• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Pakar Transportasi Nilai Tepat Hibah Jalan Nasional Kepada DKI

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Jumat, 9 Desember 2022 - 19:19
in Headline
hi

Sejumlah kendaraan bermotor melintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (20/9/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Sony Sulaksono Wibowo menilai hibah jalan nasional senilai Rp217 triliun dari pemerintah pusat pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah tepat.

Mengingat, kata Sony, kemampuan keuangan DKI Jakarta yang mumpuni, seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta pada 2023 memiliki nilai Rp83,7 triliun lebih.

BacaJuga:

Di Balik Tragedi Truk Jalan Raya: Saat Nyawa Rakyat Digadaikan demi Efisiensi Logistik

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

“Hibah ini kan sebenarnya pindah kantong, yang sebelumnya di kantong pusat, sekarang pindah ke kantong daerah,” kata Sony saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Pertanyaannya, kata dia, sanggup-tidak DKI memelihara kualitas jalan sesuai standar yang biasa pusat lakukan. “Kalau kita lihat APBD DKI gak masalah dan ini pasti sudah melalui berbagai kajian,” katanya.

Hibah aset jalan ini juga akan mengurangi beban pemerintah pusat dalam pengeluaran dana APBN tahunan dan dialokasikan pada kebutuhan lainnya.

“Pengalihan pengelolaan jalan nasional yang ada di Jakarta untuk dikelola Pemerintah Provinsi DKI adalah untuk mengurangi beban pemerintah pusat sehingga keuangan pusat bisa lebih dialokasikan dari yang semula untuk jalan-jalan nasional, bisa dipakai untuk yang lain,” kata Sony.

Baca Juga: DPRD Minta Pemprov DKI Optimalkan Pajak Terkait Hibah Aset Jalan

Beralihnya pengelolaan jalan nasional dari pemerintah pusat ke Pemprov DKI Jakarta, kata Sony, juga akan bisa berperan dalam penuntasan masalah kemacetan Jakarta karena hambatan yang ditemui selama ini yakni terkait status jalan, tidak akan terjadi.

“Kalau kita melihat masterplan Jakarta seharusnya bisa (menyelesaikan kemacetan) karena kalau kita melihat masterplan Jakarta itu, Jakarta akan mengonversikan banyak ruas jalan menjadi jalur angkutan umum. “Nah itu kan selama ini terkendala karena status jalan,” ucapnya.

Sehingga, kata Sony, dengan pengalihan pengelolaan jalan ini, akan memberi keleluasaan bagi Pemprov DKI Jakarta bila ingin mengubah Jalan Sudirman-Thamrin dari yang memiliki lebar untuk empat lajur, menjadi dua lajur. Sedangkan sisanya menjadi fasilitas umum atau jalur angkutan umum massal.

“Karenanya ini lebih memberikan kekuasaan kepada daerah untuk mengelola jalan jalan yang ada di wilayahnya,” katanya.

Bahkan kebijakan pengalihan pengelolaan ini seharusnya bisa dikembangkan ke kota-kota besar di daerah lainnya. Kota-kota besar Indonesia seperti Bandung, Surabaya hingga Medan, kerap menemui masalah serupa ketika akan melakukan peningkatan jaringan jalan di daerahnya.

Yakni terbentur kebijakan yang ada dan daerah tidak bisa mengotak-atik jalan berstatus nasional karena itu kewenangan pusat.

“Jika mereka memaksa akan menjadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” katanya.

Dia mencontohkan Bandung yang merupakan Ibu Kota Jawa Barat, tidak bisa membuat sistem transportasi angkutan massal perkotaan seperti TransJakarta, karena ruas jalan yang dipilih seperti Jalan Ring Road Soekarno-Hatta adalah kewenangan pemerintah pusat. Dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Padahal Bandung di satu sisi butuh karena ruas jalan tersebut sudah sangat padat. Namun di sisi lain tidak bisa apa-apa karena itu bukan milik Bandung ataupun Pemda Jabar, jadi kebijakan ini sebenarnya hal yang baik,” kata dia, seperti dikutip Antara, Jumat (9/12/2022).

Selain itu, dengan pengelolaan jalan diberikan ke daerah, menurut Sony, tidak akan lagi ditemukan jalan rusak, karena seharusnya bisa langsung diperbaiki oleh daerah yang memang lebih tahu kondisi di wilayahnya.

“Pemerintah pusat kan tidak bisa melihat seluruh jalan di Indonesia, karena yang lebih tahu adalah pemerintah daerah. Jadi model DKI ini sebetulnya saya setuju diterapkan di daerah, namun dibantu oleh pusat,” tuturnya. (mg2)

Tags: dkiHibah Jalan NasionalPakar Transportasi

Berita Terkait.

Truk
Headline

Di Balik Tragedi Truk Jalan Raya: Saat Nyawa Rakyat Digadaikan demi Efisiensi Logistik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:49
Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan
Headline

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:40
Assaat
Headline

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:47
Silmi-Karim
Headline

Buntut Kasus Silmy Karim, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura di Kantor Imigrasi Jaksel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:27
Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut
Headline

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:57
Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Headline

MUI: Fatwa Tak Bisa Diintervensi Negara, Independensi Ulama Harga Mati

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:01

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2388 shares
    Share 955 Tweet 597
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1989 shares
    Share 796 Tweet 497
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1829 shares
    Share 732 Tweet 457
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1311 shares
    Share 524 Tweet 328
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.