INDOPOSCO.ID – Di tengah derasnya arus informasi dan percepatan teknologi, kemampuan memilah sekaligus memanfaatkan dunia digital menjadi kunci bagi kemajuan sebuah kota. Hal itulah yang ditekankan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam seminar Jakarta SOLID (Sadar Olah Literasi Digital) yang digelar secara daring dan luring di Jakarta, pada Rabu (6/5/2026).
Dalam forum bertema “Hoaks, Disinformasi, dan Peran Publik di Era AI” tersebut, Pramono mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan literasi digital agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.
“Kami (Pemprov DKI Jakarta) mengimbau bagi warga Jakarta untuk meningkatkan kemampuan literasi digitalnya, agar kita bisa memanfaatkan dunia digital untuk meningkatkan perekonomian Jakarta,” ujar Pramono dalam sambutan videonya.
Ia menegaskan bahwa literasi digital bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, melainkan kebutuhan dasar di tengah transformasi teknologi yang semakin cepat, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, masyarakat yang cakap digital akan lebih siap menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang ekonomi baru.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, berkomitmen memperkuat literasi digital melalui berbagai program. Salah satunya melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik yang secara konsisten menggelar kegiatan edukatif seperti seminar Jakarta SOLID.
“Pemerintah Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik melaksanakan kegiatan seminar Literasi Digital Jakarta SOLID,” katanya.
Pramono juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam menghadapi maraknya hoaks dan disinformasi di era digital.
“Selamat mengikuti seminar Literasi Digital Jakarta SOLID. Semoga bisa membawa manfaat bagi kita semua, menjadikan Jakarta semakin siap bersaing di kancah global,” tutupnya.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Jakarta terus melangkah memperkuat fondasi digitalnya, bukan sekadar untuk bertahan di era AI, tetapi untuk melesat sebagai kota global yang adaptif, cerdas, dan berdaya saing tinggi. (her)











