• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Memasuki Musim Hujan, 16 Kecamatan di DKI Jakarta Rawan Longsor

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 10 Januari 2024 - 18:18
in Megapolitan
tanahco

Peringatan dini potensi tanah longsor di DKI Jakarta. (Dok BPBD DKI Jakarta)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakartam, Isnawa Adji menyatakan bahwa 16 kecamatan di Jakarta diidentifikasi sebagai zona yang berpotensi mengalami longsor pada bulan Januari 2024.

“Prakiraan mengenai wilayah yang berpotensi mengalami gerakan tanah tersebut dibuat dengan merujuk pada overlay antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diterbitkan oleh BMKG,” katanya dalam keterangan tertulis Rabu (10/1/2024).

BacaJuga:

Camat Tambora Akui 8 Kelurahannya Masih Kumuh Usai Disorot Pramono

Bea Cukai Bogor Menindak 286 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Maung Padjajaran

Pramono Jadikan Data BPS Dasar Benahi RW Kumuh di Jakarta

Isnawa menyebutkan bahwa 16 kecamatan yang berpotensi mengalami longsor tersebar di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.

Selain itu, data yang dikumpulkan oleh BPBD DKI dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan bahwa beberapa wilayah yang rentan terhadap longsor berada di zona menengah.

Pada zona ini, diperkirakan akan terjadi gerakan tanah jika curah hujan melebihi normal, terutama di daerah yang berbatasan dengan sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan.

“BPBD DKI memberikan imbauan kepada para lurah, camat di Jakarta, dan masyarakat untuk proaktif mengantisipasi potensi longsor yang dapat terjadi saat curah hujan melebihi batas normal,” ujarnya.

Enam belas kecamatan di Jakarta, yang termasuk dalam zona rawan longsor, terbagi di beberapa wilayah. Di Jakarta Pusat, zona tersebut mencakup kecamatan Menteng.

Sementara itu, di Jakarta Selatan, kecamatan yang berpotensi mengalami longsor adalah Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

Di Jakarta Timur, zona rawan longsor mencakup Cakung, Duren Sawit, Jatinegara, Kramat Jati, Matraman, Pasar Rebo, dan Pulo Gadung.

Sebagai informasi, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Pengolahan Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Michael Sitanggang menyatakan bahwa BPBD DKI Jakarta telah menyiapkan 267 petugas yang memiliki keahlian untuk mengevakuasi warga dalam kondisi darurat dan terdampak banjir di wilayah DKI Jakarta.

“Para petugas juga telah dilatih dalam keahlian evakuasi warga dalam keadaan darurat,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa total terdapat 267 personel petugas penanggulangan bencana atau Tim Reaksi Cepat (TRC) yang tersebar di seluruh wilayah rawan bencana.

Tim tersebut memiliki tugas untuk menangani bencana, termasuk banjir, melakukan edukasi, mengevakuasi warga saat terjadi banjir di wilayah Jakarta, serta melakukan penanganan dan pemantauan setelah bencana terjadi.

BPBD DKI Jakarta juga telah menyiapkan peralatan pendukung, seperti tenda, perahu karet di setiap kelurahan, pelampung cincin (ring buoys), jaket, dan pelampung, untuk melakukan evakuasi jika terjadi banjir. (fer)

Tags: dki jakartaKecamatanlongsormusim hujan

Berita Terkait.

tambora
Megapolitan

Camat Tambora Akui 8 Kelurahannya Masih Kumuh Usai Disorot Pramono

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:22
Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026
Megapolitan

Bea Cukai Bogor Menindak 286 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Maung Padjajaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:31
Pramono Jadikan Data BPS Dasar Benahi RW Kumuh di Jakarta
Megapolitan

Pramono Jadikan Data BPS Dasar Benahi RW Kumuh di Jakarta

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:21
RW Kumuh Jakarta Sisa 211, Pramono Soroti Kompleksitas Wilayah Tambora
Megapolitan

RW Kumuh Jakarta Sisa 211, Pramono Soroti Kompleksitas Wilayah Tambora

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:31
WNA
Megapolitan

Edarkan Narkoba, WNA China Ditangkap di Pademangan Jakarta

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:43
chico
Megapolitan

Chico Hakim: Dominasi Gen Z dan Milenial Jadi Modal Jakarta Menuju Kota Maju

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Mengasah Kompetensi dari Lapangan, PEP Sangasanga Buka Wawasan Mahasiswa Migas

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.