• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

180 Ribu Jiwa Bisa Selamat dari Pembatalan Proyek PLTU Batu Bara di RI

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 21 Juli 2023 - 23:34
in Ekonomi
Sejumlah truk mengangkut limbah batu bara sisa pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Antara/HO-PLN

Sejumlah truk mengangkut limbah batu bara sisa pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Antara/HO-PLN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penelitian terbaru dari CREA dan IESR menyebutkan bahwa pembatalan proyek-proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara baru dan penghentian PLTU batu bara di Indonesia pada 2040 dapat menyelamatkan sekitar 180.000 jiwa di Indonesia.

Selain itu, juga dapat menekan biaya kesehatan sebesar 100 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp1.500 triliun dalam beberapa dekade ke depan.

BacaJuga:

Tandai 7 Dekade, Danamon Pacu Transformasi Digital dan Perluas Ekosistem Finansial

Mitsubishi Xforce HEV Resmi Mengaspal, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Kedua

PGN Alirkan Gas Bumi ke Pabrik Baru Roda Pasifik, Dorong Industri Hijau di Semarang

Adapun, penelitian terbaru dari Center for Research on Energy and Clean Air (CREA) dan Institute for Essential Services Reform (IESR) itu berjudul Health Benefits of Just Energy Transition and Coal Phase-out in Indonesia.

Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa mengatakan bahwa pemerintah harus mendesak perusahaan listrik untuk mengevaluasi kembali rencana mereka untuk membangun pembangkit listrik baru dan segera mengambil tindakan untuk beralih ke pembangkit energi terbarukan.

Peralihan tersebut akan menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan kesehatan yang signifikan.

“Pada pertemuan puncak G20 tahun lalu, Indonesia menandatangani pernyataan bersama Just Energy Transition Partnership (JETP), yang berkomitmen untuk mencapai puncak emisi sektor ketenagalistrikan pada 2030 dengan nilai absolut 290 juta ton CO2e,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (21/7/2023).

Untuk mencapai target tersebut, Indonesia harus menghentikan sekitar 9 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) dalam satu dekade ini.

“Meski demikian, diperlukan kepastian strategi mitigasi untuk mengurangi dampak negatifnya untuk PLTU batu bara yang belum mencapai waktu penonaktifannya. Penerapan strategi ini harus menjadi bagian integral dari solusi untuk transisi energi yang berkeadilan,” kata dia.

Penghentian penggunaan PLTU batu bara pada 2040 diperlukan untuk memenuhi target Persetujuan Paris, berdasarkan Badan Energi Internasional (IEA). Indonesia saat ini menargetkan penghentian penggunaan PLTU batu bara pada 2050, dengan beberapa pengecualian.

Penelitian CREA dan IESR mengembangkan jalur pengakhiran operasional PLTU batu bara berbasis kesehatan yang pertama di Indonesia, berdasarkan pemodelan atmosfer yang terperinci dan penilaian dampak kesehatan per pembangkit listrik (health impact assessments/HIA).

Jalur tersebut memaksimalkan manfaat kesehatan dari peralihan PLTU batu bara ke energi bersih dengan mengakhiri operasional PLTU batu bara yang paling berpolusi terlebih dahulu.

Menurut hasil penelitian tersebut, emisi polutan udara dari PLTU batu bara bertanggung jawab atas 10.500 kematian di Indonesia pada 2022 dan biaya kesehatan sebesar 7,4 miliar dolar AS.

Dampak kesehatan tersebut akan terus meningkat dengan beroperasinya PLTU batu bara yang baru. Pembangkitan energi dari PLTU batu bara akan meningkat selama satu dekade ke depan, kecuali jika pertumbuhan pembangkit listrik bersih dipercepat untuk memenuhi pertumbuhan permintaan.

Penelitian itu mengungkapkan biaya kesehatan dapat dihindari dari penghentian PLTU batu bara yang lebih cepat pada 2040 akan mencapai 130 miliar dolar AS atau Rp1.930 triliun.

Sementara, investasi sebesar 32 miliar dolar AS atau Rp450 triliun diperlukan untuk merealisasikan penghentian pengoperasian PLTU batu bara, sehingga investasi tersebut akan sangat menguntungkan bagi seluruh masyarakat.

Peneliti Senior IESR Raditya Wiranegara mengatakan penelitian itu memberikan daftar PLTU batu bara yang diurutkan berdasarkan dampaknya terhadap biaya kesehatan per unit pembangkit, yang sebenarnya dapat berfungsi sebagai metrik tambahan untuk dipertimbangkan dalam membuat prioritas penghentian pembangkit listrik.

“Hal ini merupakan masukan yang sangat penting, karena sekretariat JETP saat ini sedang menyusun comprehensive investment plan and policy (CIPP), dimana pemensiunan pembangkit listrik tenaga batu bara merupakan salah satu bidang investasi yang termasuk dalam dokumen tersebut,” ujar Raditya.

Sementara itu, Lauri Myllyvirta, salah satu penulis laporan tersebut dan Analis Utama CREA menuturkan, penelitian tersebut menunjukkan bahwa mengurangi emisi dari PLTU batu bara tidak hanya baik untuk kesehatan dan kesejahteraan, tetapi juga dapat menguntungkan masyarakat Indonesia secara ekonomi seperti dilansir Antara.

“Biaya kesehatan yang dihindari dapat lebih dari sekadar mengompensasi investasi yang diperlukan untuk menutup pembangkit listrik tenaga batu bara dan membangun pembangkit listrik bersih sebagai penggantinya,” kata Lauri pula. (aro)

Tags: energilistrikpltuProyek PLTU Batu Bara

Berita Terkait.

Danamon
Ekonomi

Tandai 7 Dekade, Danamon Pacu Transformasi Digital dan Perluas Ekosistem Finansial

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:44
X-Force
Ekonomi

Mitsubishi Xforce HEV Resmi Mengaspal, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Kedua

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:24
Perwira-PGN
Ekonomi

PGN Alirkan Gas Bumi ke Pabrik Baru Roda Pasifik, Dorong Industri Hijau di Semarang

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:04
Karyawan
Ekonomi

Optimalkan PLTU Eksisting, PLN NP Buktikan Cofiring Jadi Senjata Transisi Energi

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:23
Sawit
Ekonomi

Ekonomi Sirkular Jadi Kunci Hilirisasi Sawit, Biomassa Berpotensi Naikkan Nilai Tambah 9 Kali Lipat

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:03
Searah
Ekonomi

Searah Amankan Kredit Bergulir USD6 Miliar untuk Akselerasi Ekspansi Regional

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:42

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12454 shares
    Share 4982 Tweet 3114
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2781 shares
    Share 1112 Tweet 695
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1275 shares
    Share 510 Tweet 319
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1187 shares
    Share 475 Tweet 297
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1066 shares
    Share 426 Tweet 267
Timnas-Argentina
Olahraga

FIFA Mulai Investigasi Soal Pembentangan Spanduk Las Malvinas

Editor Ali Rachman
Jumat, 17 Juli 2026 - 12:14

INDOPOSCO.ID - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mulai menyelidiki aksi para pemain Argentina yang memamerkan spanduk bermuatan politik usai laga...

SelengkapnyaDetails
Timnas-Argentina

Pemain Argentina Bentangkan Spanduk Klaim Falkland, Inggris Desak FIFA Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:31
Kane

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.