• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Indef Sebut Isu Kemiskinan dan Ketimpangan Harus Muncul pada Debat Kelima Pilpres 2024

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Jumat, 2 Februari 2024 - 20:02
in Nasional
eko

Tangkapan virtual Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto dalam diskusi publik virtual dengan topik “Mengurai Gagasan Capres Tentang Isu Kesejahteraan Sosial,” Jakarta, Jumat (2/2/2024). (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebutkan isu pengentasan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan (rasio gini) harus muncul dari para calon presiden dan calon wakil presiden dalam debat kelima Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 pada Minggu (4/2/2024).

“Tiga aspek utama yang harus muncul nanti terkait dengan ide-ide capres-cawapres dalam debat itu setidaknya tiga masalah ini, kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan,” kata Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto dalam diskusi publik virtual dengan topik Mengurai Gagasan Capres Tentang Isu Kesejahteraan Sosial diikuti di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/2/2024).

BacaJuga:

Enam Bulan Menyelami Cara Negara Bekerja, 74 Talenta Muda Masuk Kementerian PANRB

Dari Indonesia ke Dunia, Penjualan Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit

Mendagri Dorong Pemanfaatan Rilis Publikasi Statistik Perumahan BPS untuk Tekan Backlog

Menurut dia, publik ingin mendengar solusi-solusi apa dari para capres-cawapres nanti ketika menghadapi berbagai macam data soal kesejahteraan sosial dan ekonomi yang dirasakan belum banyak perubahan atau peningkatan dalam konteks sampai 2024.

Menurut dia, ketiga masalah tersebut yang merupakan isu-isu menyangkut kesejahteraan sosial penting dibahas karena memiliki dampak terhadap masyarakat.

Pertama, isu kemiskinan yang disebut paling berkaitan erat dengan kesejahteraan sosial. Per Maret 2023, tingkat kemiskinan di Indonesia sebesar 9,36 persen atau 25,90 juta orang.

Karena itu, diharapkan kepemimpinan nasional dari hasil Pilpres 2024 menghasilkan pemimpin yang bisa memberikan solusi atas persoalan kemiskinan.

“Muara dari kesejahteraan sosial atau problem dari sumber problem kemiskinan ya banyak gitu. Jadi, dari kemiskinan yang tidak terselesaikan itu kemudian muncul persoalan stunting, kemudian muncul isu-isu kesejahteraan lainnya. Tapi, sebetulnya itu kalau dikerucutkan dalam satu kata kenapa (ada masalah-masalah dalam kesejahteraan sosial)? Karena miskin. Nah, ini yang perlu nanti dielaborasi oleh para paslon (pasangan calon),” kata Eko.

Dalam visi-misi dari setiap paslon capres-cawapres, lanjutnya, sudah banyak berbagai macam program untuk mengatasi permasalahan kemiskinan. Namun, apa yang perlu dijabarkan lebih mendalam pada debat kelima ialah strategi-strategi untuk mengatasi kemiskinan secara rasional dari segi cara dan target.

“Jadi, jangan hanya data-data yang dijanjikan bagus-bagus, tapi kemudian elaborasi kebijakannya tidak tajam,” ucap dia.

Problem kedua berkaitan dengan pengangguran yang masih berada di angka 5,32 persen atau 7,86 juta orang per Agustus 2023. Kendati secara tren pengangguran mengalami penurunan, tetapi angka di atas 5 persen masih terbilang besar, apalagi ditambah data-data setengah pengangguran yang memiliki jumlah lebih besar.

Data mengenai pengangguran menggambarkan bahwa problem penciptaan lapangan kerja saat ini masih menjadi tantangan besar untuk mewujudkan kesejahteraan.

Dia menginginkan para paslon dapat mengelaborasi terkait masalah pengangguran, misalnya seperti fenomena pengangguran terbuka yang relatif bisa diturunkan oleh pemerintah pada tahun 2023, tetapi sektor informal masih lebih mendominasi daripada sektor formal.

Terakhir, Eko menilai persoalan ketimpangan menjadi sangat penting dibahas dalam debat kelima mengingat tren dari isu tersebut cenderung stagnan dari tahun ke tahun, hanya 0,38 per Maret 2023.

“Jadi, ini merupakan persoalannya sangat krusial ya saya rasa, di mana ketimpangan tidak bisa di-touch dengan kebijakan secara bagus, sehingga yang terjadi adalah dari waktu ke waktu ketimpangan kita ya tidak berubah gitu, bahkan kalau bicara soal bagaimana dengan katakanlah periode sebelum Pak Jokowi, ya justru capaiannya lebih bagus gitu. Ini yang menggambarkan apa hal yang harus juga kita address gitu,” kata dia. (dam)

Tags: Debat Kelima Pilpres 2024IndefInstitute for Development of Economics and FinanceIsu Kemiskinan dan KetimpanganPilpres 2024

Berita Terkait.

magang
Nasional

Enam Bulan Menyelami Cara Negara Bekerja, 74 Talenta Muda Masuk Kementerian PANRB

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:04
epson
Nasional

Dari Indonesia ke Dunia, Penjualan Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:20
tito
Nasional

Mendagri Dorong Pemanfaatan Rilis Publikasi Statistik Perumahan BPS untuk Tekan Backlog

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:52
abdul
Nasional

Bersama 1.000 Penyandang Disabilitas, Mendikdasmen Gaungkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:21
nashir
Nasional

42 Tahun Menunggu, Haedar Nashir Akhirnya Kantongi Kartu Wartawan Utama

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:11
bpn
Nasional

Sengketa Tanah Tridharma, Pondok Labu, Warga Desak BPN Jangan Bela Pengusaha

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:12

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3686 shares
    Share 1474 Tweet 922
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    858 shares
    Share 343 Tweet 215
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.