INDOPOSCO.ID – Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Indonesia (UI) Prof. Indri Hapsari Susilowati mengungkapkan tren cakupan imunisasi nasional turun.
Data menunjukkan imunisasi bayi lengkap turun dari 95,4 persen pada 2023 menjadi 87,8 persen pada 2024, dan lebih turun lagi ke 80,2 persen pada 2025 lalu.
“Penurunan ini berimbas pada meningkatnya kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), seperti campak, difteri, dan pertusis,” ungkap Hapsari dalam keterangan, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, kekhawatiran tersebut turut diperparah oleh kenaikan signifikan jumlah anak dengan status belum menerima imunisasi dasar (zero dose).
“Kita menghadapi tantangan struktural seperti keterbatasan anggaran dan distribusi vaksin, serta tantangan sosial berupa rendahnya literasi kesehatan dan maraknya disinformasi mengenai vaksin,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni menegaskan, perlunya komitmen bersama untuk meningkatkan cakupan imunisasi pascapandemi Covid-19.
“Fokus dan sumber daya kesehatan yang sebelumnya terserap untuk penanganan pandemi harus kembali diarahkan pada program imunisasi,” ujarnya.(nas)











