• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pernyataan Prabowo dan Jokowi soal Dinasti Poltik Dinilai Berpotensi Rusak Demokrasi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 25 Oktober 2023 - 16:35
in Nasional
koco

Presiden Joko Widodo. Foto: Dokumen Kementerian Sekretariat Negara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengkritik, pernyataan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberi sinyal hijau pada dinasti politik. Hal tersebut bisa mencederai demokrasi Indonesia.

“Saya menilai, pernyataan keduanya membuat demokrasi Indonesia memburuk,” kata Ubedilah dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (25/10/2023).

BacaJuga:

Naik Kereta Murah Makin Diminati, 7,8 Juta Penumpang Serbu KA Bersubsidi

Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Minta Daerah Perbanyak Fasilitasi Sertifikasi UMK

Stunting Turun, BRIN Ingatkan Ancaman Gizi dan Bahaya “Tiga Beban” pada Anak

Sebab dinasti politik apapun argumenya telah merusak proses kualitatif konsolidasi demokrasi, merusak kaderisasi politik, dan sangat menghambat upaya membuat demokrasi sehat dan berkualitas.

“Sebab, ada semacam pengabaian terhadap kepatutan di arena publik,” nilai Ubedilah.

Perlu diketahui publik bahwa dinasti politik itu mengalami dinamika dalam konteks yang baru, seiring dengan perkembangan demokrasi.

Dalam konteks perkembangan baru itu ada dinasti politik yang dipilih melalui pemilu. Oleh para ilmuwan seperti Christhope Jaffrelot (2006) dan Nandini Deo (2012) fenomena itu disebut Dynastic Democracy.

Bisa juga disebut suatu pemerintahan demokrasi yang menjalankan pemilihan umum (pemilu), tetapi selalu terpilih adalah mereka yang memiliki hubungan darah atau kekeluarga dengan penguasa sebelumnya.

“Kasus dinasti Joko Widodo di Indonesia ini masuk kategori dinasti demokrasi itu,” nilainya.

Namun, kasus keluarga Joko Widodo itu lebih parah karena terjadi di saat masih berkuasa. Bahkan membiarkan mendukung anak dan menantunya menjadi wali kota, menjadi ketua umum partai dan kini menjadi calon wakil presiden.

“Berbeda dengan George Bush di Amerika Serikat, anaknya menjadi Presiden setelah 8 tahun ayahnya berhenti menjadi Presiden. Jadi ada jeda waktu dua periode kekuasaan Presiden sebelumnya,” kritiknya.

Presiden Jokowi buka suara soal anggapan menciptakan dinasti politik, setelah Wali Kota Solo sekaligus putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka diusung menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2024. Menurutnya, hak pilih semua pemilu di Indonesia ada di tangan rakyat.

“Ya, itu kan masyarakat yang menilai,” ujar Jokowi usai peresmian Investor Daily Summit 2023 di Jakarta, Selasa (24/10/2023).

Bakal calon presiden (capres) Prabowo beranggapan tak ada yang salah dengan dinasti politik, jika tujuannya adalah berbakti kepada rakyat dan negara Indonesia.

“Kita dinasti merah putih, kita dinasti patriot. Kita dinasti yang ingin mengabdi untuk rakyat. Kalau dinasti Pak Jokowi ingin berbakti kepada rakyat, kenapa? Salahnya apa?” celetuk Prabowo usai Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Gerindra di Jakarta, Senin (23/10/2023). (dan)

Tags: capres-cawapresDinasti Politikorabowo subiantopresiden jokowi

Berita Terkait.

Penumpang-KA
Nasional

Naik Kereta Murah Makin Diminati, 7,8 Juta Penumpang Serbu KA Bersubsidi

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:14
Muhammad-Aqil-Irham
Nasional

Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Minta Daerah Perbanyak Fasilitasi Sertifikasi UMK

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:02
Anak-Stuntung
Nasional

Stunting Turun, BRIN Ingatkan Ancaman Gizi dan Bahaya “Tiga Beban” pada Anak

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:41
Brian
Nasional

Data Tak Sinkron, Kemendiktisaintek Gandeng BPS Benahi Sasaran Bantuan Kuliah Pendidikan Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:19
Peragaan
Nasional

Susun Kosa Isyarat Keislaman Nasional, Kemenag Perkuat Layanan Inklusif bagi Komunitas Tuli

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:07
E-Voting
Nasional

Pemilu Tinggal Klik, DPR Minta Anggaran E-Voting Masuk Rencana 2027

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:46

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7113 shares
    Share 2845 Tweet 1778
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1076 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    996 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.