• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Sidang Dugaan Penggelapan Uang PT Electronic Technology Indoplas Hadirkan 3 Saksi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 15 November 2023 - 22:17
in Daerah
Tiga saksi diambil sumpah saat sidang kasus dugaan penggelapan uang perusahaan PT. Electronic Technology Indoplas di PN Tangerang, Banten (14/12/2023). Foto: istimewa

Tiga saksi diambil sumpah saat sidang kasus dugaan penggelapan uang perusahaan PT. Electronic Technology Indoplas di PN Tangerang, Banten (14/12/2023). Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sidang kasus dugaan penggelapan uang perusahaan dengan terdakwa Warga Negara Korea Selatan, Lee Soo Hyun, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Dalam persidangan tersebut, dihadirkan tiga saksi karyawan dan mantan karyawan PT Electronic Technology Indoplas.

Lee Soo Hyun merupakan Komisaris PT. Electronic Technology Indoplas sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan, dijerat kasus dugaan penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 26 miliar.

BacaJuga:

Gubernur Banten: Integritas Eksekutif dan Legislatif Tak Bisa Dipisahkan

Bea Cukai Beri Fasilitas KITE, Produsen Lilin Tegal Bidik Pasar Eropa

Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran 3.392 Hektar Lahan di Kalimantan

Sidang yang dipimpin oleh hakim R. Aji Suryo ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan audit eksternal yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam sidang ini hadir mantan karyawan Sumber Daya Manusia Indoplas Nur Khasanah, karyawan Accounting & Finance Indoplas Siti Nureli Helawati dan auditor eksternal dari kantor akuntan publik Jojo Sunarjo dan rekan.

Penasihat hukum terdakwa, Alfons Atu Kota di sela-sela persidangan mengatakan bahwa Nur Khasanah merupakan karyawan yang namanya dipakai untuk membuka nomor rekening pribadi yang digunakan oleh perusahaan untuk rekening Non PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

“Jadi di perusahaan ini ada 2 rekening. Satu rekening PPN dan 1 rekening Non PPN” terangnya. “Rekening Non PPN ini menggunakan salah satu karyawan yaitu Nur Khasanah” tambah Alfons

Dalam kesaksiannya Nur Khasanah menjelaskan bahwa semua nomor rekening Non PPN itu atas persetujuan Lee Soo Hyun dan Direktur PT. Electronic Technology Indoplas, Shim Hyun Bo.

“Jadi manajemen di perusahaan itu tahu bahwa (rekening) itu memang sengaja dibentuk untuk membedakan rekening PPN dan Non PPN. Tujuannya untuk menghindari pajak,” jelasnya

Sebelumnya nomor rekening pribadi menggunakan nama Lee Soo Hyun. Namun setelah 2 tahun, Shim Hyun Bo tidak setuju (rekening perusahaan) menggunakan nama Lee Soo Hyun.

“Shim Hyun Bo maunya nomor rekening pribadi memakai nama istrinya atau adik iparnya” jelas Alfons.

Lee Soo Hyun tidak setuju dengan Shim Hyun Bo karena menganggap istri dan adik ipar Shim Hyun Bo sebagai orang luar bukan karyawan perusahaan. Menurut Alfons bagaimana ketika perusahaan membutuhkan uang sementara mereka tidak tiap hari ke kantor.

“Karena itu (rekening) menggunakan nama Nur Khasanah,” Alfons menjelaskan.

“Sebenarnya ini konflik antara Lee dan Shim karena Shim tidak mau (rekening) memakai nama Nur Khasanah,” tambah Alfons.

Berkaitan dengan saksi Siti Nureli, Alfons mengatakan saksi tidak mengetahui data-data (keuangan) yang ada di dalam (perusahaan). “Orang keuangan ini tidak mengerti dengan apa yang ditunjukan oleh penyidik saat pemeriksaan di polisi,” jelas Alfons.

Sementara itu saksi Auditor Eksternal Muhammad Habibie menerangkan beberapa hal di antaranya audit disclaimer di awal karena data-data berantakan dan yang dilakukannya hanya audit uang masuk, tidak audit uang keluar. Audit yang dilakukan belum sampai pada kesimpulan dan hanya menyebut aliran dana masuk bukan kerugian.

Selanjutnya persidangan kasus ini akan dilanjutkan pada hari Kamis, 16 November 2023 mendatang. (ibs)

Tags: Dugaan Penggelapan UangPT Electronic Technology Indoplassidang

Berita Terkait.

Dugaan Korupsi Dana Kebencanaan, KPK Periksa Sestama dan 3 Tenaga Ahli BNPB
Daerah

Gubernur Banten: Integritas Eksekutif dan Legislatif Tak Bisa Dipisahkan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:57
bc3
Daerah

Bea Cukai Beri Fasilitas KITE, Produsen Lilin Tegal Bidik Pasar Eropa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:05
Karhutla Terus Berulang, DPR Desak Evaluasi Regulasi dan Pengawasan
Daerah

Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran 3.392 Hektar Lahan di Kalimantan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:14
bc4
Daerah

Bea Cukai Malang Sita 1,49 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp2,2 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:33
bc2
Daerah

Bea Cukai Musnahkan Rokok Ilegal Rp1,23 Miliar, Potensi Kerugian Negara Rp600 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:13
maung
Daerah

Hari Kedua Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Tertibkan Pengendara Lawan Arus

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:52

OLAHRAGA

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda
Olahraga

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Editor Dilianto
Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21

INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi perjuangan Kontingen Indonesia yang berhasil meraih 15 medali emas pada Asian Para...

SelengkapnyaDetails
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10
amin

Raih 73 Medali di Asian Para Games 2026, Atlet Indonesia Didorong Dapat Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:06
kane

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Ungguli Mbappe dan Lamine Yamal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:36

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4992 shares
    Share 1997 Tweet 1248
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektare di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.