• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Ancaman Gejolak Perang Dagang di 2023 Perlu Diantisipasi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 12 Desember 2022 - 21:19
in Headline
Ilustrasi- Perang dagang USA dan China. Bendera Amerika Serikat dan Cina menabrak kontainer di langit saat matahari terbenam. ANTARA/Shutterstock/pri.

Ilustrasi- Perang dagang USA dan China. Bendera Amerika Serikat dan Cina menabrak kontainer di langit saat matahari terbenam. ANTARA/Shutterstock/pri.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute (TII) Nuri Resti Chayyani mengatakan perlu adanya langkah antisipatif untuk menghadapi gejolak perang dagang internasional yang dapat berdampak terhadap perekonomian dalam negeri pada tahun depan 2023.

Adapun perang dagang yang dimaksud adalah antara Amerika Serikat (AS) dan China yang juga merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, kata dia saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin.

BacaJuga:

Kemenhub: Bus ALS yang Terlibat Kecelakaan Maut Tak Kantongi Izin Sejak 2020

Selat Hormuz Memanas Lagi, Trump Kirim Ancaman Sambil Klaim Situasi Kondusif

Hormuz Strait Tensions Flare Again as Trump Issues Threats While Claiming Situation Is Under Control

“Yang masih perlu diantisipasi (pada 2023) adalah adanya gejolak perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang akan mengguncang pertumbuhan ekonomi kita,” kata Nuri.

Sebagai informasi perang dagang antara kedua negara tersebut mulai bergejolak kembali sejak tahun 2018, yang mana keduanya berlomba-lomba menaikkan bea masuk impor untuk meningkatkan kinerja neraca perdagangan.

Selain itu, lanjut dia, Indonesia perlu mengantisipasi adanya kemungkinan kenaikan harga pangan dan energi di tingkat global pada 2023, mengingat adanya ketergantungan dalam negeri terhadap beberapa jenis komoditas tersebut.

“Kemudian, (antisipasi) ada kemungkinan kenaikan harga pangan dan energi,” kata Nuri.

Lebih lanjut Indonesia, menurut dia, perlu mengantisipasi adanya peningkatan kasus COVID-19, seperti yang mulai terjadi di China, serta risiko perubahan iklim yang membutuhkan alokasi dana dan mitigasi.

Namun demikian dia memperkirakan kinerja perekonomian nasional tahun 2023 masih akan ekspansif seperti pada 2022, yang mana sepanjang tiga triwulan mencatatkan pertumbuhan di atas 5 persen year on year (yoy).

“Apabila dilihat secara tahunan, sepanjang 2022 ini pertumbuhan ekonomi selalu berada di angka 5 persen dibandingkan tahun 2021. Ini merupakan hal yang impresif di tengah kondisi global yang masih tidak kondusif,” kata Nuri.

Menurut dia, capaian Indonesia pada 2022 bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain, terutama di regional Asia, yang mana dapat menstabilkan pertumbuhan ekonomi di tengah adanya tendensi geopolitik sepanjang tahun 2022. (bro)

Tags: Amerika SerikatASChinaPerang DagangThe Indonesian Institutetii

Berita Terkait.

Bus-ALS
Headline

Kemenhub: Bus ALS yang Terlibat Kecelakaan Maut Tak Kantongi Izin Sejak 2020

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51
Trump
Headline

Selat Hormuz Memanas Lagi, Trump Kirim Ancaman Sambil Klaim Situasi Kondusif

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:39
Trump
Headline

Hormuz Strait Tensions Flare Again as Trump Issues Threats While Claiming Situation Is Under Control

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:39
kekerasan ilustrasi
Headline

Kemenkes Irit Bicara Soal Desakan Medis Gratis Korban Pelecehan Pati

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:07
ilustrasi
Headline

Pendekatan Layanan Kesehatan Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Pati Harus Gratis

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:11
Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026
Headline

Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:41

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3698 shares
    Share 1479 Tweet 925
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Mengasah Kompetensi dari Lapangan, PEP Sangasanga Buka Wawasan Mahasiswa Migas

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.