• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

BPJS Kesehatan Dukung Penerapan Penilaian Teknologi Kesehatan

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Minggu, 10 April 2022 - 11:05
in Headline
bpjs

Tangkapan layar Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti. (ANTARA/HO-Humas BPJS Kesehatan)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mendukung implementasi Penilaian Teknologi Kesehatan (PTK) atau Health Technology Assessment (HTA) untuk meningkatkan mutu dan efisiensi biaya serta penentuan paket manfaat bagi peserta Program JKN-KIS.

“Dengan semakin tingginya biaya kesehatan, semakin dituntut agar kualitas dari teknologi kesehatan juga semakin baik, sebanding dengan kenaikan biayanya. Peran PTK menjadi penting di era JKN, terutama dari segi penentuan paket manfaat yang akan diterima oleh peserta, sehingga dengan sumber daya yang terbatas, peserta tetap dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Ghufron dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Ahad.

BacaJuga:

Wushu Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026

UKW INDOPOSCO-UMJ, Hendri Ch Bangun Ajak Jurnalis Hadapi Era AI dengan Profesional

3 Aspek Utama Kompetensi Wartawan Jadi Sorotan di UKW INDOPOSCO-UMJ

Hal tersebut diungkapkan Ali Gufron Mukti dalam kegiatan Seminar ASM 2022: Integrasi Evaluasi Ekonomi dalam Kurikulum dan Implementasi Pengambilan Kebijakan Penyakit Katastropik.

Dia menjelaskan dalam pemilihan teknologi kesehatan harus berpedoman pada PTK dan pertimbangan klinis. Menurutnya, penggunaan pendekatan analisa farmakoekonomi dirasa tepat untuk mengevaluasi obat yang cost-effective, serta analisa efektivitas dari alat kesehatan dan bahan medis habis pakai dalam pelayanan kesehatan.

Ia menyebut dengan berpedoman pada PTK, memungkinkan pengambil kebijakan kesehatan membuat keputusan terkait obat dan juga untuk berbagai intervensi kesehatan lainnya yang memiliki nilai efektivitas sebanding dengan biayanya, terutama dalam perspektif kesehatan masyarakat.

“Pada dasarnya, kami mengapresiasi upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang telah membentuk Komite PTK untuk bertanggung jawab dalam melakukan kajian terkiat PTK. Harapannya, hasil kajian tersebut bisa diterapkan menjadi kebijakan, sehingga selain memiliki dampak positif terhadap tercapainya kesinambungan Program JKN-KIS, juga memberikan kepuasan peserta dan efektivitas program,” tambah Ghufron seperti dikutip Antara, Minggu (10/4/2022).

Sementara itu, Ketua Komite Penilaian Teknologi Kesehatan, Budi Wiweko menyebut penilaian teknologi kesehatan sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembiayaan kesehatan sebuah negara. Kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, memungkinkan banyaknya inovasi teknologi yang dapat diadopsi dalam layanan kesehatan.

Dengan begitu, melalui inovasi pelayanan kesehatan, diharapkan akan terjadi penurunan mortalitas dan morbiditas, meningkatnya kualitas hidup disertai dengan kepuasan pasien, dan meningkatnya taraf kesehatan masyarakat.

Dosen Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Erna Kristin menjelaskan di era Program JKN-KIS, seluruh pihak harus memandang secara luas tentang akibat yang akan ditimbulkan. Hal tersebut perlu menjadi fokus, karena berhubungan dengan bagaimana cara menghadirkan upaya pencegahan, memberikan diagnosis dan memberikan treatment.

“Saat ini kita sangat dibantu dengan adanya big data yang dimiliki BPJS Kesehatan. Dari data tersebut, kebutuhan analisis big data yang dilakukan oleh seluruh pihak akan menjadi lebih mudah. Sehingga, harapannya apabila para dokter atau profesi lainnya yang mendukung, mereka harus bekerja sama untuk mengetahui bagaimana menciptakan upaya pencegahan hingga proses edukasi ke masyarakat,” ujar Erna. (mg1)

Tags: BPJS KesehatanPenilaian Teknologi Kesehatan

Berita Terkait.

Seraf Naro Siregar
Headline

Wushu Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Minggu, 20 September 2026 - 10:43
Hendri Ch Bangun
Headline

UKW INDOPOSCO-UMJ, Hendri Ch Bangun Ajak Jurnalis Hadapi Era AI dengan Profesional

Sabtu, 19 September 2026 - 13:02
3 Aspek Utama Kompetensi Wartawan Jadi Sorotan di UKW INDOPOSCO-UMJ
Headline

3 Aspek Utama Kompetensi Wartawan Jadi Sorotan di UKW INDOPOSCO-UMJ

Sabtu, 19 September 2026 - 11:36
UKW
Headline

INDOPOSCO-UMJ Gelar UKW Angkatan 21, Profesionalisme Wartawan Diuji di Tengah Era AI

Sabtu, 19 September 2026 - 10:31
Aktivis 98 Minta Publik Kawal Perkara Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Headline

Aktivis 98 Minta Publik Kawal Perkara Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Sabtu, 19 September 2026 - 07:16
Kemenkop Gandeng Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Perkuat Ekosistem Koperasi
Headline

Isu Nusron Wahid Mundur di Tengah Dugaan Suap, ATR/BPN Buka Suara

Jumat, 18 September 2026 - 19:11

OLAHRAGA

persib
Olahraga

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Editor Ali Rachman
Minggu, 20 September 2026 - 12:38

INDOPOSCO.ID – Persib Bandung datang ke Jepara dengan membawa pekerjaan yang belum tuntas. Pangeran Biru akan menghadapi Persijap Jepara pada...

SelengkapnyaDetails
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30
sumaya

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:06
bultang

Tembus Final, Pentathlon-Teqball Bidik Emas Pertama Indonesia di Asian Games

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5532 shares
    Share 2213 Tweet 1383
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.