• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 7 Mei 2026 - 11:41
in Headline
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026)/istimewa

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang melesat ke angka 5,61 persen dinilai menyimpan kejanggalan. Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda membeberkan empat anomali data, dengan fokus utama pada validitas perhitungan konsumsi rumah tangga oleh BPS.

Padahal, jika kita melihat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, di Maret 2026 sebesar 122,9 basis poin, turun dibandingkan bulan Januari 2026 sebesar 127,0 basis poin.

BacaJuga:

Soroti Kehadiran Raffi Ahmad Bersama ‘Mahasiswa’ Gadungan, Andovi da Lopez: Jangan Sembunyi di Balik Ketidaktahuan

Andovi da Lopez Kritik Keras Raffi Ahmad Hadir Bersama ‘Mahasiswa’ Gadungan, Dinilai Deligitimasi Aksi Murni

Film The Longest Wait Pukau Erick Thohir, Ungkap Kesan di Balik Kisah Pengorbanan Skuad Garuda

Tahun lalu juga mengalami penurunan serupa meskipun lebih tajam. Biasanya, IKK itu mencerminkan pergerakan konsumsi rumah tangga, namun menurut data BPS, ternyata tidak.

Lebih menarik lagi, pertumbuhan konsumsi pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya mengalami perlambatan dibandingkan TW1 2025. Padahal ada momen Ramadan-Lebaran yang seharusnya dapat mendongkrak. Sedangkan tahun lalu, tumbuh 6,86 persen tapi konsumsi rumah tangga jauh lebih lambat.

“Jadi ada anomali dalam perhitungan konsumsi rumah tangga yang dilakukan oleh BPS,” kata Huda dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Anomali Pertama, Pertumbuhan konsumsi rumah tangga di TW1 2026 jauh lebih tinggi dibandingkan TW1 2025 di mana tumbuh sebesar 5,52 persen (2026) dari 4,96 persen (2025).

Anomali Kedua, ada konsumsi transportasi dan komunikasi yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan 4 triwulan sebelumnya. Pada TW1 2026, konsumsi transportasi dan komunikasi tumbuh 6,91.

Secara berurutan pertumbuhan konsumsi ini adalah 6,15 persen (TW1 2025), 6,48 persen (TW2), 6,41 persen (TW3), dan 6,35 persen (TW4). Namun demikian, jasa transportasi dan pergudangan hanya tumbuh 8,04 persen.

“Jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu (TW1-4) dimana hanya tumbuh secara berurutan 9,01 persen, 8,52 persen, 8,62 persen, dan 8,98 persen,” tutur Huda.

Begitu pula dengan jasa informasi dan komunikasi yang mengalami perlambatan di periode yang sama. “Anomali di sektor ini sangat terasa ketika konsumsi kita tidak ditopang oleh jasa terkait,” beber Huda.

Anomali Ketiga, Dalam pembentukan modal tetap bruto (PMTB), kali ini yang tumbuh tinggi adalah PMTB sub kendaraan. Sama seperti mesin pada tahun lalu yang dianggap sebagai penyumbang signifikan PMTB, kendaraan yang jadi penyumbang PMTB juga dihasilkan dari IMPOR kendaraan.

“PMTB sub kendaraan berhasil tumbuh sebesar 12,39 persen, namun di satu sisi pertumbuhan untuk industri alat angkutan terkontraksi hingga -5,02 persen,” ujar Huda.

Anomali Keempat, Industri pengolahan mengalami tekanan yang cukup tinggi sehingga melambat di TW1 2026 jika dibandingkan 3 triwulan sebelumnya, hanya tumbuh sebesar 5,04 persen. Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia juga mengalami penurunan di Maret 2026 dibandingkan Februari 2026.

“Pada bulan Februari, PMI manufaktur meningkat karena kegiatan stok untuk momen lebaran (Maret 2026), kemudian turun lagi karena situasi ekonomi. April 2026, PMI manufaktur sudah di bawah level ekspansi,” imbuhnya. (dan)

Tags: anomali data BPSEkonomi Indonesianailul huda

Berita Terkait.

Soroti Kehadiran Raffi Ahmad Bersama ‘Mahasiswa’ Gadungan, Andovi da Lopez: Jangan Sembunyi di Balik Ketidaktahuan
Headline

Soroti Kehadiran Raffi Ahmad Bersama ‘Mahasiswa’ Gadungan, Andovi da Lopez: Jangan Sembunyi di Balik Ketidaktahuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:59
Andovi da Lopez Kritik Keras Raffi Ahmad Hadir Bersama ‘Mahasiswa’ Gadungan, Dinilai Deligitimasi Aksi Murni
Headline

Andovi da Lopez Kritik Keras Raffi Ahmad Hadir Bersama ‘Mahasiswa’ Gadungan, Dinilai Deligitimasi Aksi Murni

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:26
tohir
Headline

Film The Longest Wait Pukau Erick Thohir, Ungkap Kesan di Balik Kisah Pengorbanan Skuad Garuda

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:43
bahlil
Headline

Bahlil Pastikan Kontrak Ekspor Gas 2026 Aman, Siapkan Pengamanan untuk 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:07
ttd
Headline

Tanda Tangan Massal, Peserta Aksi Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Bencana Nasional

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:18
Jakarta Kucurkan Rp4,67 Miliar Bantuan Tebus Ijazah untuk 2.810 Warga
Headline

Pengamanan Demo Sumpah Pemuda, Kapolri Dorong Penggunaan Body Cam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:25

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5155 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1137 shares
    Share 455 Tweet 284
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    951 shares
    Share 380 Tweet 238
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.