INDOPOSCO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang menunjukkan populasi Indonesia telah menyentuh angka 284,67 juta jiwa. Dari total tersebut, Jakarta menyumbang 10,72 juta jiwa dengan struktur demografi dinilai sangat menguntungkan bagi akselerasi pembangunan nasional.
Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim memandang hasil SUPAS 2025 sebagai sinyal positif atas keberhasilan struktur demografi Jakarta yang kini berada di puncak bonus demografi.
Kombinasi antara angkatan kerja yang produktif dan rasio ketergantungan yang minimal dinilai sebagai kunci emas untuk mengakselerasi transformasi Jakarta menjadi kota yang inklusif.
“Dominasi generasi muda yang produktif, tingkat kesuburan yang terkendali, serta rasio ketergantungan yang rendah adalah modal emas bagi kita untuk membangun Jakarta yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” kata Chico Hakim sapan karibnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Jakarta kini didominasi oleh kaum muda dari generasi Milenial dan Gen Z yang jika digabungkan mencapai hampir separuh total penduduk. Struktur demografi ini didukung oleh rasio ketergantungan yang cukup rendah, yakni 40,34, yang mengindikasikan beban ekonomi penduduk yang minim.
Upaya peningkatan kualitas hidup pun terlihat dari indikator kesehatan yang membaik, termasuk rendahnya angka kematian bayi dan balita, serta capaian prevalensi kontrasepsi yang menyentuh angka 54,72 persen.
Tak hanya itu, Jakarta juga menunjukkan tingkat integrasi sosial yang tinggi, ditandai dengan kemampuan berbahasa Indonesia penduduknya yang hampir merata sempurna, di tengah pertumbuhan penduduk yang tetap terjaga melalui migrasi bersih sebesar 1,27 persen.
Di samping itu, penguatan program kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di Puskesmas maupun Posyandu telah berhasil menekan Total Fertility Rate (TFR) hingga mencapai angka 1,79.
Selain itu, upaya masif dalam program imunisasi dan gizi balita juga dilaporkan berperan penting dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita.
“Saat ini, kami sedang mempercepat Jakarta Ramah Lansia dengan memperluas layanan kesehatan lansia terintegrasi dan menciptakan lingkungan yang age-friendly,” ujar Chico Hakim.
“Bagi generasi muda, melalui Program Jakarta Bangkit kami telah meluncurkan pelatihan vokasi, inkubasi startup, dan ekosistem kreatif bagi Gen Z dan Milenial,” tambahnya. (dan)











