• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ketimpangan Layanan Kesehatan Jawa dan Luar Jawa, Pasangan Ganjar-Mahfud Beri Solusi Ini

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 1 Desember 2023 - 09:30
in Nasional
jarco

Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 3 Ganjar-Mahfud. Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 3 Ganjar-Mahfud menawarkan program Satu Desa, Satu Tenaga Kesehatan (Nakes), Satu Fasilitas Kesehatan (Faskes), dalam kampanye Pilpres 2024, yang sudah berlangsung tiga hari.

Pasangan Ganjar-Mahfud menilai, program ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi disparitas layanan kesehatan di berbagai daerah di Jawa dan luar Jawa.

BacaJuga:

SPMB 2026 Diawasi Ketat, Kemendikdasmen Minta Pemda Tutup Celah Titipan dan Pungutan

Indonesia-Brasil Perkuat Riset Semikonduktor, Unicamp Siap Tampung 10 Mahasiswa Pascasarjana

Data WNA Dinilai Belum Transparan, DPR Dorong Sistem Imigrasi Terbuka

Fakta menunjukkan, tingkat ketimpangan layanan kesehatan di Jawa dan luar Jawa masih besar, khususnya di daerah Timur Indonesia, seperti Papua dan daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Ganjar-Mahfud menilai, pemerataan layanan kesehatan merupakan keharusan jika ingin menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di seluruh Indonesia, dalam menyongsong era Indonesia Emas 2045.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, tingkat ketimpangan layanan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia masih sangat besar, terutama antara daerah-daerah di Jawa dan luar Jawa.

Untuk itu, jika ingin mewujudkan slogan “Indonesia Harga Mati”, salah satu hal yang harus dilakukan adalah mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh daerah di tanah air.

Hal itu dikatakan Muhadjir pada Malam Penganugerahan Tanda Penghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat dan SBM (Sanitasi Berbasis Masyarakat) Tahun 2023, di Grand Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, pada Selasa malam, (28/11/2023).

Dalam rilis yang dikirim ke sejumlah media, Muhadjir mengatakan, saat ini disparitas layanan kesehatan di Indonesia masih cukup besar. Layanan kesehatan di Pulau Jawa, menurut dia, sudah baik, akan tetapi tidak demikian untuk kondisi di luar Pulau Jawa terutama di Indonesia Timur serta daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Menurut dia, pemerataan pelayanan kesehatan juga mencakup transfer teknologi kesehatan. “Tidak mungkin kita menangani kesehatan di Papua seperti Yahukimo, Pegunungan Bintang, di Pulau Kangean Madura sama dengan penanganan di Jakarta.

“Dibutuhkan teknologi termasuk Artificial Intelligence,(AI). Saya yakin Pak Menkes sangat menguasai bidang itu. Karena itu gagasan besar dari Pak Menkes sangat luar biasa untuk melakukan proses transformasi,” kata Muhadjir.

Menurut Menko PMK, pemerataan layanan kesehatan harus disiapkan sungguh-sungguh dan itu merupakan tanggung jawab pemerintah, baik pusat maupun daerah. “Anggaran kesehatan itu sebagian besar di daerah, tidak di pusat. Maka tanggung jawab kesehatan itu lebih banyak di daerah Provinsi Kab/Kota daripada di pusat,” tutup Muhadjir. (nas)

Tags: ganjar-mahfudLayanan Kesehatan Jawa dan Luar JawaPasangan Ganjar-Mahfud

Berita Terkait.

siswa
Nasional

SPMB 2026 Diawasi Ketat, Kemendikdasmen Minta Pemda Tutup Celah Titipan dan Pungutan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:06
mendikti
Nasional

Indonesia-Brasil Perkuat Riset Semikonduktor, Unicamp Siap Tampung 10 Mahasiswa Pascasarjana

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:20
wna
Nasional

Data WNA Dinilai Belum Transparan, DPR Dorong Sistem Imigrasi Terbuka

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:02
foto
Nasional

Selain Sekolah dan Orang Tua, Platform Wajib Ciptakan Ruang Digital Ramah Anak

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:55
forum
Nasional

Perlindungan Anak Jadi Agenda Bersama, Pengasuh Pesantren Nusantara Rumuskan Langkah Strategis

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:31
spmb
Nasional

SPMB 2026 Diserbu Pendaftar, SCALA by Metranet Klaim Sistemnya Mampu Tangani Lonjakan Akses

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:21

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    926 shares
    Share 370 Tweet 232
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1489 shares
    Share 596 Tweet 372
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.