• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Pemeriksa Fakta Kupas Cara Kerja Hoaks di Era Digital

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31
in Megapolitan
Pemeriksa Fakta Profesional, Bentang Febrylian (kiri) menyampaikan paparan terkait hoaks dalam seminar Jakarta SOLID (Sadar Olah Literasi Digital) bertema “Hoaks, Disinformasi, dan Peran Publik di Era AI” yang digelar secara daring dan luring di Jakarta, Rabu (6/5/2026)/istimewa

Pemeriksa Fakta Profesional, Bentang Febrylian (kiri) menyampaikan paparan terkait hoaks dalam seminar Jakarta SOLID (Sadar Olah Literasi Digital) bertema “Hoaks, Disinformasi, dan Peran Publik di Era AI” yang digelar secara daring dan luring di Jakarta, Rabu (6/5/2026)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemeriksa Fakta Profesional, Bentang Febrylian, mengimbau masyarakat untuk membangun kebiasaan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, di tengah derasnya arus informasi di era digital.

Hal tersebut disampaikannya dalam seminar Jakarta SOLID (Sadar Olah Literasi Digital) bertema “Hoaks, Disinformasi, dan Peran Publik di Era AI” yang digelar secara daring dan luring di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

BacaJuga:

Dukung Lingkungan Berkelanjutan, Srikandi PLN Icon Plus Libatkan Masyarakat dalam Daur Ulang

Dinilai Langgar Etik, Pegiat Informasi Minta Gubernur dan DPRD Banten Evaluasi KI Banten

Sediakan Payung, Hujan Mendominasi Prakiraan Cuaca di Jakarta Libur Akhir Pekan Ini 

Bentang menekankan pentingnya prinsip “klik, cek, baru share” sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran hoaks.

“Temanya hari ini adalah klik, cek, baru share, membangun budaya verifikasi informasi. Bagaimana cara kita menyikapi informasi yang ternyata tidak sesuai dengan data dan fakta,” ujar Bentang mengawali paparannya.

Ia menjelaskan, pola penyebaran informasi saat ini telah mengalami perubahan signifikan seiring perkembangan teknologi. Jika sebelumnya masyarakat mengandalkan media konvensional dan mesin pencari, kini informasi bisa diperoleh secara real-time melalui media sosial, bahkan langsung dari lokasi kejadian.

“Sekarang kita bisa mendapatkan informasi langsung dari live di media sosial. Bahkan dari warga yang berada di lokasi kejadian. Ini menunjukkan bahwa fenomena distribusi informasi sudah berubah,” katanya.

Bentang mencontohkan pengalaman pribadinya saat memperoleh informasi kecelakaan kereta di Bekasi Timur belum lama ini melalui siaran langsung di platform digital. Fenomena ini, menurutnya, memperkuat peran citizen journalism yang memungkinkan siapa pun menjadi sumber informasi.

Namun di sisi lain, kemudahan tersebut juga membuka peluang besar bagi penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

“Informasi masuk ke kita setiap hari sangat cepat, tapi belum tentu akurat. Tantangannya adalah banyak orang langsung membagikan tanpa melakukan cross-check,” ungkapnya.

Mengutip pandangan filsuf The Liang Gie, Bentang menjelaskan bahwa informasi seharusnya mengandung pengetahuan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang tepat dan berbasis fakta.

“Di akhir definisi disebutkan bahwa informasi harus berdasarkan fakta. Tapi di era digital sekarang, kecepatan sering kali mengalahkan akurasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bentang mengakui bahwa edukasi literasi digital, terutama di lingkungan terdekat seperti keluarga, bukan hal yang mudah. Ia bahkan kerap menghadapi penolakan saat memberikan pemahaman terkait hoaks.

“Sering dibilang ‘anak baru kemarin sore jangan sok tahu’. Tapi sejak 2017 saya terus melakukan edukasi sampai akhirnya mereka mulai memahami mana konten yang hoaks,” tutur Bentang.

Ia juga menjelaskan bahwa istilah hoaks sendiri berasal dari kata hocus, yang berarti mengelabui, dan memiliki kaitan dengan trik sulap.

“Hoaks itu seperti sulap, ada trik untuk mengelabui. Itulah mengapa kita harus lebih kritis dalam menerima informasi,” tegasnya.

Bentang menegaskan bahwa semakin beragamnya bentuk hoaks di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan literasi digital dan tidak mudah terjebak pada informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kita semua punya peran. Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” tambahnya. (her)

Tags: hoaksjakarta solidliterasi digital

Berita Terkait.

3 Proyek Energi Bersih PLN NP Raih Penghargaan ASEAN ASEAN Energy Awards 2026, Ini Inovasinya
Megapolitan

Dukung Lingkungan Berkelanjutan, Srikandi PLN Icon Plus Libatkan Masyarakat dalam Daur Ulang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:09
Dinilai Langgar Etik, Pegiat Informasi Minta Gubernur dan DPRD Banten Evaluasi KI Banten
Megapolitan

Dinilai Langgar Etik, Pegiat Informasi Minta Gubernur dan DPRD Banten Evaluasi KI Banten

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:15
Sediakan Payung, Hujan Mendominasi Prakiraan Cuaca di Jakarta Libur Akhir Pekan Ini 
Megapolitan

Sediakan Payung, Hujan Mendominasi Prakiraan Cuaca di Jakarta Libur Akhir Pekan Ini 

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:00
maling
Megapolitan

Baru Sehari Kerja, Karyawati Apotek di Cengkareng Curi iPhone 11 dan Uang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:08
cuaca
Megapolitan

Prakiraan Cuaca Akhir Pekan, BMKG: Jakarta Didominasi Berawan Hari Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:36
Sinergi Bea Cukai dan Polri Cegah 1,79 Juta Batang Rokok Ilegal Beredar di Lampung
Megapolitan

Bea Cukai Bogor Gagalkan Peredaran 1,2 Juta Batang Rokok Ilegal 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:06

OLAHRAGA

Hadi-Tj
Olahraga

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto menyebut negara-negara di Eropa sebagai pesaing terberat kontingen karate...

SelengkapnyaDetails
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2716 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1056 shares
    Share 422 Tweet 264
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.