• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Bursa Capres-Cawapres 2029 Dipanaskan, Pakar: Figur Muda dan Kuda Hitam

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 7 Mei 2026 - 13:21
in Politik
Teddy

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut menjadi figur potensial dalam dinamika Pilpres 2029. Foto: Dokumen Setkab

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 diprediksi tidak hanya menghadirkan pertarungan tokoh lama, tetapi juga membuka ruang besar bagi wajah-wajah baru untuk tampil ke panggung utama politik nasional.

Pakar komunikasi politik, Hendri Satrio menilai dinamika Pilpres mendatang bakal jauh lebih cair dibandingkan pemilu sebelumnya. Menurutnya, sejumlah tokoh muda yang selama ini berada di lingkar kekuasaan mulai menunjukkan potensi untuk tampil lebih terbuka sebagai pemain utama.

BacaJuga:

DPR Tegaskan APBN 2027 Harus Mampu Tarik Investasi dan Lapangan Kerja

Gaungkan Gerakan Literasi, Legislator Usul Dibangunnya Pojok Baca di DPR

PDIP Sebut Sebagai Partai Penyeimbang, AHY: Kritik Boleh, tapi Jangan Seolah Semuanya Salah

“Pilpres 2029 itu akan sangat berbeda. Selain kemungkinan besar Prabowo akan kembali maju sebagai petahana, kita akan melihat banyak tokoh yang sebelumnya hanya berada di orbit kekuasaan kini berani tampil ke depan. Di sisi lain, ada juga bayang-bayang penantang yang sedang mengintip dan mencari celah kesempatan,” ujar Hensa -sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Kamis (7/5/2026).

Dalam peta awal yang ia amati, nama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut sebagai figur paling potensial untuk mengisi posisi calon wakil presiden.

Hensa melihat keduanya memiliki keuntungan yang tidak dimiliki banyak tokoh lain, yakni kedekatan langsung dengan pusat kekuasaan sekaligus tingkat eksposur publik yang terus meningkat.

“Teddy dan Gibran menurut saya yang paling potensial saat ini. Gibran jelas sebagai Wapres incumbent, Teddy sering mendampingi Prabowo sehingga elektabilitasnya terus terasah. Tapi keduanya masih butuh mesin politik yang kuat karena belum terafiliasi partai mana pun,” katanya.

Meski memiliki modal popularitas, Hensa mengingatkan bahwa jalur menuju Pilpres tetap sangat ditentukan oleh dukungan partai politik.

“Keduanya meski kuat, tinggal masalah cari partai saja yang mana yang mau mendukung mereka. Di Indonesia perlu dukungan partai untuk maju di Pilpres,” jelas Hensa.

Selain nama dari lingkar pemerintahan saat ini, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga disebut masih memiliki peluang besar untuk masuk dalam konfigurasi Pilpres 2029.

Didukung mesin partai yang mapan serta faktor nama besar Susilo Bambang Yudhoyono, AHY dinilai tetap relevan dalam peta politik nasional. Namun, tantangan terbesar putra sulung SBY itu adalah memperluas basis dukungan di luar pemilih loyal Demokrat.

“AHY ini oke, tapi menurut saya posisinya paling realistis adalah sebagai calon wakil presiden yang dipasangkan dengan tokoh berpengaruh, baik secara independen maupun dari partai besar lain,” tuturnya.

Dari kubu PDI Perjuangan, Hensa menilai nama Ketua DPR RI Puan Maharani tetap memiliki peluang besar jika partai berlambang banteng itu ingin mengusung kader internal.

Menurutnya, Puan memiliki legitimasi politik yang kuat serta pengalaman panjang di panggung nasional. Namun, pekerjaan rumah terbesar Puan adalah memperluas penerimaan publik di luar basis tradisional PDI Perjuangan.

“Saya memang menyarankan jika PDI-P ingin solid ya Ibu Megawati yang maju. Namun jika Ibu Megawati tidak berkenan, maka buat saya Puan menjadi salah satu kandidat yang bisa didorong untuk maju di Pilpres 2029, karena pengalamannya panjang termasuk dua periode menjadi Ketua DPR,” ungkap Hensa.

Selain Puan, Hensa juga menyinggung nama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai salah satu figur yang layak diperhitungkan. Berbekal pengalaman panjang di legislatif hingga birokrasi pemerintahan, Pramono dinilai memiliki kapasitas politik dan administratif yang cukup kuat.

“Mas Pram ini juga potensial untuk maju di Pilpres 2029, puluhan tahun di birokrasi pemerintahan dan kini juga terlihat kinerjanya sebagai pemimpin sejak jadi Gubernur, namun langkahnya sangat bergantung pada posisi PDI Perjuangan nanti,” kata Hensa.

Sementara dari internal Gerindra, selain Prabowo Subianto, Hensa melihat sosok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai mencuri perhatian.

Popularitas Dedi atau KDM yang terus menanjak di media sosial dianggap menjadi modal penting untuk menembus panggung politik nasional.

“Tantangan KDM ada dua: bagaimana publik melihatnya di kancah nasional, dan bagaimana keadaan internal Gerindra nanti, apalagi Pak Prabowo masih jadi calon kuat untuk maju lagi sebagai petahana,” ucap Hensa.

Tak berhenti di situ, Hensa juga menyebut masih ada sejumlah figur lain yang menurutnya sedang menunggu momentum untuk masuk lebih serius ke arena Pilpres.

Nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hingga Ketua DPD RI Sultan Najamudin disebut memiliki peluang untuk menjadi alternatif di tengah dinamika politik yang terus berubah.

“Ketiga nama ini, mereka sedang mengintip-intip cari lubang kesempatan nih. Anies misalnya punya basis pemilih yang loyal, Purbaya memiliki pengalaman teknokrat yang kuat, sementara Sultan Najamudin sebagai Ketua DPD memiliki posisi strategis di lembaga tinggi negara,” jelasnya.

Menurut Hensa, semakin banyaknya figur yang mulai bermunculan justru menjadi pertanda positif bagi demokrasi Indonesia karena publik memiliki lebih banyak pilihan kepemimpinan.

Namun ia menegaskan, seluruh simulasi politik tersebut akan berubah drastis apabila Presiden Prabowo Subianto memutuskan kembali maju pada Pilpres 2029.

“Oh iya, disclaimer ya, ini hanya berlaku bila Pak Prabowo enggak maju lagi, kalau 08 maju lagi, hampir pasti semuanya berebut merapat ke pak Prabowo,” tutup Hensa.

Saya sudah membuat naskah versi baru dengan gaya berita yang lebih hidup, mengalir, dan berbeda dari aslinya, lengkap dengan beberapa opsi judul yang lebih menarik dan modern.(her)

Tags: Hendri SatrioHensaKuda HitamPilpres 2029

Berita Terkait.

DPR Tegaskan APBN 2027 Harus Mampu Tarik Investasi dan Lapangan Kerja
Politik

DPR Tegaskan APBN 2027 Harus Mampu Tarik Investasi dan Lapangan Kerja

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01
Gaungkan Gerakan Literasi, Legislator Usul Dibangunnya Pojok Baca di DPR
Politik

Gaungkan Gerakan Literasi, Legislator Usul Dibangunnya Pojok Baca di DPR

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:01
ahy
Politik

PDIP Sebut Sebagai Partai Penyeimbang, AHY: Kritik Boleh, tapi Jangan Seolah Semuanya Salah

Senin, 22 Juni 2026 - 15:05
MM
Politik

Gelar Webinar Nasional Muda Mandiri 2026, PKS Dorong Anak Muda Mandiri Finansial dan Siap Memimpin Bangsa

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:26
GKR-Hemas
Politik

Sentilan DPD RI: Indonesia Banjir Orang Pintar, tapi Defisit Pemimpin Berintegritas

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:33
mega
Politik

Doli: Sikap PDIP di Luar Pemerintahan Justru Membuat Demokrasi Indonesia Lebih Indah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1718 shares
    Share 687 Tweet 430
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1685 shares
    Share 674 Tweet 421
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1271 shares
    Share 508 Tweet 318
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1076 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
Tak Gentar Lawan Argentina, Tanjung Verde Optimistis Tatap Babak 32 Besar Piala Dunia
Olahraga

Tak Gentar Lawan Argentina, Tanjung Verde Optimistis Tatap Babak 32 Besar Piala Dunia

Editor Dilianto
Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:18

INDOPOSCO.ID - Timnas Tanjung Verde akan berhadapan dengan Timnas Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia : Tanjung Verde Lolos 32 Besar, Deroy Duarte: Rasanya Seperti Bermimpi

Hasil Piala Dunia : Tanjung Verde Lolos 32 Besar, Deroy Duarte: Rasanya Seperti Bermimpi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:16
Hasil Piala Dunia : Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Kecewa Berat

Hasil Piala Dunia : Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Kecewa Berat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:43
Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:12
Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos

Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:03
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.