengan narasi ‘kali ini kita serius’. Mereka mau bukti, dan bukti itu bukan pasal baru di undang-undang, tapi penindakannya. Itu yang akan bikin orang percaya,” tambahnya. (her)

Tags: pemiluPengamatPolitik Uang

Berita Terkait.

DPR Minta Kemenkes Kerahkan Psikolog Klinis Tangani Trauma Korban di Pesantren Pati
Politik

DPR Minta Kemenkes Kerahkan Psikolog Klinis Tangani Trauma Korban di Pesantren Pati

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:41
Teddy
Politik

Bursa Capres-Cawapres 2029 Dipanaskan, Pakar: Figur Muda dan Kuda Hitam

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:21
Amien-Rais
Politik

Kritik Seskab Teddy, GP Marhaen Sebut Amien Rais “Halu”

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:45
Amin-AK
Politik

Investasi RI Tak Efisien, DPR: Ini Alarm Keras buat Pemerintah

Kamis, 30 April 2026 - 10:41
Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Politik

Milad ke-24 PKS Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi

Minggu, 26 April 2026 - 21:36
sutan
Politik

Bangun Ekosistem Ekonomi Kawasan, Ketua DPD RI: Sumbagsel Miliki Fondasi dan Potensi Besar

Minggu, 26 April 2026 - 14:14

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3701 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Tuduh Seskab Teddy Gay, Amien Rais Siap Hadapi Gugatan Hukum

    662 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.