• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

PHI Sukses Ajak Dunia Rintis Aturan Teknologi Artificial Intelligence

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 24 Juni 2023 - 15:18
in Nasional
Suasana saat Johnson Chandra (kiri) dan Achmad Jerry (kanan) dari Partai Hijau Indonesia (PHI) dalam sesi "Green AI: Effective Approaches to AI Regulation", Jumat (9/6/2023). Foto: Dokumen PHI

Suasana saat Johnson Chandra (kiri) dan Achmad Jerry (kanan) dari Partai Hijau Indonesia (PHI) dalam sesi "Green AI: Effective Approaches to AI Regulation", Jumat (9/6/2023). Foto: Dokumen PHI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Keputusan global untuk mengatur teknologi artificial intelligence (kecerdasan artifisial), lahir di Incheon, Korea Selatan, pada Minggu, 11 Juni 2023. Keputusan ini terjadi dalam Global Greens Congress atau Kongres Kaum Hijau Sedunia. Kongres ini merupakan ajang Partai Hijau sedunia dan organisasi pendukung politik hijau sedunia berkumpul dan bersepakat untuk merespon perubahan-perubahan yang berdampak pada lingkungan dan kemanusiaan.

Aturan teknologi kecerdasan artifisial diinisiasi Partai Hijau Indonesia (PHI) bersama Partai Hijau Korea (GPK), bernomor R43, berjudul Resolusi Darurat untuk Regulasi yang Efektif pada Teknologi Kecerdasan Artifisial demi Demokrasi, Keberlanjutan dan Manfaat Sosial. Setelah berhasil mendapat persetujuan dari peserta kongres yang melibatkan 84 negara dan 829 peserta, partai-partai hijau sedunia wajib memperjuangkan penerapannya di masing-masing negara dan kawasannya.

BacaJuga:

Komisi III Desak Kapolri Usut Dugaan Pelanggaran Prosedur Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo

DPR Minta LPSK Turun Tangan, Santriwati Sukoharjo Diduga Trauma Pascapenggerebekan Aparat

Gelombang Pertama TKA 2026 Tuntas, 1,6 Juta Murid SMA/SMK Ikut Ujian

Johnson Chandra, salah satu delegasi PHI, yang juga merupakan pegiat teknologi informasi menyampaikan kabar gembira ini.

“Kami senang karena: Pertama, melalui Global Greens Congress, tata kelola teknologi kecerdasan artifisial berhasil dirintis dalam skala internasional, dan Indonesia bersama Korea Selatan merupakan mitra pengusul resolusinya. Kedua, terbukti tiga hari setelah lahirnya resolusi kami, tepatnya 14 Juni 2023, Parlemen Eropa akhirnya berhasil menyepakati aturan mereka untuk pertama kalinya. Meskipun hanya urutan keempat dalam penguasaan kursi, Aliansi Partai Hijau Eropa mempunyai posisi penting dalam mekanisme voting di Parlemen Eropa. Ketiga, ini sekaligus merupakan aksi ekstraparlementer kami pada Pemerintah Indonesia yang nampak lunak kepada perusahaan teknologi kecerdasan artifisial raksasa seperti Google, Tiktok dan OpenAI (ChatGPT), serta sekaligus kritik pada kebijakan nasional,” jelasnya, seperti dikutip, Sabtu (24/6).

Johnson yang merupakan sosok kunci dalam situs apakabar, penyebar berita-tanding di era akhir Orde Baru, juga menjelaskan mengapa teknologi kecerdasan artifisial wajib diawasi. Menurutnya, tanpa kontrol yang demokratis, berkelanjutan dan memiliki manfaat sosial, maka kita – umat manusia – sangat rentan atas praktik penyalahgunaan data pribadi, pengendalian informasi palsu, pembatasan pengetahuan, dan secara keseluruhan merupakan ancaman serius pada kemanusiaan.

Hal ini bisa terjadi karena teknologi kecerdasan artifisial mampu melakukan pengawasan massal (mass surveillance) yang dapat melanggar hak privasi, membatasi hak sipil dan politik, serta memicu praktik rezim totaliter. Mass surveillance berbeda dengan targeted surveillance (pengawasan yang ditargetkan) yang dianggap lebih lunak, membantu penanggulangan terorisme atau kerusuhan sosial, meski sering juga disalahgunakan dengan menyasar oposisi politik.

Ancaman lainnya, kecerdasan artifisial mampu membuat sistem senjata otonom mematikan (lethal autonomous weapon system), senjata robotik dan robot pembunuh yang mampu menentukan dan menyerang sasarannya tanpa campur tangan manusia. Sistem senjata otonom ini terbagi menjadi dua, yakni: sistem pertahanan otomatis dan sistem serangan otonom. Masalah dari sistem ini antara lain adalah sulitnya melakukan pembedaan antara warga sipil dan tentara, serta menentukan siapa yang bertanggungjawab atas pembunuhan tertentu.

Merespon ancaman ini, Koordinator Kelompok Kerja Nasional Kebijakan Publik PHI Achmad Jerry yang juga menjadi peserta Global Greens Congress, mengajak para pegiat teknologi informasi di Indonesia untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan negara termasuk Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia 2020-2045.

“PHI berpegang pada enam prinsip politik hijau, yakni: kearifan ekologis, keadilan sosial, demokrasi partisipatoris, tanpa kekerasan, keberlanjutan dan penghargaan terhadap keberagaman. Prinsip-prinsip inilah yang membuat kami peduli pada masalah teknologi kecerdasan artifisial,” tegasnya. (arm)

Tags: artificial intelligenceGlobal Greens CongressKecerdasan BuatanKongres Kaum Hijau SeduniaPartai Hijau IndonesiaTeknologi Informasi

Berita Terkait.

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Nasional

Komisi III Desak Kapolri Usut Dugaan Pelanggaran Prosedur Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:05
Kian Meluas, BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Papua Selatan
Nasional

DPR Minta LPSK Turun Tangan, Santriwati Sukoharjo Diduga Trauma Pascapenggerebekan Aparat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:16
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Nasional

Gelombang Pertama TKA 2026 Tuntas, 1,6 Juta Murid SMA/SMK Ikut Ujian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:02
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada
Nasional

Kemnaker Benahi Pengawasan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Jadi Prioritas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:03
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Nasional

Sari Bukan Mahasiswi UBSI, Akui Almamater Didapat dari Orang Tak Dikenal

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:33
Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan
Nasional

Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:10

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5156 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1151 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.